Gubernur Sumsel: Aspirasi Boleh, Tapi Jangan Terprovokasi

- Redaksi

Jumat, 29 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru saat diwawancarai langsung pada, Jum'at (29/82025). Foto: Tia

Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru saat diwawancarai langsung pada, Jum'at (29/82025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang tengah menjadi perhatian publik, termasuk tragedi yang menimpa seorang pengemudi ojek online (ojol) yang terlindas mobil taktis milik Brimob saat terjadi kericuhan dalam unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

“Saya secara pribadi sangat prihatin atas kejadian itu, terlebih karena melibatkan teman kita. Namun, jangan sampai persoalan ini digeneralisasi atau dijadikan masalah daerah. Sumsel dalam keadaan baik dan kondusif,” ujar Herman Deru saat dibincangi langsung pada, Jumat (29/8/2025).

Deru menegaskan jika Sumsel dikenal sebagai provinsi dengan tingkat konflik sosial yang rendah (zero conflict).

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga citra tersebut dengan terus merawat kerukunan dan toleransi yang telah terbangun.

“Kita ini warga Sumsel yang dikenal dengan semangat Zero Conflict, ini adalah keunggulan kita yang harus dijaga. Mari kita pisahkan persoalan pribadi dari stabilitas daerah. Saya harap masyarakat tetap menjunjung tinggi toleransi antaragama, antarsuku, dan antarprofesi. Ini penting agar kekompakan yang menjadi modal pembangunan tetap terjaga,” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa penanganan kasus hukum sepenuhnya menjadi ranah aparat penegak hukum.

“Soal proses hukumnya, biarlah diselesaikan sesuai prosedur. Kita percayakan pada penegak hukum untuk menanganinya secara adil,” tuturnya.

Deru menambahkan terkait rencana penyampaian aspirasi oleh kelompok mahasiswa maupun pengemudi ojek daring yang dijadwalkan pada awal pekan depan.

“Terkait taksi atau aksi Senin nanti, kita lihat saja perkembangannya. Menyampaikan aspirasi itu hak warga negara, tidak dilarang. Tapi kita juga perlu melihat temanya apa dulu, baru kita bisa menanggapi secara proporsional,” ucapnya.

Ia mengatakan menjaga suasana damai dan saling menghormati, terutama di tengah dinamika sosial yang kerap cepat menyebar di ruang publik.

“Kita harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dan tetap mengutamakan persatuan,” kata dia.

Berita Terkait

Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis
Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi
Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah
Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I
Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang
Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian
Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 20:52 WIB

Rayakan HUT ke-76 Sumsel, Wyndham Opi Hotel Palembang Tawarkan Paket Menginap Spesial dengan Sajian Kuliner Gratis

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Sarasehan Forkopimda Sumsel, Kapolda Tegaskan Polri Tidak Ambil Alih, Tapi Percepat Solusi

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:45 WIB

Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:41 WIB

Respons Kilat Polrestabes Palembang Tangani Kasus Pecah Kaca Mobil di Ilir Barat I

Jumat, 1 Mei 2026 - 10:51 WIB

Berita Terbaru

Kota Palembang

Cekcok Lahan Parkir Berujung Sadis, Seorang Buruh Disiram Cuka Parah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:45 WIB