SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, mengeluarkan TR bernomor: ST/314/IV/KEP./2023, pada Sabtu (22/4/2023). Isi dari TR tersebut, menyatakan bahwa Kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin, AKP Agung Wijaya Kusuma, dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda Sumsel.
Tidak hanya itu, di dalam surat tersebut juga dituangkan bahwa hal itu dalam rangka evaluasi jabatan. Sedangkan jabatan kasat Narkoba Polres Musi Banyuasin yang baru, digantikan AKP Heri, yang sebelumnya merupakan Kasatnarkoba Polres Prabumulih.
Bukan hanya jabatan Kasat Narkoba saja yang dimutasikan. Dugaan mutasi jabatan karena warga Musi Banyuasin dijebak miliki narkoba juga diterima oleh Kanitidik Satres Narkoba Polres Musi Banyuasin.
Beberapa Kanit tersebut yakni Kanitidik 1 Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin Iptu Surasa, yang dimutasikan menjadi Pama Yanma Polda Sumsel dalam rangka evaluasi jabatan.
Serta Kanitidik 2 Ipda M Syazilli yang juga dimutasikan sebagai Pama Yanma Polda Sumsel dalam rangka evaluasi jabatan. Surat mutasi ini ditandatangi langsung Karo SDM Polda Sumsel Kombes Pol Sudrajad hariwibowo.
Saat dikonfirmasi, Sudrajad membenarkan terkait adanya mutasi jabatan beberapa anggota Satresnarkoba Musi Banyuasin. “Iya benar,” ungkapnya, Senin (24/4/2023).
Terkait alasan ketiga anggota Satresnarkoba Polres Musi Banyuasin ini sampai dimutasi, memang sudah waktunya dimutasi, atau karena buntut dari adanya dugaan warga yang dijebak dengan adanya penemuan narkoba di tokonya, Sudrajad hanya memberikan jawaban secara normatif.
“Iya,” tuturnya.
Dugaan adanya TR ini, usai Imelda Santi (40), warga Musi Banyuasin melapor ke Polda Sumsel karena merasa suaminya Sahabudin (43) menurutnya sudah dijebak oleh oknum anggota polisi Musi Banyuasin.
“Kami duga suami saya ini dijebak karena pada hari itu ada seseorang datang ke toko kami untuk beli beras lima kilogram, dan setelah dia keluar beberapa menit kemudian datang orang yang mengaku dari Polres Musi Banyuasin,” ujarnya.
Sementara, kuasa hukum Imelda, Rizal Faisal Ismed dan Partner, mengatakan bahwa pihaknya juga memiliki bukti CCTV di hari kejadian yang menguatkan dugaan bahwa kliennya dijebak oleh anggota kepolisian.
“Pada saat kejadian penggeledahan itu pihak kepolisian tidak menjelaskan mereka itu dari mana, dan mereka tidak memperlihatkan surat tugas ataupun surat penggeledahan dan surat penangkapan,” tambahnya. (ANA)


















