Sebulan Menjabat Kepala OJK Sampaikan Langkah Kerja Bangun Sumsel Bersama

YOGYAKARTA421 Dilihat
SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG –
Meski baru satu bulan menjabat sebagai Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wilayah Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel-Babel), Arifin Susanto telah memiliki beberapa langkah kerja utama untuk dengan melibatkan seluruh lapisan untuk membangun Provinsi Sumsel bersama.
Hal itu disampaikannya dalam Media Update, Journalist Class dan Media Gathering bersama Kawan Pers Sumsel Babel di Griya Persada Convention Hotel and Resort, Yogyakarta, Selasa (9/7/2024).
Katanya, ada lima kerja utama yang telah direncanakan bersama Pemerintah Daerah dan instansi terkait, Pertama OJK telah membentuk Sekertariat Bersama (Sekber) Pemerintah Provinsi Sumsel tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Bahkan hal ini dipinta langsung oleh PJ Gubernur Sumsel Elen Setiadi.
“Nanti awal bulan Agustus kita akan siapkan Kantor untuk tim Sekber TPID yang berada di Kantor OJK Sumsel Babel. Sekber TPID ini tujuannya Menyelaraskan dan mebangun sinergi semua tim percepatan akses keuangan daerah serta memperluas akses keuangan daerah,” katanya.
Lalu, Pengawasan dan penanggulangan  aktivitas keuangan Ilegal. OJK bahkan sudah membentuk forum Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). OJK juga terus  memasifkan mengedukasi konsumen melalui edukasi keuangan dan program literasi keuangan.
“Tak hanya Pinjol, Judi Online (Judol) juga kita awasi secara ketat, bahkan sejauh ini telah diblokir 4.921 Rekening yang terlibat Judol,” ungkapnya.
Ketiga, bersama mengembangkan Digitalisasi yang saat ini telah digagas Pemerintah Daerah.
Empat, OJK juga Membangun Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (Desa Eki) yang berada di Kabupaten Lahat dan Kota Pagaralam serta di Daerah Bangka Belitung.
Program ini dilaksanakan di Lubuk Buntak Pagar Alam dan Tanjung Menang, Jarai Lahat, yang dikenal dengan potensi kopi yang besar.
OJK sadar, potensi Kopi yang ada di Sumsel tak diimbangi dengan pemahaman terkait jasa keuangan dan berharap dapat meningkatkan akses keuangan merata hingga ke pelosok kebun kopi di Sumsel.
“Dengan program ini kita juga mengusung misi mengembalikan kejayaan kopi Sriwijaya,” tegas Arifin.
Tak hanya itu, EKI juga ditargetkan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Desa – Desa agar masyarakat tak ragu dalam menggunakan jasa keuangan yang selama ini Inisiatif tersebut hanya berada di Kota – kota.

    Komentar