Gubernur Herman Deru Pastikan Pemprov Sumsel Tanggung Penuh Penanganan dan Akomodasi Keluarga Korban Bus ALS

- Redaksi

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru menegaskan Pemerintah Provinsi Sumsel memberikan penanganan cepat dan maksimal bagi para korban kecelakaan bus ALS (Antar Lintas Sumatera) dengan mengerahkan fasilitas kesehatan terbaik, pendampingan intensif, hingga menanggung penuh akomodasi keluarga korban.

 

Hal tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri kegiatan Bakti Sosial Celah Bibir di RS Khusus Mulut dan Gigi (RSKGM), Jumat (22/5/2026).

 

“Itu kita bantu mulai dari akomodasi, penginapan, hotel, makan dan minum keluarga korban, hingga transportasi yang layak. Kita berikan yang terbaik bagi korban dan keluarga korban,” kata Herman Deru.

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel dr. Trisnawarman menjelaskan, fasilitas yang langsung disiapkan Pemprov Sumsel bagi korban kecelakaan bus ALS di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) meliputi akomodasi, penginapan, konsumsi atau makan dan minum keluarga korban selama proses pemeriksaan ante mortem dan post mortem, termasuk pemulangan jenazah, penyediaan peti jenazah, hingga transportasi dari hotel menuju RS Bhayangkara.

 

“Dinkes Sumsel terus melakukan koordinasi intensif dengan menugaskan delapan dokter dan perawat untuk membantu tim DVI (Disaster Victim Identification) Polda Sumsel dalam proses ante mortem dan post mortem, serta berkoordinasi dengan Dinkes Muratara dalam penanganan korban ALS dan rujukan ke RS Muara Rupit serta RS Bhayangkara,” jelasnya.

 

Tenaga medis dan tim kesehatan yang diturunkan sejak hari pertama kecelakaan terdiri atas 10 dokter dan perawat dari Dinkes Sumsel, 20 personel dari RS Bhayangkara dan Dokkes Polda Sumsel, serta empat orang tim forensik dari RS Polri Pusat.

 

Seluruh biaya perawatan korban bus ALS ditanggung melalui Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, dan RS Bhayangkara.

 

Dalam proses evakuasi korban, ambulans milik Polres Muratara, Polres Lubuklinggau, serta Dinkes Muratara turut dikerahkan.

 

“Dinkes Sumsel juga melakukan pendampingan kepada keluarga korban, membantu administrasi surat-menyurat, menyediakan ambulans untuk mengantar jenazah ke Muratara, serta hadir dalam setiap press release,” ujarnya.

 

Pemprov Sumsel juga membantu proses pemulangan jenazah ke daerah asal melalui kerja sama dengan Dinkes Muratara dan PT ALS.

 

Hingga saat ini, tersisa satu korban kecelakaan bus ALS yang masih menjalani pemulihan di RS Bhayangkara.

 

Trisnawarman mengungkapkan, kendala terbesar yang dihadapi tenaga kesehatan di lokasi kejadian adalah sulitnya proses identifikasi korban karena kondisi tubuh korban yang mengalami luka bakar berat.

 

Namun demikian, pertolongan pertama di lokasi kejadian dinilai cukup memadai sebelum korban dirujuk untuk mendapatkan penanganan spesialis bedah plastik.

 

“Untuk rencana penambahan fasilitas kesehatan, kami akan terus berkoordinasi dengan kabupaten/kota terkait penanganan korban bencana massal. Kami juga berkoordinasi dengan Dinkes se-Sumsel untuk mitigasi dan persiapan apabila terjadi bencana lainnya,” ujarnya.

 

Koordinasi antara Dinkes Sumsel dan Dinkes kabupaten/kota dilakukan secara berkelanjutan melalui komunikasi telepon maupun kehadiran langsung tim kesehatan ke Palembang.

 

Lebih lanjut, Trisnawarman menjelaskan Pemprov Sumsel juga memberikan bantuan khusus bagi korban luka bakar berat yang membutuhkan penanganan jangka panjang melalui dukungan Jasa Raharja, BPJS Kesehatan, serta pendampingan pasien hingga sembuh.

 

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan saat bepergian guna mengantisipasi kecelakaan massal.

 

“Kepada masyarakat yang akan bepergian, jangan lupa menyiapkan data-data lengkap, memilih perjalanan yang memiliki manifes penumpang, serta memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat,” pesannya.

 

Sebagai langkah antisipasi dan percepatan penanganan apabila terjadi kecelakaan besar di masa mendatang, Pemprov Sumsel bekerja sama dengan Polda Sumsel, pemerintah kabupaten, Dinkes, Jasa Raharja, RS Bhayangkara, dan berbagai pihak terkait lainnya.

 

“Dinkes Sumsel terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengoordinasikan bantuan yang diberikan kepada korban dan Polda Sumsel,” tandasnya.

 

Sebagai informasi, kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di wilayah Muratara terjadi pada Rabu (6/5/2026).

Editor : Jaks

Berita Terkait

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan
Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan
Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas
IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga
Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD
Pendampingan Kader Posyandu Palembang Dalam Lomba SE Sumsel 
Bawa Senpira Saat Konvoi Bermotor, Pelajar SMK Gajah Mada Palembang Diamankan Polisi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Kebahagiaan Kemerdekaan bagi 19 Anak Panti Asuhan Yunida Rizki
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:51 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Rebut Juara 3, Taklukkan Palembang 2-1 di Turnamen Sepak Bola IKAPTK se-Sumatera Selatan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Kuasa Hukum Ajun Bantah Hakim dan JPU Memihak, Ungkap Fakta Persidangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Diduga Tak Terima Ditegur, Pegawai Pecel Lele Baku Hantam hingga Rekannya Tewas

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 14:28 WIB

IKAPTK Muba-Banyuasin Gagal ke Final, Siap Bangkit Rebut Juara Ketiga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:37 WIB

Gelar Rakor di Sumsel, Kemendagri Minta Pemda Genjot Creative Financing dan Kinerja BUMD

Berita Terbaru

pendidikan

Pancasila dalam Langkah Hidupku

Minggu, 23 Agu 2026 - 14:49 WIB