Nama : Zakiya Kurnia Palma
NIM : PO7133126038
Prodi : D3 Sanitasi
Dari Kebaikan Sederhana, Saya Belajar Pancasila
Menurut saya, Pancasila bukan hanya untuk dipelajari, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya mencoba menerapkan nilai-nilai Pancasila melalui berbagai hal sederhana yang saya lakukan di lingkungan sekitar.
Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, saya terapkan dengan menjalankan ibadah dan menghargai orang yang memiliki keyakinan berbeda. Saat menjadi volunteer di panti jompo yang sebagian besar penghuninya memiliki agama berbeda dengan saya, saya tetap menghargai dan menghormati mereka. Saya pernah mendengarkan cerita seorang oma yang berpesan agar saya rajin beribadah dan tidak terlalu mengejar harta. Dari cerita tersebut, saya mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang kehidupan.
Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, saya terapkan dengan peduli dan membantu orang lain. Saya pernah menjadi volunteer di panti jompo dan panti asuhan. Saya merasa lega dan senang ketika dapat membantu seseorang selama saya mampu melakukannya. Dahulu, saya sempat berpikir bahwa berbuat baik hanya akan membuat saya dipandang remeh atau dimanfaatkan. Namun, pemikiran tersebut berubah setelah saya mengenal seseorang yang sering membantu orang lain. Ia bercerita bahwa hidupnya yang sebelumnya monoton menjadi lebih berarti setelah membuat kelompok belajar dan membantu teman-temannya. Dari cerita tersebut, saya mulai menyadari bahwa berbuat baik tidak selalu membawa hal buruk.
Saya kemudian merasakan sendiri pengalaman tersebut saat mengikuti PKKMB. Saya melihat seorang mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengatur jam analog. Meskipun ia tidak meminta bantuan, saya menawarkan diri untuk mengajarinya tanpa membuatnya merasa malu. Ia berterima kasih kepada saya, dan saya merasa senang karena dapat membantu. Ternyata, sekarang kami menjadi satu kelas.
Sila ketiga, Persatuan Indonesia, saya terapkan dengan menjaga hubungan baik, bekerja sama dalam mengerjakan tugas, serta menghargai perbedaan yang ada di antara teman-teman.
Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, saya terapkan dengan mendengarkan pendapat orang lain saat berdiskusi, memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk berbicara, serta berusaha mencari keputusan yang dapat disepakati bersama.
Sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, saya terapkan dengan berusaha bersikap adil, tidak pilih-pilih dalam berteman, serta membantu orang lain sesuai dengan kemampuan tanpa mengharapkan imbalan.
Bagi saya, pengalaman-pengalaman tersebut membuat penerapan nilai-nilai Pancasila terasa lebih nyata dalam kehidupan sehari-hari. Saya belajar bahwa mengamalkan Pancasila tidak harus selalu melalui tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari kebaikan-kebaikan sederhana yang dilakukan dengan tulus.












