Janjikan Proyek Fiktif, Oknum Polisi di Vonis 2 Tahun 8 Bulan Penjara

- Redaksi

Kamis, 7 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Terlibat kasus penipuan proyek pengerasan jalan di daerah Baturaja, terdakwa Vulton Matheos yang merupakan oknum Polisi, di vonis dengan pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan.

Putusan tersebut dibacakan majelis hakim Budiman Sitorus SH MH, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kamis (7/3/2024).

Dalam Amar putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa perbuatan terdakwa Vulton Matheos telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana penipuan,dengan cara menjanjikan proyek pengerasan jalan di daerah Baturaja sehingga korban mengalami kerugian sebesar Rp 225 juta.

Atas perbuatan terdakwa Vulton Matheos diatur dan diancam pidana dalam Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 Ayat (1) Ke 1 KUHP.

“Mengadili dan menjatuhkan pidana penjara terhadap terhadap terdakwa Vulton Matheos dengan pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan,“ tegas Majelis Hakim, saat di persidangan.

Setelah mendengarkan putusan yang dibacakan oleh majelis hakim, baik terdakwa maupun JPU menyatakan terima.

Diberitahukan pada persidangan sebelum, bahwa terdakwa Vulton Matheos, dituntut JPU dengan pidana penjara selama 3 tahun. Dalam dakwaan JPU, bahwa terdakwa Vulton Matheos tepatnya pada tahun 2022 ,Alumni SMA Negeri 15 Palembang mengadakan acara reunian.

Kemudian salah satu teman korban bernama Dedi Hermansyah memberitahukan kepada Terdakwa jika korban (Yulian) ingin memulai bisnis mendengar hal tersebut kemudian terdakwa mulai mendekati Korban.

Selanjutnya terdakwa dan korban bersama temanya bertemu di Café Kedai Dalu, setelah bertemu Terdakwa menawarkan kerjasama Proyek Pengerasan Jalan di Daerah Baturaja dengan modal sebesar Rp 1,5 Milar  dengan hasil keuntungan dari proyek tersebut akan dibagi 2 (dua) antara terdakwa dan korban.

Dan terdakwa juga mengatakan kepada korban jika dirinya memiliki banyak mengenal kontraktor di Baturaja, mendengarkan hal itu korban pun pecaya karena  perkerjaan Terdakwa sebagai Anggota Polri.

Selanjutnya pada tanggal 21 Januari 2022  sekira pukul 15.30 WIB, Terdakwa menghubungi korban  untuk mengirimkan uang sebesar Rp.10 juta, kemudian korban mengirim uang dan mentransfer ke rekening terdakwa.

Kemudian pada tanggal 28 Januari 2022, terdakwa kembali meminta uang kepada korban, lalu korban menyuruh terdakwa datang kerumahnya untuk mengambil uang tunai sebesar Rp 215 juta , kemudian korban pun menghubungi temanya  Badi’i Irsyad dan Dedi Harmansyah  untuk datang kerumah karbon sebagai saksi saat serah terima uang tersebut.

Selanjutnya sekira akhir Februari 2022,Korban menanyakan kemajuan proyek pekerjaan tersebut kepada terdakwa dan terdakwa beralasan belum ada pencairan.

Sehingga pada bulan Maret 2022 korban kembali menghubungi terdakwa namun jawabannya tetap sama sehingga korban meminta kembali uang miliknya akan tetapi terdakwa tidak bisa mengembalikan uang tersebut malah terdakwa menawarkan kembali kepada korban  jika ada proyek yang lebih besar lagi nilainya dari yang sebelumnya dan korban sudah tidak lagi percaya dengan kata-kata terdakwa.

Kemudian pada tanggal 1 Juni 2023, terdakwa menemui korban membuat surat pernyataan yang berisikan terdakwa akan mengembalikan uang milik korban selambat-lambatnya pada tanggal 30 Juni 2023.

Namun sampai waktu yang dijanjikan terdakwa tetap tidak bisa mengembalikan uang tersebut kepada korban, mengetahui jika pekerjaan Proyek Pengerasan Jalan di Daerah Baturaja tidak pernah ada sehingga dan korban pun merasa dibohongi ahrinya korban melaporkan terdakwa ke Polda Sumsel. (ANA)

Berita Terkait

Kejati Sumsel Pulihkan Rp127,2 Miliar, PT SMB Bayar Tahap Pertama Rp10,5 Miliar
Aksi di Kantor Wali Kota dan Gubernur, SIRA-PST Desak Pemerintah Uji Kualitas Udara di Kertapati
Kuasa Hukum Sucipto Wijaya Gugat SP3 Polda Sumsel, Nilai Penghentian Penyidikan Janggal
Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital
Kuasa Hukum Korban Sebut Kerugian Tembus Rp1,8 Miliar, Minta Guru ASN Terdakwa Penipuan Dihukum Berat
Sidang Perdana Praperadilan Wabup Nonaktif PALI Iwan Tuaji Digelar, Kuasa Hukum Soroti Penyebutan OTT
Pelayanan Kepolisian Di Polrestabes Palembang Gratis
Kuasa Hukum Minta Yansori Dibebaskan, Tegaskan Unsur Korupsi Tak Terbukti dan Bantah Terdakwa Mafia Tanah

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Kejati Sumsel Pulihkan Rp127,2 Miliar, PT SMB Bayar Tahap Pertama Rp10,5 Miliar

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Aksi di Kantor Wali Kota dan Gubernur, SIRA-PST Desak Pemerintah Uji Kualitas Udara di Kertapati

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:08 WIB

Kuasa Hukum Sucipto Wijaya Gugat SP3 Polda Sumsel, Nilai Penghentian Penyidikan Janggal

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:12 WIB

Kapolrestabes Palembang: Media dan Aktivis Pilar Strategis Menjaga Kamtibmas di Era Digital

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:34 WIB

Kuasa Hukum Korban Sebut Kerugian Tembus Rp1,8 Miliar, Minta Guru ASN Terdakwa Penipuan Dihukum Berat

Berita Terbaru