Honi, Calon Kades Tanjung Kepayang Nomor Urut 2 Siap Memberikan Yang Terbaik Untuk Masyarakat

Banyuasin603 Dilihat

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Tahapan Pilkades serentak di Kabupaten Banyuasin kini sudah masuk tahapan penetapan bakal calon kades (Balondes) dan sekaligus pengundian nomor urut. Seperti halnya di Desa Tanjung Kepayang Kecamatan Banyuasin III.

Dimana para bakal calon kades telah resmi ditetapkan dan telah mendapatkan nomor urut. Salah satunya Honi, mantan kades dua periode ini kembali maju di Pilkades Tanjung Kepayang dengan nomor urut 2.

Majunya Honi untuk kembali bertarung Pilkades Tanjung Kepayang karena didasari ingin mengabdi dengan desa dan siap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat, memajukan desa nya yang lebih baik lagi dengan melakukan kerja nyata bukan janji.

Dengan sikap yang tegas dan penampilan sederhana dengan ucapan “Tidak banyak janji yang penting bukti, Tidak banyak kata yang penting kerja nyata”

“Majunya saya di Pilkades ini dengan tekad yang kuat apa adanya dan hanya dengan tekad ingin mengabdi, dan bekerja bersama masyarakat untuk bisa sama-sama maju membangun desa Tanjung Kepayang yang lebih baik lagi,” ungkap dia.

Dengan visi misi yang amanah untuk membangun Desa Tanjung Kepayang ” Menuju Karmen aman, tentram, ekonomis, sejahtera, agamis dan akhlakkul karimah,”Sebut dia.

Kandidat nomor urut 2 itu mengaku, siap memberikan yang terbaik untuk Desa Tanjung Kepayang, mulai dari pembangunan hingga pelayanan masyarakat.

“Kami kan dipilih untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat, bagaimana kami melayani masyarakat, dan jika kami terpilih, yah, harus menjaga amanah itu,” kata Honi kepada media ini, Senin (28/8).

Ditanya soal strateginya di Pilkades, Honi nampak masih menutup diri. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat.”Yah, biar masyarakat yang menilai bagaimana kita, yang penting niatnya kita murni untuk membangun desa, tidak neko neko,” tutur dia.

Honi berharap, masyarakat Tanjung Kepayang dapat lebih bijak dalam menentukan pilihannya.”Harapan kita masyarakat lebih bijak memilih, artinya jika dibayar, tidak memilih karena uang, karena itu sama saja mereka menggadaikan masa depan desanya dengan uang,”ucap dia. (Adm)

    Komentar