Delapan Tersangka Kasus Kredit Bermasalah BRI Jalani Pemeriksaan Intensif di Kejati Sumsel

- Redaksi

Rabu, 6 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

https://suarapublik.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260506-WA0118.jpg

https://suarapublik.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260506-WA0118.jpg

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID- Penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan kembali mengintensifkan penanganan perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada PT BSS dan PT SAL dengan memeriksa delapan tersangka dari jajaran pejabat internal BRI, Rabu (6/5/2026).

 

Pemeriksaan dilakukan secara maraton oleh tim penyidik Kejati Sumsel guna mendalami peran masing-masing tersangka dalam proses persetujuan kredit yang diduga menyalahi prosedur dan berpotensi menimbulkan kerugian negara.

 

Kedelapan tersangka yang diperiksa merupakan pejabat strategis BRI dari berbagai divisi, yakni KW selaku Kepala Divisi Agribisnis BRI Pusat periode 2010–2014, SL sebagai Kepala Divisi Analisis Risiko Kredit periode 2010–2015, WH selaku Wakil Kepala Divisi Agribisnis periode 2013–2017, IJ sebagai Kepala Divisi Agribisnis periode 2011–2013, LS selaku Wakil Kepala Divisi ARK periode 2010–2016, AC sebagai Group Head Divisi ARK periode 2008–2014, KA selaku Group Head Divisi Agribisnis periode 2010–2012, serta TP yang menjabat Group Head Divisi Agribisnis periode 2012–2017.

 

Kasi Penerangan Hukum Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari, menjelaskan bahwa setiap tersangka menjalani pemeriksaan mendalam dengan puluhan pertanyaan dari penyidik.

 

“Pemeriksaan dimulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, dengan sekitar 35 pertanyaan untuk masing-masing tersangka,” ungkap Vanny.Rabu (6/5/2026)

 

Ia menambahkan, tersangka AC menjalani pemeriksaan perdana, sedangkan tujuh tersangka lainnya memenuhi panggilan kedua sejak status hukum mereka ditetapkan.

 

Langkah pemeriksaan lanjutan ini menjadi bagian dari upaya Kejati Sumsel untuk mengurai dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam penyaluran kredit korporasi bernilai besar yang kini tengah menjadi sorotan.

 

Penyidik masih terus menelusuri alur persetujuan kredit, analisis risiko, serta kemungkinan adanya pelanggaran prosedur internal yang menyebabkan fasilitas pembiayaan tersebut bermasalah.

 

Kasus ini dipandang sebagai salah satu perkara besar di sektor perbankan yang berpotensi mengungkap praktik korupsi terstruktur dalam pemberian kredit skala korporasi.

Penulis : Hermansyah

Editor : Jaks

Berita Terkait

Kurang dari 24 Jam, Pomdam II/Sriwijaya Tangkap Terduga Penembak dan Penyimpan Senpi Rakitan
Tiga Pelaku Spesialis Pencurian Kabel Proyek Diringkus
Skincare Fiktif Modus Investasi, Sabrina Cahya Divonis 1 Tahun Penjara
Antar Anak ke Acara Perpisahan Sekolah, Aidil Ditusuk Tetangganya Sendiri
Sidang Perdana Korupsi Dishub Muba, Bendahara Pengeluaran Langsung Ditahan Hakim
Korupsi Dana Hibah KONI Lahat, Eks Ketua Dituntut 3,5 Tahun Penjara
Sepupu Diduga Gelapkan Mobil, Seorang IRT Tempuh Jalur Hukum
Kasus Pokir OKU Belum Tuntas, KPK Bidik Kemungkinan Keterlibatan Pihak Lain

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 15:50 WIB

Kurang dari 24 Jam, Pomdam II/Sriwijaya Tangkap Terduga Penembak dan Penyimpan Senpi Rakitan

Jumat, 15 Mei 2026 - 11:32 WIB

Tiga Pelaku Spesialis Pencurian Kabel Proyek Diringkus

Kamis, 14 Mei 2026 - 13:06 WIB

Skincare Fiktif Modus Investasi, Sabrina Cahya Divonis 1 Tahun Penjara

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:41 WIB

Antar Anak ke Acara Perpisahan Sekolah, Aidil Ditusuk Tetangganya Sendiri

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:19 WIB

Sidang Perdana Korupsi Dishub Muba, Bendahara Pengeluaran Langsung Ditahan Hakim

Berita Terbaru