PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID– Kebakaran yang melanda permukiman warga di Jalan HM Ryacudu, Lorong Sabar, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, menyisakan duka bagi puluhan keluarga. Sebanyak 15 rumah hangus terbakar dan enam rumah lainnya terdampak dalam peristiwa yang terjadi Senin (19/10/2026) sore tersebut.
Salah seorang korban, David (18), hanya bisa pasrah melihat rumah dan barang berharganya ludes dilalap api. Di antara puing-puing bangunan yang terbakar, hanya sebuah Alquran berukuran kecil yang tersisa.
David mengatakan, api pertama kali muncul dari bangunan yang berada tepat di sebelah rumahnya. Kobaran api dengan cepat membesar hingga membuatnya tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya.
“Kami langsung keluar rumah membawa ibu dan adik saya. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan karena api cepat membesar,” ujarnya.
Baginya, keselamatan ibu dan kedua adiknya menjadi hal utama ketika api mulai menjalar. Ia memilih segera membawa keluarganya keluar rumah daripada mengambil barang-barang yang masih berada di dalam bangunan.
Ketua RT 33 Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, M Fajrin, menuturkan, api diduga berasal dari bedeng di bagian belakang permukiman. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab munculnya api.
“Penyebabnya kami tidak tahu persis, tiba-tiba api muncul dan langsung membesar dari tiga bedeng yang hanya dihuni satu kepala keluarga,” katanya.
Sekretaris Lurah 8 Ulu, Hartati, mengatakan, berdasarkan pendataan sementara hingga Selasa (20/10/2026) pagi, terdapat 15 rumah warga yang hangus terbakar dan enam rumah lainnya terdampak. Total warga yang terdampak diperkirakan mencapai 25 hingga 30 kepala keluarga (KK).
Pemerintah kelurahan sementara ini memprioritaskan bantuan pangan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang kehilangan tempat tinggal. Pendataan korban juga terus dilakukan untuk mengetahui kebutuhan warga setelah kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Kami baru mendata korban untuk diberikan bantuan pangan,” jelas Hartati.
Sementara itu, Dinas Sosial Kota Palembang telah mendirikan dapur umum di lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan makanan warga yang terdampak, terutama mereka yang rumahnya tidak lagi dapat ditempati.
Proses pemadaman berlangsung hingga malam hari. Petugas juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala. Sejumlah warga, terutama lansia, dievakuasi menggunakan sedikitnya 10 unit ambulans yang bersiaga di lokasi.
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) turut memberikan pertolongan kepada warga yang membutuhkan bantuan oksigen, termasuk anak-anak dan orang dewasa. Sejumlah petugas pemadam kebakaran juga dilaporkan membutuhkan bantuan oksigen setelah berjibaku memadamkan api.
Kapolsek SU I Palembang, Kompol Heri, sebelumnya menyampaikan bahwa jumlah rumah yang terbakar masih dalam proses pendataan. Pada pendataan awal, pihaknya mencatat sedikitnya 10 rumah hangus dan dua rumah terdampak, dengan sekitar 20 KK yang tinggal di kawasan tersebut.
“Jumlah total masih diidentifikasi, namun diperkirakan 10 rumah dan dua terdampak yang dihuni 20 KK. Sejauh ini penyebab kebakaran belum diketahui karena masih penyelidikan,” ujarnya saat berada di lokasi kejadian.
Api dilaporkan berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB, meski proses pendinginan masih dilanjutkan hingga malam hari. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sedangkan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Penulis : Kiki
Editor : Jaks


















