Demi Sawit dan Kopi, Sembilan Warga di Sumsel Berurusan dengan Hukum Akibat Karhutla

- Redaksi

Kamis, 13 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Manggala Agni padamkan api. Foto: Manggala Agni.

Tim Manggala Agni padamkan api. Foto: Manggala Agni.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Keinginan membuka lahan dengan cara cepat justru membawa sembilan warga di Sumatera Selatan ke meja hukum. Dalam kurun waktu hingga 9 Agustus 2026, Polda Sumsel bersama jajaran polres telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Dari sembilan kasus yang ditangani, luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 18 hektare. Delapan kasus masih dalam tahap penyidikan, sedangkan satu perkara yang ditangani Polres Musi Rawas telah memasuki tahap pelimpahan berkas dan tersangka atau Tahap II.

 

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengungkapkan, mayoritas pelaku mengaku membakar lahan untuk mempersiapkan area perkebunan.

 

“Motif utama para pelaku adalah membuka lahan untuk persiapan penanaman komoditas perkebunan, terutama kelapa sawit dan kopi. Mereka beranggapan bahwa pembakaran merupakan cara yang paling efektif sekaligus dapat menyuburkan tanah,” kata Nandang, Kamis (13/8/2026).

 

Berdasarkan data kepolisian, kasus karhutla yang ditangani tersebar di enam daerah, yakni Kabupaten Musi Rawas, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, OKU Selatan, dan Lahat.

 

Wilayah Musi Rawas menjadi daerah dengan jumlah perkara terbanyak. Sementara itu, Polres OKI dan Polres PALI masing-masing menangani dua kasus.

 

Salah satu kasus yang menyita perhatian terjadi di Kabupaten Muara Enim. Seorang pria berinisial TB (39) diduga membakar lahan seluas lima hektare yang akan digunakan untuk perkebunan kelapa sawit. Api yang awalnya digunakan untuk membersihkan lahan justru tidak terkendali setelah tertiup angin kencang.

 

Kasus lainnya terjadi di Kabupaten OKI. Seorang pelaku diduga sengaja membakar lahan seluas empat hektare yang diakuinya sebagai milik pribadi. Bahkan, pelaku disebut sempat menghalangi upaya pemadaman yang dilakukan pihak perusahaan.

 

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku menggunakan berbagai cara untuk mempercepat penyebaran api. Selain korek api gas, mereka memanfaatkan obor bambu, minyak pertalite, minyak tanah, hingga plastik bekas polibag untuk memudahkan pembakaran ranting dan kayu kering.

 

Nandang menegaskan, pembakaran lahan bukan hanya berdampak pada kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan bencana kabut asap yang merugikan masyarakat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Selain berpotensi menimbulkan bencana kabut asap, tindakan tersebut juga merupakan tindak pidana yang dapat diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

 

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal, di antaranya Pasal 108 juncto Pasal 69 Ayat (1) huruf h Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Pasal 187 dan Pasal 308 KUHP.

Penulis : Uci

Editor : Jaks

Berita Terkait

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 
Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi
Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan
Ketua DPM FH UM Palembang Kecam Kekerasan terhadap Aktivis Mahasiswa dan Jurnalis di Mapolda Sumsel
DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit
Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 
Dua Wartawan Jadi Korban Kekerasan saat Demo di Polda Sumsel, Kapolda Turun Tangan
Diserang saat Live Facebook, Wartawan Tribun Sumsel Dirawat Intensif, Redaksi Desak Pelaku Ditangkap

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Terima Fee Rp4 Miliar dari Agen Kapal, Kepala UPP Sungai Lumpur Didakwa Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Enam Orang Luka dalam Bentrokan Mapolda Sumsel, Pria Bawa Dua Sajam Diamankan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:08 WIB

DR Conie SH : Kuasa Hukum Korban Penusukan Berharap Pihak Pemerintah Membantu Biaya Rumah Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Terduga Provokator Bawa Pisau Diamankan Kapolri Minta Lakukan Investigasi Menyeluruh 

Berita Terbaru

Kota Palembang

Komitmen Bersama Pemkot Dan TNI AU Pembangunan Sekolah Rakyat 

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:50 WIB

Ogan Komering Ilir

Menanggalkan Riuh Masa Muda, Menjinakkan Bara

Rabu, 14 Okt 2026 - 14:39 WIB