Nama: Novia Wulandari
NIM : PO7124126003
Prodi : D-III Kebidanan
Integritas Sebagai Wajah Pengamalan Pancasila
Bagi saya, Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dipelajari di ruang kelas, melainkan pedoman hidup yang membentuk cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah perkembangan teknologi yang begitu pesat, pengamalan nilai-nilai Pancasila tidak lagi terbatas pada lingkungan keluarga, sekolah, atau masyarakat, tetapi juga mencakup ruang digital yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Perubahan zaman tidak mengurangi relevansi Pancasila, melainkan menghadirkan bentuk-bentuk baru dalam penerapannya.
Salah satu nilai Pancasila yang saya upayakan untuk diterapkan adalah menjaga integritas dalam menggunakan media digital. Sebelum membagikan suatu informasi, saya selalu berusaha memastikan bahwa berita tersebut berasal dari sumber yang terpercaya. Kebiasaan sederhana ini merupakan wujud tanggung jawab moral agar tidak ikut menyebarkan informasi yang keliru, menyesatkan, atau berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurut saya, sikap tersebut mencerminkan pengamalan Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, karena menghormati hak setiap orang untuk memperoleh informasi yang benar. Selain itu, tindakan tersebut juga mencerminkan Sila Ketiga, Persatuan Indonesia, karena penyebaran informasi yang bertanggung jawab turut menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan dan pendapat.
Nilai lain yang saya pegang teguh adalah menghargai hasil karya orang lain. Dalam mengerjakan tugas kuliah maupun menulis, saya selalu berusaha menghindari plagiarisme dengan mencantumkan sumber rujukan secara jujur dan sesuai kaidah yang berlaku. Sikap ini mungkin tampak sederhana, tetapi merupakan bentuk penghormatan terhadap proses, kreativitas, dan kerja keras orang lain. Bagi saya, integritas bukan hanya berarti menaati aturan, melainkan juga menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab dalam setiap tindakan.
Melalui pengalaman tersebut, saya semakin memahami bahwa pengamalan Pancasila tidak selalu diwujudkan melalui tindakan besar atau peristiwa yang luar biasa. Justru kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten menjadi fondasi terbentuknya karakter yang berintegritas dan bertanggung jawab. Menjaga etika dalam berkomunikasi, bersikap jujur dalam berkarya, serta menghormati hak orang lain merupakan bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di era digital.
Pada akhirnya, Pancasila akan benar-benar hidup apabila setiap individu mampu menghayati dan menerapkannya dalam setiap keputusan serta tindakan sehari-hari. Dengan demikian, Pancasila tidak berhenti sebagai hafalan atas lima sila semata, tetapi menjadi nilai yang membimbing perilaku masyarakat dalam mewujudkan kehidupan yang beradab, bersatu, adil, dan bermartabat, baik di dunia nyata maupun di ruang digital.















