Menteri LH Tekankan Peran Korporasi dalam Cegah Karhutla di Sumsel

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Menjelang musim kemarau 2026, pemerintah pusat memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan sektor swasta secara lebih aktif, khususnya di wilayah rawan seperti Sumatera Selatan.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Jumhur Hidayat menegaskan, korporasi yang beroperasi di daerah tersebut tidak hanya bertanggung jawab atas area konsesi mereka, tetapi juga diharapkan turut memantau wilayah sekitar yang berpotensi terjadi kebakaran.

“Korporasi jangan hanya menjaga wilayahnya, tapi juga membantu memantau daerah sekitar, termasuk wilayah yang bukan konsesi mereka,” ujarnya saat diwawancarai di Palembang, Rabu.

Ia menjelaskan, langkah mitigasi harus dilakukan sejak dini, terutama di kawasan gambut yang sangat rentan terbakar saat musim kering. Salah satu upaya yang didorong adalah pembangunan embung serta pengelolaan tata air untuk menjaga kelembapan lahan.

“Gambut itu tidak bisa dipadamkan secara biasa, harus dijaga tetap basah. Karena itu, keberadaan embung dan pengelolaan air menjadi sangat penting,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah terus memperkuat sistem pemantauan kualitas udara melalui stasiun tetap dan perangkat bergerak. Jika terjadi penurunan kualitas udara atau terdeteksi potensi kebakaran, koordinasi lintas kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah akan segera dilakukan.

Kementerian LH juga memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang berpotensi melakukan pelanggaran, termasuk praktik pembakaran lahan. Ia menegaskan, pelaku pembakaran untuk kepentingan bisnis akan dikenakan sanksi tegas.

“Kalau terbukti membakar untuk bisnis, itu tidak bisa ditoleransi. Konsekuensi hukumnya berat,” tegasnya.

Sebagai tambahan, pemerintah mendorong perusahaan untuk melakukan audit lingkungan secara mandiri guna memetakan potensi risiko bencana, termasuk karhutla.

Menurutnya, kesiapsiagaan sejak awal menjadi kunci utama dalam menekan risiko kebakaran, terlebih dengan adanya potensi musim kemarau panjang akibat fenomena iklim global.

“Kalau kita sudah bersiap dari sekarang, insyaallah risiko bisa ditekan,” pungkasnya.

Editor : Jaks

Berita Terkait

Diskusi AJI Palembang Bahas Keselamatan Jurnalis, Hak Jawab hingga Perlindungan Hukum Pers
Wagub Sumsel Cik Ujang Lepas Jalan Santai HUT ke-80 Sumsel, Ribuan ASN dan Warga Meriahkan Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan lewat Donor Darah dan VCT
Paska Keributan Di Panhead Pihak Manajemen Menghormati Proses Penyelidikan
Diduga Salah Paham di Tempat Hiburan, Anggota TNI AD Meninggal Dunia Akibat Luka Tembak
11 Korban Bus ALS Kembali Terungkap Lewat Tes DNA, Total 14 Jenazah Sudah Teridentifikasi
Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Pekan Inovasi Kecamatan Paal Merah di Kota Jambi
PaSKI Empat Lawang Resmi Dilantik, Arwin ZA Siap Wadah Bakat Komedi Anak Muda

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:42 WIB

Diskusi AJI Palembang Bahas Keselamatan Jurnalis, Hak Jawab hingga Perlindungan Hukum Pers

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:57 WIB

Wagub Sumsel Cik Ujang Lepas Jalan Santai HUT ke-80 Sumsel, Ribuan ASN dan Warga Meriahkan Kebersamaan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 15:52 WIB

Paska Keributan Di Panhead Pihak Manajemen Menghormati Proses Penyelidikan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 10:40 WIB

Diduga Salah Paham di Tempat Hiburan, Anggota TNI AD Meninggal Dunia Akibat Luka Tembak

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:28 WIB

11 Korban Bus ALS Kembali Terungkap Lewat Tes DNA, Total 14 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Berita Terbaru