SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Diduga disebabkan mobil dump truk bermuatan tanah yang hampir setiap harinya melintas, membuat Jalan di Komplek Perumahan Poligon amblas dan berlubang cukup dalam.
Jalan berlubang tergenang lumpur oleh air hujan turun tersebut, berada tepat di gerbang akses keluar masuk Kompleks Perumahan Poligon Musi 2, Kecamatan Bukit Besar, tidak jauh dari SD Negeri 12 Palembang.
Kerusakan jalan yang sudah berbulan-bulan dibiarkan tanpa adanya perbaikan itu, sangat dikeluhkan masyarakat sekitar. Termasuk pengendara motor karena dianggap sangat membahayakan.
Masyarakat berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui dinas terkait, dapat segera melakukan perbaikan, jangan sampai timbulnya korban kecelakaan, baru mengambil tindakan.
“Kondisi ini sudah berbulan-bulan dibiarkan. Saya selaku pengendara motor yang setiap harinya melewati jalan ini selalu was-was saat melintasi lokasi. Saya berharap pemerintah dapat segera memperbaiki,” terang Aldo (29), seorang pengendara motor, Selasa (16/9/2025).
“Jalan ini amblas dan berlubang dengan diameter cukup dalam. Di sini setiap harinya selalu dilintasi mobil dump truk pengangkut tanah. Padahal lokasi ini jalan perumahan yang notabene bukan untuk kendaraan besar,” tambahnya.
Tak hanya itu, keluhan juga disampaikan warganet di sejumlah platform media sosial (Medsos). Salah satunya seperti yang ada di postingan akun Instagram @palembang.update.
“Laporan warga tentang jalan gorong-gorong ambruk atau jebol berada di Perumahan Poligon Musi 2 Palembang,” tulis postingan di akun tersebut.
Postingan kerusakan jalan yang langsung disampaikan ke akun pribadi milik Walikota dan Wakil Walikota Palembang @ratudewa dan @primasalam tersebut, sampai saat ini belum ada respon untuk perbaikan.
“Nah min tolong posting ado lobang besak di poligon bukit gerbang masuk simpang empat belok kanan arah ke SD Negeri 12 Palembang atau pintu keluar poligon,” tulis salah seorang warganet yang ada di postingan akun Instagram @palembang.update.
“Amblas karena muatan dump truk,” tulis salah seorang warganet di kolom komentar. (ANA)

















