Idul Fitri Tahun Ini Tanpa Penyekatan Bagi Pemudik

- Redaksi

Jumat, 22 April 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyematan pita pada apel gelar pasulan ops ketupat pengamanan Idul Fitri 1443 H. (Photo: Delta Handoko)

Penyematan pita pada apel gelar pasulan ops ketupat pengamanan Idul Fitri 1443 H. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Hari Raya Idul Fitri 1443 H/ 2022, akan berbeda dengan beberapa tahun belakangan, karena pemerintah akan memberikan kelonggaran bagi masyarakat yang ingin berkumpul dengan keluarga pada momen mudik lebaran.

Hal ini disampaikan Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni saat menjadi inspektur upacara serta membacakan amanat Kapolri Jenderal Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, pada Apel Gelar Pasukan Pengaman Hari Raya Idul Fitri 1443 H dalam Rangka Ops Ketupat Musi Tahun 2022, di Lapangan Upacara Polres Pagar Alam, Jum’at (22/4/2022).

Walikota memparkan, Bahwa Operasi ketupat ini akan dilaksanakan selama 12 hari mulai tanggal 28 April sampai dengan tanggal  9 Mei 2022 dengan  melibatkan 144.392 personel pengamanan gabungan (terdiri dari Polri, TNI, dan Instansi Terkait), dengan berfokus pada 101.700 objek diseluruh Indonesia, baik Masjid, Tempat Wisata, Pusat Perbelanjaan, Terminal, Pelabuhan, Stasiun Kereta Api dan Bandara. Serta akan ditempatkan pada 1.710 pos pengamanan, 734 pos pelayanan dan 258 pos terpadu.

Dikatakannya, perayaan hari raya Idul Fitri sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan seperti beribadah, berkumpul dan bersilaturahmi dengan keluarga serta sahabat.

“Untuk itulah pada tahun ini Pemerintah memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada masyarakat untuk dapat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukannya penyekat-penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” papar Walikota.

Lanjutnya lagi, bahwa Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan oleh Pemerintah tersebut tentunya harus kita sikapi dengan tetap menjaga agar penyebaran COVID-19 tidak mengalami peningkatan.

“Yakni dengan tetap melakukan langkah-langkah yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah, seperti tetapi menerapkan 3M, menggunakan aplikasi peduli lindungi pada objek wisata, melaksanakan vaksinasi dan langkah-langkah lainnya,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi
Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona
Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial
Langka Progresif Walikota Pagar Alam Sektor Pariwisata, Launching Titik Nol Pendakian Puncak Dempo
Gerebek Tempat Karaoke, Tim Gabungan Temukan Tiga Pemandu Karaoke Positif Narkoba
LUAR BIASA! Jawab Krisis Khatib IKADI Pagar Alam Turut Pecahkan Rekor MURI Dalam Pelatihan Khatib Nasional

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 16:53 WIB

Transfer Pusat Makin Seret,Pemkot Pagar Alam Putar Otak Kejar PAD Sektor Pajak dan Retribusi

Selasa, 3 November 2026 - 12:53 WIB

Sejarah Baru! Kopi Pagar Alam Kembali ke Eropa Setelah Era VOC, Kini Dibawa Petani Sendiri ke Barcelona

Minggu, 1 November 2026 - 18:00 WIB

Lepas 41 Atlet POPDA,Wako Ludi :Buktikan Pagar Alam Bisa Juara Meski Punya Keterbatasan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Asisten II Pimpin Rapat Strategis, Pembentukan BUMD Pagar Alam Masuki Fase Krusial

Berita Terbaru

Kota Palembang

Modus Beri Tumpangan, Mahasiswa Unsri Jadi Korban Curas

Jumat, 6 Nov 2026 - 15:52 WIB