Nama : Najwa Adifa
NIM : PO7131126125
Prodi : D3 Gizi
Peran Pancasila dalam Membentuk Pribadi yang Berkarakter
Bagi saya sendiri, Pancasila bukanlah sekadar pajangan dinding kelas atau teks yang dibaca saat ada upacara. Pancasila adalah cetak biru moral yang membentuk cara saya berpikir, merasakan, adil, perduli pada sesama dan tindakan sehari-hari. Sebagai seorang individu, saya melihat kelima sila ini mengalir dalam darah kepribadian saya sehari-hari.
Sila Pertama (Ketuhanan Yang Maha Esa): Mengajarkan saya untuk selalu bersyukur dan takut akan Tuhan. Nilai ini membuat saya sadar bahwa setiap tindakan diawasi oleh Sang Pencipta, sehingga saya berusaha berbuat jujur dan berprilaku yang baik.
Sila Kedua (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab): Membentuk kepekaan rasa (empathy) dalam diri saya. Supaya selalu membiasakan diri untuk berpikir sebelum berbicara agar tidak menyakiti orang lain. Sifat ini membuat saya menjadi pendengar yang baik bagi teman-teman yang sedang mengalami masa sulit.
Sila Ketiga (Persatuan Indonesia): Mengingatkan saya untuk pentingnya menjaga kerukunan dilingkungan sekitar. Saya bangga dengan perbedaan dan saya juga berusaha menghindari perpecahan dalam pergaulan sehari-hari.
Sila Keempat (Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan): Mengajarkan saya untuk tidak egois atau keras kepala dalam diri saya. Saat menghadapi masalah didalam kelompok atau organisasi saya mengutamakan jalan musyawarah dan mendengarkan pendapat orang lain dengan kepala dingin.
Sila Kelima (Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia): Memotivasi diri saya untuk bersikap adil dan tahu diri. Saya sadar bahwa untuk menuntut hak (seperti nilai bagus atau apresiasi), saya harus menuntaskan kewajiban (belajar dan bekerja keras) terlebih dahulu. Sila ini juga membentuk diri Saya supaya berusaha menyeimbangkan antara hak dan kewajiban serta peduli terhadap nasib orang di sekitar.








