Kasus Karhutla di Sumsel Tembus 394 Kejadian, Zona Oranye Bertambah

- Redaksi

Selasa, 2 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kejadian Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: BPBD Sumsel

Kejadian Karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. Foto: BPBD Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat jumlah kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus meningkat sebanyak 394 kejadian hingga 31 Agustus 2025.

Meski jumlah zona merah tetap berada di lima kabupaten, peningkatan jumlah kasus patut menjadi perhatian.

“Zona merah masih mencakup lima daerah. Ogan Ilir mencatat kasus tertinggi dengan 106 kejadian, disusul Musi Banyuasin (77), Ogan Komering Ilir (50), Banyuasin (49), dan Muara Enim (37),” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, Selasa (2/9/2025).

Selain itu, daerah dengan status zona oranye, yang menandakan tingkat kejadian sedang (16-30 kejadian), kini bertambah.

Sebelumnya hanya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 29 kasus yang masuk kategori ini, kini Musi Rawas turut bergabung setelah mencatat 17 kejadian.

Wilayah lain seperti Palembang, Empat Lawang, OKU Timur, Lahat, Muratara, OKU, OKU Selatan, Prabumulih, dan Lubuklinggau berada di zona kuning.

Sementara itu, Pagar Alam masih bertahan di zona hijau tanpa laporan kejadian.

Selain itu, ia menegaskan jika pihaknya terus melakukan berbagai langkah pencegahan untuk menangani karhutla.

Ia menambahkan, curah hujan yang masih turun di beberapa wilayah turut membantu menekan laju kebakaran serta menurunkan jumlah titik panas (hotspot).

“Kami rutin melakukan patroli udara, penyiraman melalui helikopter water bombing, serta pengecekan langsung ke lokasi rawan, serta sosialisasi agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar juga masih terus digalakkan,” tegasnya.

Sepanjang Agustus, terdapat 489 hotspot yang terpantau lebih rendah dibandingkan bulan Juli yang mencatat 1.321 titik. Total hotspot yang terdeteksi sejak Januari hingga Agustus mencapai 3.336 titik.

“Penurunan jumlah hotspot di bulan Agustus cukup signifikan, namun kewaspadaan tetap dijaga karena musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September,” pungkasnya.

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

Sumsel

Makna Pancasila dalam Perjalanan Kehidupan Saya

Minggu, 23 Agu 2026 - 06:31 WIB

Sumsel

Resume Dari Hal Kecil, Saya Belajar Mengamalkan Pancasila

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:32 WIB

Sumsel

Menghidupkan Pancasila Melalui Kepedulian terhadap Sesama

Minggu, 23 Agu 2026 - 00:24 WIB