Kena Penyakit Ngorok, Disbunnak OKI Sigap Vaksinasi Massal Ratusan Kerbau

- Redaksi

Senin, 8 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sigap melakukan pengobatan dan vaksinasi terhadap ratusan kerbau di Kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam dan Air Sugihan. Vaksinasi ini dilakukan agar penyebaran virus Septicaemia Epizootica (SE) tidak meluas.

Sebelumnya, sebanyak 15 ekor Kerbau milik peternak di Desa Riding, Kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten OKI, mati mendadak. Berdasarkan investigasi dilakukan oleh tim UPTD Pusat Kesehatan Hewan Pampangan, kematian kerbau tersebut disebabkan virus Septicaemia Epizootica.

“Penyakit Septicaemia Epizootica/Hemorragic Septicaemia/ ngorok pada kerbau menyebabkan demam, kerbau berliur dan terdengar ngorok. Hal tersebut disebabkan oleh agen penyakit kuman Pasteurella multocida.  Kuman ini menyerang system pernapasan secara akut sehingga menyebabkan pendarahan pada saluran ini. Kerbau yang menderita akan mengalami kesulitan bernapas sehingga terdengar ngorok yang sangat jelas terutama di malam hari,” ungkap Kepala Disbunnak OKI, Dedi Kurniawan, melalui Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Sadi Purwanto.

Sambil menunggu hasil resmi dari uji laboratorium Balai Veteriner Lampung, tim UPTD Puskeswan Pampangan telah melakukan pengobatan massal pada hewan yang sakit dan memberikan vaksinasi kepada 450 ekor kerbau di kecamatan Pampangan, Pangkalan Lampam dan Air Sugihan agar penyebaran virus SE tidak meluas.

“Stok vaksin yang tersedia ada 1.200 dosis untuk kerbau yang masih sehat yang dapat dilakukan vaksinasi,” ujar Purwanto.

Kondisi pemeliharaan hewan kerbau yang diliarkan tambah dia  menjadi tantangan petugas. “Sehingga pelaksanaan tindakan (baik pengobatan maupun vaksinasi) pada kerbau hanya bisa dilakukan saat malam hari saat kerbau sudah berada di kandang,” terang dia.

Hingga kini tim UPTD Pampangan masih bergerak melakukan pelayanan Tindakan pengobatan pada kerbau yang terjangkit dan memvaksinasi kerbau yang masih sehat.

Disbunnak OKI juga harap, peternak turut membantu hewan ternaknya disuntik vaksin. Karena penyakit ngorok ini bisa disembuh, dan penyakit ini juga tidak menular kepada manusia. (ANA)

Berita Terkait

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau
Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk
KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas
Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
Bermodal Informasi Warga, Polisi Bongkar Bengkel Senjata Ilegal di SP Padang
Video Beredar, Massa Bakar Fasilitas PT BCP di OKI Usai Dugaan Penembakan Warga

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 14:16 WIB

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Senin, 21 September 2026 - 18:06 WIB

Perselisihan Berujung Maut, PNS di OKI Tewas Diserang Pisau

Jumat, 18 September 2026 - 14:49 WIB

Pintu Masuk Pasar Shoping Center Kayuagung Tertutupi Pedagang, Masyarakat Keluhkan Sempitnya Ruas Jalan Masuk

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:21 WIB

KUA-PPAS APBD 2027 OKI Disepakati, Belanja Daerah Fokus Prioritas

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Niat Menolong Berujung Maut di Sungai Baung, Sopir Truk Ditemukan Tewas, Kernet Masih Hilang

Berita Terbaru

Foto saat pemusnahan barang bukti di kantor Kejari OKI

Ogan Komering Ilir

Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht

Rabu, 23 Sep 2026 - 14:16 WIB

Pelaku

Kota Palembang

Diduga Bobol Rumah Warga, ZH Diciduk Unit Pidum Polrestabes Palembang

Rabu, 23 Sep 2026 - 11:58 WIB