Diduga untuk Pembangunan Sekolah, SM Gunakan Dana PIP Tanpa Penerima

- Redaksi

Selasa, 4 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SM, saat menyampaikan klarifikasi. (Photo: Istimewa)

SM, saat menyampaikan klarifikasi. (Photo: Istimewa)

SUARAPUBLIK.ID, BANYUASIN – Dugaan penyalahgunaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) kembali mencuat di SD Negeri 19 Air Salek. SM, salah satu pihak yang terlibat dalam pengelolaan dana tersebut, menjadi sorotan setelah diduga menggunakan dana PIP tanpa sepengetahuan para penerima yang sah.

Menurut informasi, sejumlah wali murid mengaku tidak pernah menerima bantuan PIP yang seharusnya disalurkan sejak tahun 2020.

Saat dikonfirmasi pada Selasa, 4 November 2025, di ruang kantor SDN 19 Air Salek, SM mengatakan bahwa semua sudah diselesaikan. Menanggapi pertanyaan wartawan, bagaimana cara penyelesaian tersebut, dia menerangkan, bahwa pihak sekolah telah melakukan penyelesaian secara internal.

“Kami sudah menyelesaikan dengan melakukan pemanggilan kepada wali siswa dan mengembalikan uang PIP tersebut,” ujarnya.

“Kami sudah mengembalikan dana tersebut kepada wali murid yang komplain kepada kami. Saya bukan maling, sebab dana tersebut untuk kepentingan pembangunan sekolah,” tegasnya.

Namun, pernyataan tersebut justru menimbulkan pertanyaan besar. Pasalnya, tidak ada bukti tertulis atau berita acara yang menunjukkan adanya persetujuan dari para penerima manfaat dana PIP.

Sejumlah wali murid menilai, tindakan tersebut jelas melanggar aturan, sebab dana PIP merupakan hak pribadi siswa penerima, bukan untuk kepentingan pembangunan sekolah.

Namun, keterangan berbeda disampaikan salah seorang wali murid saat ditemui di tempat terpisah. Wali murid tersebut mengaku memang pernah dipanggil oleh pihak sekolah, namun belum menerima uang yang dijanjikan.

“Kami memang pernah dipanggil untuk diserahkan sejumlah uang, tapi kami belum menerima uang tersebut karena dalam proses serah terima uang itu ada yang memberatkan kami, yaitu adanya surat pernyataan yang harus kami tanda tangani,” ungkap salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

“Dana PIP adalah hak anak kami, bukan untuk pembangunan. Sekolah sudah punya anggaran tersendiri dari pemerintah,”ujar salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya,” tegasnya. (ANA)

Berita Terkait

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura
5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni
Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang
Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas
Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Satu-satunya Perguruan Tinggi di Sumatera, UMP Raih Nominator Mitra Klinik Hukum Terbaik
Ratu Dewa Pastikan Sekolah Rusak Diperbaiki Tahun Depan
Fakultas Hukum Unsri Jajaki Kemitraan dengan Leiden Law School Belanda

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 19:05 WIB

Perkuat Pemerataan Pendidikan, Gubernur Herman Deru Resmikan Asrama SMA Negeri 3 Martapura

Rabu, 1 April 2026 - 21:03 WIB

5 Universitas Negeri Terbaik di Inggris, Kualitasnya Mumpuni

Minggu, 29 Maret 2026 - 12:33 WIB

Menumbuhkan Budaya Literasi Melalui Pojok Baca Berbasis Proyek di SDN 216 Palembang

Kamis, 22 Januari 2026 - 22:36 WIB

Launching Universitas Muhammadiyah OKU Timur, Mendisdakmen RI Abdul Mu’ti: Wujudkan Generasi Indonesia Unggul Berkualitas

Rabu, 14 Januari 2026 - 06:15 WIB

Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan

Berita Terbaru

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru saat diwawancarai langsung, Senin (9/6/2026). Foto: Tia

Kota Palembang

Herman Deru Segera Usulkan Plt Bupati Muara Enim Pasca OTT KPK

Selasa, 9 Jun 2026 - 17:43 WIB