Garis Kemiskinan Pagar Alam Tunjukan Penurunan

- Redaksi

Kamis, 1 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni. (Photo: Delta Handoko)

Walikota Pagar Alam, Alpian Maskoni. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2022, angka kemiskinan di Kota Pagar Alam menunjukkan garis penurunan. Kondisi demikian, tidak terlepas dengan serangkaian program pembangunan yang telah dilakukan pemerintah kota Pagar Alam.

Dari data Susenas yang dilakukan BPS Pagar Alam per Maret 2022, menunjukkan angka penurunan dibandingkan tahun lalu (2021).

Hal ini diungkapkan Kepala BPS Pagar Alam Aldianda Maisal, jika penurunan ini berdasarkan survey terhadap sejumlah indikator.

“Persentase penduduk miskin (P0) di Kota Pagar Alam tahun 2022 sebesar 8,47 persen, mengalami penurunan dibandingkan  9,40 di tahun 2021. Angka kemiskinan ini diperoleh dari hasi pendataan Susenas Maret 2022,” terangnya.

Dia menjelaskan, penduduk dikategorikan miskin apabila memiliki rata rata pengeluaran per kapita per bulan dibawah dibawah garis kemiskinan (GK). Garis Kemiskinan ini  mencerminkan nilai rupiah pengeluaran minimum yang diperlukan seseorang untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya selama sebulan, baik kebutuhan makanan maupun non-makanan.

Ia menjelaskan, GK terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Non-Makanan (GKNM). Untuk GK Kota Pagar Alam tahun 2022 sebesar 370.417 per kapita per bulan. Selain persentase penduduk miskin (P0), indikator kemiskinan lain yaitu indeks keparahan kemiskinan (P1) dan indeks kedalaman kemisikinan (P2) di Kota Pagar Alam mengalami penurunan dibanding 2021.

Untuk indeks keparahan kemiskinan (P1) 2022 sebesar 0,88 dan indeks kedalaman kemiskinan (P2) 0,18. Semakin tinggi nilai P1 menggambarkan bahwa semakin jauh rata rat pengeluaran masyarakat miskin terhadap garis kemiskinan sedangkan semakin tinggi nilai P2 menggambarkan semakin tinggi ketimpangan pengeluaran antar penduduk miskin.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menyampaikan  bahwa semua program yang dilakukan telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kedepan kita berusaha semaksimal mungkin untuk memastika program yang kita lakukan benar benar bermanfaat buat masyarakat Pagar Alam,” terangnya. (ANA)

Berita Terkait

Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi
Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD
Era Baru NU Pagar Alam Dibawah Pimpinan Deni Priansyah, 3 Lembaga Strategis Dilantik Sebagai Mesin Perjuangan 
Di Sumsel Baru Pagar Alam! KTNA Diberi Kepercayaan Kelola Lahan Pertanian Secara Mandiri
Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah
Pesan Menyentuh MUI Pagar Alam, Jangan Awali Pernikahan yang Sakral dengan Hal yang Menghilangkan Keberkahan
Cegah Konflik SARA, Asisten I Dahnial Nasution Buka Raker FPK Kota Pagar Alam
Kejar Predikat Sangat Baik, Sekda Pagar Alam Pimpin Langsung Rapat Evaluasi NSPK Manajemen ASN

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 22:36 WIB

Bukan Sekedar Publikasi! Deni Priansya : LTN NU Dilantik Sebagai Penyeimbang Pemerimtah Wujudkan Visi Misi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:54 WIB

Kontrak 1.727 PPPK Paruh Waktu Segera Habis, BKPSDM Pagar Alam Beri Deadline Keras ke OPD

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:15 WIB

Era Baru NU Pagar Alam Dibawah Pimpinan Deni Priansyah, 3 Lembaga Strategis Dilantik Sebagai Mesin Perjuangan 

Rabu, 30 September 2026 - 20:12 WIB

Di Sumsel Baru Pagar Alam! KTNA Diberi Kepercayaan Kelola Lahan Pertanian Secara Mandiri

Senin, 28 September 2026 - 15:13 WIB

Tata Kelola Pemkot Pagar Alam Diuji, Sekda Minta OPD Jangan Setengah-Setengah

Berita Terbaru

Pengurus dan anggota BKPRMI Sumsel foto bersama di Masjid Khairul Amal,Sabtu(03/09/2026).

Kota Palembang

Pengurus DPK BKPRMI Kalidoni Resmi Dilantik

Senin, 5 Okt 2026 - 06:18 WIB

Kota Palembang

Terbukti Abai terhadap Karhutla, Izin Usaha Terancam Dicabut

Minggu, 4 Okt 2026 - 18:53 WIB