Gelontorkan Ribuan Ton Beras Buat Pekerja Informal

- Redaksi

Minggu, 18 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi beras bantuan. Foto: net

Ilustrasi beras bantuan. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Menteri Sosial Tri Rismaharini mengungkapkan sebanyak 2.010 ton beras untuk pekerja informal terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali, siap didistribusikan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada menteri kabinet untuk bisa mempercepat penyaluran bantuan sosial baik itu program keluarga harapan (PKH), bantuan sosial tunai (BST), kartu sembako, hingga obat-obatan gratis kepada masyarakat. Di tengah pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat yang direncanakan akan diperpanjang hingga akhir Juli 2021 mendatang.

“Untuk bansos PKH dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Kartu Sembako, sudah disalurkan sejak awal Juli,” ujarnya dalam siaran resminya, Minggu (18/7/2021) dikutip cnbc indonesia.

“Respons Arahan Presiden, dorong penyaluran 2.010 ton beras untuk pekerja informal terdampak pandemi se Jawa-Bali,” kata Risma.

Risma mengatakan, Kemensos akan mencairkan BST untuk 10 juta KPM selama dua bulan, dari Mei-Juni yang akan dibayarkan sekaligus pada Juli dan akan dikirimkan 18,8 juta KPM untuk penyaluran kartu sembako.

Besaran nilai dana yang akan digelontorkan sebesar Rp 17,46 triliun untuk BST dan Rp 42,37 triliun untuk Kartu Sembako. Kemudian untuk PKH dana yang akan digelontorkan sebesar Rp 28,3 triliun, yang akan disalurkan oleh PT Pos Indonesia dan Bank-bank Milik Negara (Himbara).

Bersama Perum Bulog, Kemensos juga akan menyalurkan beras sebesar 200 ribu ton untuk 10 juta KPM pada PKH dan 10 juta KPM untuk program BST.

Selain itu, kata Risma ada juga bantuan beras sebesar 5 kg yang akan diberikan kepada masyarakat pekerja sektor informal yang tidak bisa bekerja, karena terdampak PPKM Darurat.

“Mereka di antaranya pedagang kaki lima, pemilik warung, pengemudi ojek, pekerja lepas, dan sebagainya di Jawa dan Bali. Data penerima bantuan beras 5 kg ini dari usulan pemerintah daerah. Penerima adalah mereka yang tidak menerima atau di luar penerima 3 jenis bansos reguler, yakni PKH, BPNT/Kartu Sembako dan BST,” jelas Risma.

Khusus program penyaluran beras 5 kg untuk pekerja informal tersebut, Risam menjelaskan akan disalurkan melalui Dinsos Kab/Kota untuk warga terdampak Covid-19 di seluruh Kab/Kota di wilayah Jawa dan Bali.

“Masing-masing mendapatkan bantuan 3.000 paket 5 kg untuk 122 kabupaten/kota, dan 6.000 paket 5 kg untuk enam ibukota provinsi,” ujarnya.
(*)

Berita Terkait

Berintegritas Tinggi dan Innovative, Dirkrimsus Polda Gorontalo Raih Penghargaan Level Asia
Hutama Karya Berikan Potongan Tarif Tol untuk Dukung Kelancaran Nataru
15 Personel Basarnas Palembang Dikirim ke Sumbar untuk Perkuat Operasi SAR
Pembangunan Ramp Junction Palembang Rampung, Tol Palindra – Kapal Betung Tersambung Menyeluruh
Polda Gorontalo Raih Penghargaan di Tingkat Nasional Dalam Penyelesaian Kasus Korupsi
Tol Betung – Tempino – Jambi Seksi 3 Beroperasi Tanpa Tarif
Tol Tempino – Ness Raih Bintang 5 pada Sertifikat Laik Fungsi dan Operasi
Semarak HUT RI ke-80, Trafik Tol JTTS Naik 23 Persen

Berita Terkait

Selasa, 23 Desember 2025 - 22:16 WIB

Berintegritas Tinggi dan Innovative, Dirkrimsus Polda Gorontalo Raih Penghargaan Level Asia

Selasa, 2 Desember 2025 - 19:35 WIB

Hutama Karya Berikan Potongan Tarif Tol untuk Dukung Kelancaran Nataru

Senin, 1 Desember 2025 - 15:40 WIB

15 Personel Basarnas Palembang Dikirim ke Sumbar untuk Perkuat Operasi SAR

Jumat, 24 Oktober 2025 - 19:09 WIB

Pembangunan Ramp Junction Palembang Rampung, Tol Palindra – Kapal Betung Tersambung Menyeluruh

Senin, 20 Oktober 2025 - 18:37 WIB

Polda Gorontalo Raih Penghargaan di Tingkat Nasional Dalam Penyelesaian Kasus Korupsi

Berita Terbaru