Diduga Dipicu Ongkos Taksi Online, IRT di Palembang Mengaku Dianiaya Dua Perempuan

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID — Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial RDY (32) melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke SPKT Polrestabes Palembang usai terlibat keributan dengan dua perempuan di kawasan Jalan Sekip Bendung Palembang, Kamis (7/5/2026).

 

Di hadapan petugas, korban menuturkan peristiwa itu bermula dari persoalan ongkos taksi online yang belum dibayarkan. Menurutnya, salah satu terlapor berinisial DH sempat memviralkan dirinya di media sosial karena persoalan tersebut.

 

“Awalnya saya diviralkan di media sosial oleh terlapor DH karena belum membayar ongkos taksi online,” ujar korban kepada petugas pengaduan.

 

Korban mengaku sebelumnya telah menjelaskan kepada terlapor bahwa dirinya belum bisa membayar ongkos saat itu karena keduanya masih bertetangga dan alamat rumah mereka berdekatan.

 

Namun, terlapor disebut tidak menerima alasan tersebut dan mendatangi rumah korban pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Pertemuan keduanya kemudian berujung adu mulut hingga terjadi keributan.

 

“Saat di lokasi kami sempat cekcok, lalu terlapor menjambak rambut saya dan mencakar tangan saya,” ungkap RDY.

 

Warga sekitar sempat melerai pertikaian tersebut. Akan tetapi situasi kembali memanas setelah seorang perempuan lain berinisial W datang ke lokasi setelah diduga dihubungi DH.

 

“Saya sempat mencoba menjelaskan duduk perkaranya, tapi dia langsung menendang kaki saya,” katanya.

 

Akibat kejadian itu, korban mengaku mengalami luka lecet di kedua tangan, sakit di bagian kepala akibat jambakan, serta nyeri pada kaki kanan akibat tendangan.

 

“Karena itulah saya memilih melapor ke polisi agar kejadian ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Sementara itu, KA SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui anggota Pamapta, Tamia Ramadhany, membenarkan adanya laporan tersebut.

 

“Laporan korban terkait dugaan pengeroyokan sudah diterima dan akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis : Kiki

Editor : Jaks

Berita Terkait

Internetan Makin Hemat, by.U Hadirkan Paket Super Kaget dengan Kuota Variatif
Lewat HPMD, Astra Motor Sumsel Hadirkan Experience Seru di Mari Berdendang Fest 2026
Prabowo Alokasikan 18 Sapi Kurban untuk di Sumsel
Cik Ujang Jamu Tim Sumsel United U-19 dan Beri Bonus Usai Juara EPA U-19
Diskusi AJI Palembang Bahas Keselamatan Jurnalis, Hak Jawab hingga Perlindungan Hukum Pers
Wagub Sumsel Cik Ujang Lepas Jalan Santai HUT ke-80 Sumsel, Ribuan ASN dan Warga Meriahkan Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan lewat Donor Darah dan VCT
Paska Keributan Di Panhead Pihak Manajemen Menghormati Proses Penyelidikan

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:12 WIB

Internetan Makin Hemat, by.U Hadirkan Paket Super Kaget dengan Kuota Variatif

Senin, 18 Mei 2026 - 17:02 WIB

Lewat HPMD, Astra Motor Sumsel Hadirkan Experience Seru di Mari Berdendang Fest 2026

Senin, 18 Mei 2026 - 15:56 WIB

Prabowo Alokasikan 18 Sapi Kurban untuk di Sumsel

Minggu, 17 Mei 2026 - 23:45 WIB

Cik Ujang Jamu Tim Sumsel United U-19 dan Beri Bonus Usai Juara EPA U-19

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:42 WIB

Diskusi AJI Palembang Bahas Keselamatan Jurnalis, Hak Jawab hingga Perlindungan Hukum Pers

Berita Terbaru

Musi Banyuasin

Aisyah Kindergarten Gelar Kunjungan Edukatif Ke Damkar Muba

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:29 WIB

Musi Banyuasin

TPP ASN Muba Segera Cair Sebelum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Selasa, 19 Mei 2026 - 07:27 WIB