Jumlah Siswa Keracunan MBG di OKI Meningkat Jadi 80 Orang

- Redaksi

Rabu, 3 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas MBG OKI saat meninjau SPPG. Foto: Pemkab OKI

Tim Satgas MBG OKI saat meninjau SPPG. Foto: Pemkab OKI

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Program Makanan Bergizi (MBG) di Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali bertambah menjadi 80 orang.

Ketua Satgas MBG OKI, Lubis menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan awal, insiden ini diduga dipicu oleh jeda waktu antara penyajian dan konsumsi makanan.

Lubis menyampaikan jika makanan yang disiapkan sejak pagi untuk siswa sesi siang pukul 11.00 WIB diduga mengalami penurunan kualitas karena terlalu lama disimpan.

“Hal ini menjadi pelajaran penting. Kami sudah mengirimkan sampel makanan dan data medis ke Balai Besar POM untuk diuji laboratorium,” ujar Lubis dalam data terbaru yang dirilis oleh Puskesmas Pedamaran pada Rabu (3/9/2025) siang.

Lubis mengatakan jika Pemkab OKI telah mengirimkan sampel makanan dan sampel medis ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) untuk diteliti lebih lanjut.

“Langkah ini diambil guna memastikan penyebab pasti dan mencegah insiden serupa di kemudian hari,” katanya.

Pemkab OKI saat ini sedang mengevaluasi total sistem pelaksanaan program, mulai dari distribusi makanan, standar penyimpanan, hingga waktu konsumsi, agar kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah daerah juga meminta keterlibatan aktif dari kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa untuk meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di masing-masing sekolah.

“Kami mengajak semua pihak untuk tidak hanya mendukung, tapi juga mengawasi dan melaporkan bila ada potensi masalah di lapangan,” lanjut Lubis.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa program MBG tetap menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak-anak, khususnya di wilayah terpencil dan rentan.

“Program ini harus tetap berjalan karena manfaatnya besar. Namun, standar keamanan dan kesehatan tidak boleh diabaikan,” tegasnya.

Sementara itu, dari keterangan Kepala Puskesmas Pedamaran, Hasanul beberapa siswa masih dalam masa pemulihan, sementara sebagian lainnya telah kembali beraktivitas dengan kondisi yang membaik.

Pemda memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelayanan medis di Puskesmas hingga pemantauan lanjutan bagi anak-anak yang telah diperbolehkan pulang.

“Proses pengobatan akan terus dipantau agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut,” ucap dia.

Berita Terkait

Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar
OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw
Tanggulangi Karhutlah, 1.470 Personel Perusahaan dan 176 KTPA Siaga di OKI .
47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih
Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI
OKI Optimalkan Banpres Rp20 Miliar untuk Perkuat Penanganan Karhutla
Dugaan Pembelian BBM Subsidi Tak Wajar di SPBU Pematang Panggang Jadi Sorotan 
Kejari OKI Musnahkan Narkotika hingga Senjata Api dari Perkara Inkracht
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:37 WIB

Enam Perusahaan Diawasi, Pemkab OKI Verifikasi Area Terbakar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:35 WIB

OKI Optimalkan Peran MPA untuk Cegah Karhutla di Wilayah Raw

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Tanggulangi Karhutlah, 1.470 Personel Perusahaan dan 176 KTPA Siaga di OKI .

Rabu, 30 September 2026 - 17:01 WIB

47 Tim Muda OKI Berebut Tiket ke Seri Nasional Liga Merah Putih

Selasa, 29 September 2026 - 10:21 WIB

Menjadi Jembatan Akses Keuangan, Mantri BRI Menembus Pelosok OKI

Berita Terbaru