Feby Deru Ingatkan   Pengrajin Kain  Khas Sumsel Untuk Memanfaatkan   Pewarnaan Alami

- Redaksi

Minggu, 9 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OGAN  ILIR –   Ketua TP PKK Sumsel Feby Deru mengajak kader PKK kabupaten/kota se-Sumsel belajar proses pembuatan kain jumputan dengan pewarna alami. Ini dilakukannya  sebagai upaya mendorong pemulihan ekonomi bagi para perajin kain dan UMKM di Sumsel.

“Mari kita sama-sama belajar bagaimana proses pembuatan kain jumputan pewarna alami. Sebab kini permintaan kain khas dengan pewarna alami cukup tinggi. Saya ingin para Kader PKK bisa meningkatkan kapasitasnya dalam pelatihan ini, dan menularkan ilmunya kepada para kader PKK di wilayah masing-masing,” kata Feby saat memberikan arahan pada pelatihan sandang pewarna alami, di Galeri Warna Alam, desa Ulak Bedil, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (10/10) pagi.

Menurutnya setiap daerah di Sumsel memiliki kain khas, yang apabila dilestarikan dan dikembangkan lagi secara kreatif dan inovatif akan meningkatkan pendapatan ekonomi, serta memperluas jangkauan pasar.

“Kalaupun misalnya tidak mempunyai kain  khas yang unik, ini juga tidak masalah. Tetap fokus pada kain yang ada saja. Beberapa daerah yang saya ketahui, seperti Prabumulih dengan pewarna alami dari serat nanas, Muba dengan pewarna alam Gambo Muba-nya, ini silahkan dilanjutkan. Manfaatkan bahan-bahan alami yang ada di sekitar kita,” ujar Feby.

Feby yang saat itu hadir didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Sumsel Hj Fauziah MY, praktek langsung membuat kain jumputan dengan pewarna alami.

Pelatihan sandang pewarna alami ini diampu narasumber Meki Okiyasari, yang adalah pemilik Galeri Warna Alam. Berbekal prestasi yang ditorehkannya, Meki membagikan ilmunya kepada para peserta pelatihan

“Jangan pandang saya dengan embel-embel penghargaan yang saya dapat. Di sini kita sama-sama belajar. Dulu saya juga belajar dari nol seperti ibu dan bapak semua,” ucap Meki.

Ia menjelaskan bahan pewarna alam yang digunakannya berasal dari tumbuhan  secang, jengkol, mahoni, indigo, mangrove, dan kayu-kayuan.

Untuk proses pembuatan kain jumputan, ada sejumlah tahapan yang harus dilakukan.

“Mulai dari pembuatan motif, proses mordan kain, proses pembuatan jumputan, proses pembuatan zat warna alam pada tumbuhan, dan proses pewarnaan jumputan,” jelas Meki.

Kemudian hal terpenting, dalam membuat kain jumputan adalah menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam proses pembuatan

Usai praktek pewarnaan alami, Hj Feby bersama Hj  Fauziah mengunjungi sentra kerajinan perak Global Silver di Tanjung Batu.

Berita Terkait

Karding: Inovasi Tanpa Biosecurity Ciptakan Risiko, Biosecurity Tanpa Inovasi Akan Tertinggal
Dua Korban Tenggelam di Sungai Ogan Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian
Aksi Pencurian Sawit Digagalkan, Satu Pelaku Dibekuk Polisi Berkat Laporan Warga
Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir
Karhutla di Ogan Ilir Terkendali, Tim Gabungan Padamkan Api dan Pastikan Tak Ada Titik Bara
Karhutla di Ogan Ilir Berhasil Dipadamkan, Tiga Hektare Lahan Terdampak
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Sisir Sungai Ogan Cari Wili yang Hilang Terseret Arus

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:49 WIB

Karding: Inovasi Tanpa Biosecurity Ciptakan Risiko, Biosecurity Tanpa Inovasi Akan Tertinggal

Minggu, 2 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Dua Korban Tenggelam di Sungai Ogan Masih Hilang, Tim SAR Perluas Pencarian

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:07 WIB

Aksi Pencurian Sawit Digagalkan, Satu Pelaku Dibekuk Polisi Berkat Laporan Warga

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:05 WIB

Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Selatan Monitoring Ketersediaan Bahan Pokok di Pasar Indralaya Kabupaten Ogan Ilir

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:38 WIB

Karhutla di Ogan Ilir Terkendali, Tim Gabungan Padamkan Api dan Pastikan Tak Ada Titik Bara

Berita Terbaru

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Kota Palembang

Simpul Pangan Nusantara Himpun Pengetahuan Pangan Lokal Sumsel

Rabu, 28 Okt 2026 - 15:50 WIB