Dikira Bisa Cegah Virus Corona, Penjualan Antibiotik Meningkat 70 Persen

- Redaksi

Rabu, 7 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staff Humas Apotik Kimia Farma cabang Letkol Iskandar, Nur Rahma. (Photo: Reza Mardiansyah)

Staff Humas Apotik Kimia Farma cabang Letkol Iskandar, Nur Rahma. (Photo: Reza Mardiansyah)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Antibiotik kadang dikira bisa digunakan untuk mencegah dan mengobati penyakit yang disebabkan oleh virus. Bahkan, karena ketidakpahaman ini juga, masyarakat ramai membeli obat yang justru hanya ampuh melawan bakteri.

Untuk menangkal penyakit infeksi virus, harusnya diperlukan obat antiviral atau antivirus. Cara kerja obat antiviral ini tentu berbeda dengan antibiotik.

Seperti yang dikatakan Nur Rahma, Staff Humas Apotek Kimia Farma Palembang. Ia membenarkan sejak pertengahan Juni sampai awal Juli 2021 ini, banyak masyarakat yang ingin membeli Antibiotik. Harapannya, obat tersebut bisa mencegah virus corona (COVID-19).

“Benar, belakangan ini banyak yang mencari antibiotik untuk cegah COVID-19. Namun, kami biasanya memberikan informasi kepada pembeli kegunaan dari obat yang akan dibeli. Harusnya untuk pengobatan virus memakai obat antivirus,” kata Rahma, Rabu (7/7/2021).

Atas dasar ini juga, ia menerangkan jika terjadi peningkatan penjualan sejak pertengahan Juni 2021. Bahkan peningkatan penjualan mencapai 70 persen dari biasanya.

“Beberapa hari ini bahkan terjadi kekosongan untuk obat golongan antivirus, seperti Oseltamivir dan Vapir di Gerai kami. Tapi kami telah memesan lagi golongan Antivirus namun belum tahu kapan kembali ready stock,” terang Nur.

Dijelaskan Nur, masyarakat harusnya bisa memahami lebih dahulu kegunaan dari obat yang akan dibeli, apalagi membeli secara langsung (tidak pakai resep dokter).

“Soalnya kalau mau membeli Antivirus untuk mencegah Covid-19, bukanya ampuh malah akan menyebabkan Efek samping. Karena untuk orang yang tidak terkena Covid menggunakan Antivirus jika kedepanya ia terkena virus, malah virus itu akan kebal dari obat antivirus yang diminum kembali. Bahkan jika memang terkena Covid dan ingin membeli Antivirus juga harus memakai resep dari dokter,” jelasnya.

Ditambahkanya, selain antivirus yang saat ini banyak di cari. Saat ini penjulan Vitamin mulai dari E, C, D dan Zink penjualanya tengah meningkat. (ANA)

Berita Terkait

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit
Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang
88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga
Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara
Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida
Bocah Kelamin Ganda Segera Dioperasi, Orangtua: Semoga Berjalan Lancar
Bayi 10 Bulan Idap Penyakit Hipospedia, Berharap Dapat Bantuan Pemerintah
RSUD Palembang BARI Siapkan Ruang Isolasi Pasien Mpox

Berita Terkait

Senin, 5 Januari 2026 - 20:17 WIB

Kasus Super Flu Masuk di Sumsel, 5 Orang Terjangkit

Selasa, 4 November 2025 - 17:28 WIB

Kasus Bocah SD Lebam di Kedua Matanya, Ini Tanggapan Dokter Spesialis di Palembang

Jumat, 26 September 2025 - 22:38 WIB

88 Persen Siswa SD di Palembang Alami Gigi Berlubang dan Penumpukan Kotoran Telinga

Jumat, 26 September 2025 - 16:13 WIB

Imbas Siswa Keracunan, MBG di SDN 178 Palembang Distop Sementara

Rabu, 20 November 2024 - 16:15 WIB

Antisipasi Kenaikan Kasus DBD, Dinkes Segera Sebar Larvasida

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Waspada Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Starlink untuk Sekolah

Senin, 16 Mar 2026 - 13:10 WIB