Inovasi Kacang Koro: UMKM Berlian Progo Bangkit Berkat Program CSR Pertamina Patra Niaga

- Redaksi

Rabu, 5 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wkwk

Wkwk

SUARAPUBLIK.ID, YOGYAKARTA – Di tengah menurunnya minat masyarakat terhadap bahan pangan lokal, sekelompok ibu rumah tangga di Bantul justru berhasil menghidupkan kembali potensi kacang koro bahan baku tradisional yang hampir terlupakan. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Patra Niaga, mereka tergabung dalam UMKM Berlian Progo dan kini menjadi inspirasi baru bagi pelaku usaha kecil di Yogyakarta.

Awalnya, kacang koro dianggap tidak memiliki nilai ekonomi tinggi. Selain sulit diolah, tanaman ini juga mulai langka karena minimnya petani yang menanam. Namun situasi berubah ketika Pertamina Patra Niaga menawarkan pelatihan dan bantuan peralatan kepada masyarakat sekitar untuk mengembangkan produk berbasis potensi lokal.

Ester, salah satu anggota UMKM Berlian Progo, mengungkapkan bahwa program tersebut menjadi titik balik bagi para ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya beraktivitas di rumah. Mereka kemudian memilih kacang koro sebagai bahan utama untuk dikreasikan menjadi berbagai jenis camilan sehat.

“Kami ingin sesuatu yang berbeda. Pertamina memberikan pelatihan dan bantuan alat, sehingga kami bisa berinovasi. Kini sudah ada 13 anggota aktif yang ikut memproduksi berbagai olahan dari kacang koro,” ujar Ester, Rabu (5/11/2025).

Dari tangan kreatif para anggota UMKM ini, lahirlah beragam produk seperti tempe koro, keripik tempe, susu kacang koro, hingga tempe bacem frozen dan cookies koro yang unik. Produksi dilakukan rutin dengan bahan baku sekitar 10 kilogram kacang koro setiap kali pengolahan. Tak hanya memasarkan makanan olahan, warga juga menjual kacang koro kering yang bisa dijadikan bibit.

Menariknya, produk-produk Berlian Progo kini sudah menembus pasar luar daerah bahkan hingga ke luar negeri. “Kami pernah menerima permintaan dari Aceh hingga Korea. Ada yang pesan sampai satu ton bibit, tapi kami belum mampu penuhi semua,” jelas Ester.

Indrani Fitri, anggota lainnya, menambahkan bahwa usaha ini tidak hanya memberikan penghasilan tambahan, tetapi juga berdampak ekologis. Hampir seluruh bagian tanaman kacang koro dimanfaatkan, mulai dari kulit ari untuk pakan ternak, air rebusan untuk menyiram tanaman, hingga kulit luar yang diolah menjadi briket arang. “Tidak ada yang terbuang. Semua bisa dimanfaatkan,” ujarnya.

Dari sisi keamanan pangan, pengolahan kacang koro dilakukan dengan sangat hati-hati karena mengandung asam sianida alami. Proses perendaman dan perebusan dilakukan selama tiga hari berturut-turut agar aman dikonsumsi. Kandungan gizinya pun hampir setara dengan kedelai, menjadikannya alternatif sehat bagi penderita asam urat.

Sementara itu, Area Manager Communication, Relation and CSR Pertamina Patra Niaga Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menyampaikan bahwa program pemberdayaan UMKM Berlian Progo merupakan salah satu wujud nyata CSR yang berkelanjutan. Program ini telah mendapatkan penghargaan Propermas 2023 berkat keberhasilannya menciptakan inovasi berbasis potensi lokal.

“Setiap program CSR kami berjalan 1–5 tahun dengan target jelas, termasuk pembangunan kapasitas, infrastruktur produksi, dan digitalisasi pemasaran. Program tempe koro ini adalah contoh bagaimana inovasi lokal bisa memberikan dampak besar bagi masyarakat,” ujar Rusminto.

Kini, UMKM Berlian Progo bukan hanya simbol kebangkitan usaha kecil di Bantul, tetapi juga bukti bahwa kearifan lokal dapat menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pendampingan dan kemitraan yang tepat, bahan pangan sederhana seperti kacang koro pun mampu menembus pasar nasional bahkan internasional.

Berita Terkait

Di Tengah Kabut Dieng, Terbangun Sinergi Bank Sumsel Babel dan Media Sumbagsel
BSB Resmi Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik dan Video Konten kreator
PGN Serahkan Bantuan CSR 50 Gerobak Sampah dan Insinerator untuk Dukung Pengelolaan Sampah di Yogyakarta
Optimisme Konsumen Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sumsel
Integritas Nyata dalam Governansi, Amien Sunaryadi Dianugerahi GRC Lifetime Achievement Award 2025
Pertamina Drilling Raih Penghargaan dari JOB Tomori
Sowan ke Sultan HB X, PGN Pastikan Kelancaran Pembangunan Jargas di DIY
Sebulan Menjabat Kepala OJK Sampaikan Langkah Kerja Bangun Sumsel Bersama

Berita Terkait

Sabtu, 24 Januari 2026 - 19:27 WIB

Di Tengah Kabut Dieng, Terbangun Sinergi Bank Sumsel Babel dan Media Sumbagsel

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:01 WIB

BSB Resmi Kick Off Kompetisi Karya Jurnalistik dan Video Konten kreator

Rabu, 5 November 2025 - 16:19 WIB

Inovasi Kacang Koro: UMKM Berlian Progo Bangkit Berkat Program CSR Pertamina Patra Niaga

Kamis, 9 Oktober 2025 - 09:57 WIB

PGN Serahkan Bantuan CSR 50 Gerobak Sampah dan Insinerator untuk Dukung Pengelolaan Sampah di Yogyakarta

Minggu, 28 September 2025 - 16:16 WIB

Optimisme Konsumen Jaga Pertumbuhan Ekonomi Sumsel

Berita Terbaru