Diduga Overdosis, Wanita di Palembang Meregang Nyawa

- Redaksi

Senin, 13 November 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Seorang wanita inisial PI (21), warga Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang, meninggal dunia di Rumah Sakit (RS) Myria Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Meninggalnya PI, diduga karena overdosis (OD) obat-obatan terlarang setelah berkunjung ke salah satu tempat hiburan malam di kawasan Kampung Baru atau Teratai Putih, Senin (13/11/2023), sekitar pukul 04.00 WIB.

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa itu bermula ketika korban bersama pacarnya berinisial JP mengunjungi salah satu diskotik di tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (11/11/2023), sekitar pukul 23.00 WIB.

Kemudian, sekitar pukul 04.00 WIB, korban merasa lemas dan tidak sadarkan diri. Sehingga, pacarnya JP pun langsung membawa korban ke RS Myria Palembang untuk mendapatkan pertolongan.

Nahasnya, korban PI dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan di RS Myria Palembang. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Moh. Hasan untuk diautopsi.

Ditemui di RS Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, ibu kandung korban Fauziah, menyatakan dirinya tidak mengetahui peristiwa yang menimpa anaknya. Dia mendapatkan kabar anaknya dirawat di rumah sakit.

“Kami tahu setelah dihubungi, katanya anak kami di rumah sakit. Menurut JP, korban tidak sadar karena overdosis, setelah minum bir, anggur merah sebotol dan ekstasi setengah butir,” kata dia.

Fauziah menjelaskan, tidak mengetahui jika anaknya mengunjungi tempat hiburan malam. Sebab, sebelum kejadian korban berpamitan hendak ke Lampung selama tiga hari, pada Kamis malam (9/11/2023).

“Katanya mau ke Lampung. Kami tidak tahu kalau ternyata di Palembang. Baru tahu, setelah menerima kabar duka ini. Sedangkan ponselnya tidak aktif sejak dia pamitan itu,” ungkapnya.

Masih dikatakan Fauziah, kondisi anaknya terdapat tanda merah seperti luka lebam di bagian dahi dan leher sebelah kanan korban. Sehingga, dia meragukan kematian anaknya disebabkan diduga overdosis.

“Saya meragukan kematiannya. Dari itulah minta autopsi. Selain itu, ponsel anak saya sampai saat ini belum ditemukan. Apalagi, JR menunjukkan kecurigaan karena mengirim uang Rp1,5 juta, dengan menggedor pintu rumah. Tapi orangnya tidak ada,” tuturnya.

Sementara Kapolsek Sukarami, Kompol Ikang Ade Saputra, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar, kini kasusnya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Untuk selanjutnya silahkan ke Kasat Reskrim Polrestabes Palembang,” jelasnya. (ANA)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru