Hanya Setengah Jam, 16 Ton Minyak Goreng Curah Ludes

- Redaksi

Kamis, 31 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangki minyak goreng curah yang baru saja tiba di agen pada pasar yang ada di Kecamatan Kayu Agung.

Tangki minyak goreng curah yang baru saja tiba di agen pada pasar yang ada di Kecamatan Kayu Agung.

SUARAPUBLIK.ID, OKI – Hanya dalam waktu 30 menit atau setengah jam saja, 16 ton minyak goreng curah yang tiba di agen ludes diserbu para pedagang dan para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Mereka sudah antre di salah satu agen di Kecamatan Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir, Rabu (30/3/2022).

Menurut Kepala Dinas Perdagangan OKI Drs H. Alamsyah, M.Si, melalui Sekretaris Dinas Legianto ME, untuk menghindari kerumunan para pedagang dan pelaku IKM, distribusi minyak goreng curah dilakukan di tiga kecamatan berbeda.

“Hari ini minyak goreng curah masuk ke agen yang ada di Kecamatan Kayu Agung, Pedamaran dan Lempuing. Pembelinya kebanyakan dari pedagang pasar dan pelaku IKM di sekitar pasar, biar tidak terjadi kerumunan didistribusikan di Kecamatan Kayu Agung sebanyak 4 tangki dan di Pedamaran serta Tugumulyo sebanyak 2 tangki,” katanya.

Sebanyak 33 ton lebih minyak goreng curah tiba di agen yang ada di Kecamatan Kayu Agung, Ogan Komering Ilir pada Rabu (30/3) sore. Pasokan minyak goreng dikirim melalui empat mobil tangki milik PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dengan tonase kurang lebih 8,4 ton per tangki. Selain itu, pendistribusian juga dilakukan distributor PT PPI ke agen yang ada di Pedamaran dan Tugumulyo.

“Selain itu para agen harus mengisi pakta integritas, kalau mereka harus menjual sesuai HET, jadi kalau belinya disini Rp14.000 per liter, atau Rp15.500 rupiah perkilo,” ungkap Legianto.

Sementara, dengan masuknya minyak goreng curah ini, para pedagang dan pelaku usaha industri kecil menengah (IKM) mengaku sangat terbantu.

“Minyak goreng curah itu di pasaran sekarang sudah jarang ada, kalaupun ada baru sebentar saja sudah habis dibeli orang, harganya pun juga mahal,” keluh Santi, salah satu pelaku IKM yang ikut mengantri sejak sore.

Menurutnya, minyak goreng curah sulit dicari, sementara harga minyak goreng kemasan tidak terjangkau.

“Kalau tidak pakai minyak curah itu ya tidak cocok sama hasil olahan yang kami produksi. Sedangkan harga minyak di pasaran kan harganya tinggi, makanya ini mumpung ada minyak masuk ya ke sini meski antre sampai malam,” katanya.

Diketahui, beberapa waktu terakhir minyak goreng curah seperti menghilang dari pasaran di OKI. Ketika ada, harganya akan melebihi ketetapan harga tertinggi (HET) yakni Rp20.000 per kilogram. (Dhi)

Berita Terkait

Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan
Kejari OKI Dalami Dugaan Penyimpangan di BRI Unit Pampangan, Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara
Belum Perdulinya Sikap OPD OKI Terhadap Peran Jurnalis
Raih Nilai ‘Baik’ dalam Penilaian Pelayanan Publik, RSUD Kayuagung Berikan Kepuasan untuk Masyarakat 
Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Tradisi Midang Morge Siwe di Kayuagung, Apresiasi Nilai Budaya dan Pariwisata
OKI Gencarkan Gerakan Anti-Scam, Masyarakat Diajak Waspada Kejahatan Siber
TPID OKI Sidak Agen Sembako Pastikan Stok Aman Jelang Lebaran
Rumah Dipugar, Kepercayaan Diri Dipulihkan: Jalan Aisyah Kembali ke Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:11 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Komitmen Pembangunan Berkelanjutan melalui Dukungan Infrastruktur dan Percepatan Ekonomi Ramah Lingkungan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:17 WIB

Kejari OKI Dalami Dugaan Penyimpangan di BRI Unit Pampangan, Masih Tunggu Hasil Audit Kerugian Negara

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:09 WIB

Belum Perdulinya Sikap OPD OKI Terhadap Peran Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 14:33 WIB

Raih Nilai ‘Baik’ dalam Penilaian Pelayanan Publik, RSUD Kayuagung Berikan Kepuasan untuk Masyarakat 

Rabu, 25 Maret 2026 - 07:05 WIB

Sekda Sumsel Edward Candra Hadiri Tradisi Midang Morge Siwe di Kayuagung, Apresiasi Nilai Budaya dan Pariwisata

Berita Terbaru