Ini Beda Hepatitis Akut dan Hepatitis Biasa Versi Kemenkes

- Redaksi

Minggu, 15 Mei 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: net

Ilustrasi. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeberkan perbedaan hepatitis akut misterius dan hepatitis biasa.

Sebagai informasi, kasus hepatitis akut ditemukan di beberapa negara, termasuk Indonesia. Hingga saat ini, penyakit tersebut mengakibatkan tujuh anak di Indonesia meninggal.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi membeberkan sejumlah perbedaan hepatitis akut dan biasa, sebagaimana dikutip cnn indonesia, Minggu (15/5/2022).

Menurut Nadia, gejala hepatitis akut ini bisa memburuk dalam waktu cepat, yakni sekitar dua hingga lima hari.

Anak yang terpapar hepatitis akut kemudian tidak sadar. Bahkan, mereka sempat mengalami kejang-kejang.

“Tapi kemudian pada kondisi-kondisi tertentu bisa gejala menjadi semakin berat dalam hitungan dua hingga lima hari,” kata Nadia, Sabtu (14/5).

“Kemudian anak bisa tidak sadar, kejang-kejang. Bahkan, untuk salah satu pengobatannya membutuhkan transplantasi hati,” lanjut Nadia.

Sementara itu, mengutip Detik Health, gejala seperti kejang tidak ditemukan dalam kasus hepatitis pada umumnya.

“Karena kalau 14 hari orang yang terkena hepatitis jadi kejang, penurunan kesadaran, kalau hepatitis normal nggak akan terjadi kejang, itu kuncinya dia,” imbuh dia.

Nadia mengatakan hepatitis akut menyerang pasien usia 1 tahun-17 tahun. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan Kemenkes, setidaknya terdapat sejumlah gejala hepatitis akut.

Gejala tersebut, antara lain seperti, mual, diare, dan muntah. Gejala mual dan muntah yang terjadi secara berulang bisa membuat pasien kehilangan cairan. Karena gejala tersebut, asupan air bagi pasien hepatitis akut harus cukup.

Selain itu, sejumlah pasien juga dilaporkan mengalami demam ringan, nafsu makan menurun, dan nyeri sendi.

Gejala lain yang perlu diwaspadai adalah urine berwarna kuning pekat hingga gelap serta feses berwarna pucat.

Kemudian, gejala penyakit kuning, seperti munculnya bagian mata atau kulit yang menguning, juga menjadi gejala hepatitis misterius ini.
(*)

Berita Terkait

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport
Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:55 WIB

Kapolres Empat Lawang Lepas Tim Dan Atlet Bulutangkis Menuju Kapolda Cup Esport

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Berita Terbaru