Heboh Pocong Viral di Gandus Ternyata Hasil AI, Pembuatnya Diamankan Polisi

- Redaksi

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku pembuat Pocong pakai AI saat di amankan

Pelaku pembuat Pocong pakai AI saat di amankan

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Kehebohan foto pocong yang sempat viral dan membuat warga Gandus resah akhirnya terjawab. Polisi mengungkap bahwa gambar yang beredar luas di media sosial tersebut bukan peristiwa nyata, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang dibuat oleh seorang pemuda berinisial FEBRIANTO alias EBI (24).

 

Misteri foto pocong yang sempat menghebohkan dan meresahkan warga Gandus akhirnya terungkap. Setelah viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari masyarakat, Polsek Gandus berhasil mengamankan pembuat konten tersebut.

 

Pelaku diketahui bernama FEBRIANTO alias EBI (24), seorang wiraswasta. Dari hasil pemeriksaan polisi, foto pocong yang beredar luas itu dipastikan bukan kejadian nyata, melainkan hasil rekayasa menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI).

 

Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengatakan, pihaknya bergerak cepat menindaklanjuti informasi yang beredar di masyarakat karena foto tersebut telah menimbulkan keresahan dan berbagai spekulasi.

 

“Kami telah mengamankan pembuat konten yang viral tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI,” ujar AKP I Made Budi Harta, Minggu (31/5/2026).

 

Menurut Kapolsek, banyak masyarakat yang sempat mempercayai foto tersebut sebagai kejadian nyata. Bahkan, tidak sedikit warga yang membagikan ulang foto itu ke berbagai grup media sosial sehingga membuat isu tersebut semakin berkembang.

 

“Foto tersebut sempat membuat masyarakat bertanya-tanya dan menimbulkan keresahan. Setelah kami lakukan pendalaman, ternyata foto itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa digital menggunakan AI,” jelasnya.

 

Dalam pemeriksaan, FEBRIANTO alias EBI mengakui perbuatannya. Ia juga membuat video klarifikasi sekaligus permintaan maaf kepada masyarakat atas foto yang telah dibuat dan disebarkannya.

 

Dalam video tersebut, EBI mengaku bahwa foto pocong yang viral itu sepenuhnya merupakan hasil editan AI.

 

“Terkait viralnya foto yang beredar di media sosial di Gandus itu, itu fix editan dari AI. Saya pribadi minta maaf atas keresahan masyarakat. Sekali lagi itu kesalahan dari saya pribadi. Itu tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf,” ujar EBI dalam video klarifikasinya.

 

Pengakuan tersebut sekaligus membantah berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat mengenai kemunculan sosok pocong di wilayah Gandus. Polisi memastikan foto yang beredar hanyalah hasil manipulasi digital dan tidak memiliki unsur kejadian nyata.

 

Kapolsek Gandus AKP I Made Budi Harta mengapresiasi sikap kooperatif pelaku yang mengakui kesalahannya dan bersedia membuat klarifikasi secara terbuka.

 

“Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Klarifikasi ini penting agar tidak ada lagi kesalahpahaman atau informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat,” katanya.

 

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial, terutama di era perkembangan teknologi AI yang semakin canggih dan mampu menghasilkan gambar maupun konten yang terlihat sangat nyata.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi atau foto yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Saat ini teknologi AI bisa membuat gambar yang sangat meyakinkan. Karena itu masyarakat harus lebih kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah konten,” tegas AKP I Made Budi Harta.

 

Selain itu, Kapolsek juga mengingatkan para kreator konten untuk lebih bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi digital.

 

“Silakan berkreasi di media sosial, tetapi harus memperhatikan dampaknya. Jangan sampai demi mengejar viral justru membuat masyarakat resah atau menimbulkan informasi yang tidak benar,” pungkasnya.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan dapat memberikan banyak manfaat, namun juga dapat menimbulkan dampak negatif apabila digunakan tanpa tanggung jawab. Masyarakat pun diharapkan semakin cermat dan bijak dalam menyikapi berbagai konten yang beredar di dunia maya.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

WCC Palembang Edukasi Perempuan tentang Kesehatan Menstruasi dan Penggunaan Cindo-Pads
Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 Suguhkan Beragam Hiburan dan Inspirasi Modifikasi
Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan
BNNP Sumsel Geruduk Dua Lokasi Hiburan Malam di Palembang
Empat Bulan Buron, Perampas Motor KLX di OKI Akhirnya Dibekuk Tim Jatanras Polda Sumsel
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Edukasi Pola Hidup Sehat bagi Siswa MIT Saqu Imam Malik Lahat
OJK dan Pemprov Sumsel Resmikan Outlet UMKM Sultan Muda, Perkuat Ekosistem Wirausaha Muda
Gelapkan Motor Pinjaman, Pria di Palembang Dibekuk Buser Polsek SU II

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:03 WIB

WCC Palembang Edukasi Perempuan tentang Kesehatan Menstruasi dan Penggunaan Cindo-Pads

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:01 WIB

Public Exhibition New Honda Vario Evo 160 Suguhkan Beragam Hiburan dan Inspirasi Modifikasi

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:00 WIB

Polisi Ringkus Terduga Pembunuh Petani di Kebun Warkuk Ranau Selatan

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:14 WIB

BNNP Sumsel Geruduk Dua Lokasi Hiburan Malam di Palembang

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:12 WIB

Empat Bulan Buron, Perampas Motor KLX di OKI Akhirnya Dibekuk Tim Jatanras Polda Sumsel

Berita Terbaru