Nama : Amirah Wafiqah Zahirah
NIM : PO7131226002
Kelas : D4-Gizi
Pancasila dan Implementasinya terhadap Kehidupan Sehari-hari
Sedari kecil saya selalu bertanya-tanya kepada orang tua saya, “Kenapa sih harus menggunakan hijab?”
Saat saya masih kecil dan mulai bisa melontarkan banyak hal yang keluar dari hati dan pikiran, salah satu pertanyaan saya kepada orang tua adalah mengapa hanya saya yang berhijab, sedangkan teman-teman lain tidak memakainya. Namun, orang tua saya menjawab dengan lembut bahwa kami memeluk agama Islam yang mewajibkan seorang perempuan memakai hijab. Ibu ingin saya belajar menggunakannya sedari kecil agar terbiasa dan mengerti bahwa hal itu wajib.
Seiring berjalannya waktu, akhirnya saya menyadari bahwa hijab yang saya kenakan bukan hanya aksesori ataupun perintah orang tua semata, melainkan sebuah kewajiban yang harus dijalankan sebagai bentuk ketaatan kepada Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Dari hal tersebut, saya menyadari bahwa bukan hanya ketaatan kepada Allah yang saya jalankan, tetapi saya juga telah berhasil mengimplementasikan sila pertama Pancasila, yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa.”
Tak hanya pada sila pertama, saya juga berusaha menerapkan sila-sila berikutnya. Pada sila kedua, yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, saya menerapkannya dengan cara berteman dengan siapa pun tanpa melihat latar belakang, baik agama, kondisi finansial, ataupun hal lainnya.
Ketika mulai menyadari bahwa di dunia ini terdapat berbagai macam agama, saya bertemu dengan seorang teman yang memiliki keyakinan berbeda.
Saat sedang duduk sendirian di sebuah ayunan, saya tersadar bahwa seorang anak perempuan berkuncir menghampiri saya. Ia kemudian mengajak saya berkenalan dan mengobrol bersama. Setelah itu, ketika saya bercerita kepada orang tua, saya mengetahui bahwa ia menganut agama yang berbeda dengan saya.
Meskipun kami menganut agama yang berbeda, hal itu tidak membuat saya menjauh darinya. Justru, saya belajar dari orang tua bahwa di dunia ini terdapat berbagai macam agama dan perbedaan tersebut bukanlah penghalang bagi kita untuk saling dekat dan berteman dengan orang lain.
Pelajaran tersebut terus saya ingat hingga saya menjadi mahasiswa dan semakin sering bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang. Bukan hanya berbeda agama, tetapi juga ras, suku, maupun karakter. Namun, hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi kami untuk menjalin hubungan yang baik. Kami tetap berteman, berinteraksi, dan saling membantu satu sama lain.
Dari pengalaman tersebut, saya juga telah menerapkan nilai sila ketiga Pancasila, yaitu “Persatuan Indonesia”, dengan bekerja sama mengerjakan tugas serta menjalani perkuliahan meskipun memiliki perbedaan latar belakang. Saya belajar bahwa meskipun memiliki perbedaan, kita tetap dapat hidup berdampingan, bekerja sama, dan menjaga persatuan Indonesia agar tetap utuh.
Ketika berkuliah dan membentuk kelompok tugas, kami sering dihadapkan pada perbedaan pendapat dalam mengambil keputusan. Namun, kami berusaha untuk saling mendengarkan pendapat tanpa memaksakan keinginan masing-masing. Dari hal tersebut, saya memahami betapa pentingnya menerapkan musyawarah sebagai bentuk pengamalan sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan”, sehingga keputusan yang diambil dapat diterima dan dijalankan bersama.
Pada sila kelima atau sila terakhir, yaitu “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia”, saya berusaha mengimplementasikan sila tersebut dengan menyadari bahwa semua orang berhak mendapatkan kehidupan yang layak. Menurut saya, keadilan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berbagi makanan dan alat tulis kepada orang yang membutuhkan. Hal tersebut membuat saya ingin ikut membantu dengan menyalurkan makanan, alat tulis, dan kebutuhan lain kepada orang yang membutuhkan.
Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD 1945. Namun, jika dipahami lebih mendalam, Pancasila bukan hanya berfungsi sebagai dasar negara. Kita sebagai bangsa Indonesia harus menerapkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sehingga terbentuk negara yang adil dan sejahtera.
















