Harga Kelapa di Pasar Tradisional Empat Lawang Naik

- Redaksi

Jumat, 22 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah kelapa
Foto: net

Buah kelapa Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, EMPAT LAWANG – Untuk mendapatkan kuah santan sayur yang lezat, Ibu-ibu di Kabupaten Empat Lawang mau tidak mau harus memeras kantong keuangan rumah tangganya dahulu, sebelum dapat memeras kelapa sayur. Pasalnya, harga kelapa parut di pasar-pasar dalam Kabupaten Empat Lawang, sudah cukup mahal.

Bayangkan, harga buah kelapa, saat ini sudah mencapai Rp10 ribu perbutir. Sementara harga kelapa parut, saat ini sudah Rp20 ribu hingga mencapai Rp25 ribu per kilogramnya (Kg).

Informasi yang berhasil dihimpun, tingginya harga kelapa sayur di Kabupaten Empat Lawang, lantaran di wilayah kabupaten ini, tidak ada perkebunan kelapa. Petani hanya menanam pohon kelapa hanya sebagai tanaman selang saja. Sementara, pohon kelapa di kabupaten ini, sudah banyak ditebang dengan alasan macam-macam.

Sementara para pedagang di kabupaten ini, mendatangkan buah Kelapa dari Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), untuk menjaga permintaan atau kebutuhan buah Kelapa di wilayah ini. Tentu saja, jauhnya tempat pemasok buah Kelapa dan tingginya permintaan akan buah Kelapa, membuat harga buah Kelapa kian melambung.

Dikatakannya, saat ini untuk mendapatkan buah kelapa, para pedangang harus memesan terlebih dahulu ke tengkulak yang ada di Provinsi Sumbar. Tentu saja permasalahan lain juga muncul. Para tengkulak tidak mau mengirimkan buah Kelapa, jika pemesanan hanya sedikit.

“Padahal pedagang kecil seperti kita, tidak cukup modal untuk membeli buah kelapa dengan skala besar,” ujarnya.

Lanjutnya, sangat wajar jika para tengkulak tidak melayani pemesanan dengan skala kecil. Karena pengiriman buah Kelapa juga cukup mahal, mengingat jauhnya tempat untuk melakukan pengiriman buah Kelapa.

“Saya sudah keliling kemana-mana dalam wilayah kabupaten kita, mencari biji Kelapa ini, tetap tidak ada. Mau tidak mau harus ke luar provinsi,” katanya.

Terpisah, Desy (32) salahseorang Ibu rumah tangga (IRT), mengeluhkan mulai tingginya harga kebutuhan dapur, di Kabupaten Empat Lawang. Dia berharap ada upaya nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, menghadapi lonjakan harga yang kian tidak terkendali akhir-akhir ini.

“Saya tidak bisa membayangkan. Bagaimana nantinya, bisa-bisa bukan selangit lagi harganya, namun sudah tujuh langit,” cetusnya. (Alf)

Berita Terkait

Bupati Empat Lawang Tegaskan Larangan KKN, Jual Beli Proyek dan Jabatan
Masjid Al-Bukhori Gelar Shalat Jumat Pertama di Perumnas Gatri Residence Empat Lawang
Dua Kandidat Resmi Bertarung, Konferkab III PWI Empat Lawang Siap Pilih Ketua Baru
Empat Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Jeruji Ventilasi Saat Petugas Lengah
Pemkab Empat Lawang Gelar Salat Iduladha Bersama, Joncik Ajak Warga Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim
Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang Digulung, Polda Sumsel Bakar 200 Kg Barang Bukti dan Kejar Tiga DPO
Siswo Pranoto Resmi jabat Wakil Ketua I DPRD Empat Lawang
Rotasi dan Promosi Pejabat Kembali Dilakukan di Pemkab Empat Lawang

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:18 WIB

Bupati Empat Lawang Tegaskan Larangan KKN, Jual Beli Proyek dan Jabatan

Jumat, 5 Juni 2026 - 19:54 WIB

Masjid Al-Bukhori Gelar Shalat Jumat Pertama di Perumnas Gatri Residence Empat Lawang

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:20 WIB

Dua Kandidat Resmi Bertarung, Konferkab III PWI Empat Lawang Siap Pilih Ketua Baru

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:15 WIB

Empat Tahanan Polres Empat Lawang Kabur, Bobol Jeruji Ventilasi Saat Petugas Lengah

Rabu, 27 Mei 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Empat Lawang Gelar Salat Iduladha Bersama, Joncik Ajak Warga Teladani Keikhlasan Nabi Ibrahim

Berita Terbaru

101 Pekebun Sawit OKI yang mengikuti pelatihan implementasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (9/6/2026). Foto: istimewa

Kota Palembang

BPDP dan ISKOL Latih 101 Pekebun Sawit OKI Terapkan Standar ISPO

Rabu, 10 Jun 2026 - 15:36 WIB