Dalam Gelap Bioskop, Alumni SMAN 18 Palembang Berbagi Rasa Lewat Nobar Film Religi

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nonton bareng, Alumni SMA N 18 PALEMBANG saksikan film  “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”

Nonton bareng, Alumni SMA N 18 PALEMBANG saksikan film “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?”

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID —Di tengah dominasi film-film hiburan ringan di layar lebar, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? hadir sebagai ruang hening untuk merenung. Film produksi Paragon Pictures ini mengajak penonton menyelami luka-luka keluarga yang kerap tersembunyi tentang poligami, perceraian, hingga pergulatan kesehatan mental yang perlahan membentuk kehidupan anak dan orang tua.

Nuansa sunyi dan reflektif itu terasa sejak penayangan perdananya yang digelar Jumat (30/1/2026) di Palembang Square. Bagi Alumni SMA Negeri 18 Palembang Angkatan 2001, momen nonton bersama bukan sekadar agenda temu kangen, tetapi juga perjalanan emosional yang menyentuh sisi paling personal dari kehidupan keluarga.

Citra, salah satu alumni, mengaku film ini langsung menarik perhatiannya sejak trailer pertama dirilis. Kisah yang diangkat terasa dekat dengan realitas sehari-hari, terutama bagi dirinya yang berprofesi sebagai guru dan kerap berhadapan dengan anak-anak dari keluarga tidak utuh.

“Ini bukan cerita yang dibuat-buat. Banyak yang benar-benar terjadi di sekitar kita. Saya sering menemui murid yang memikul beban keluarga di usia yang masih sangat muda,” ungkapnya lirih.

Antusiasme alumni begitu besar hingga panitia membagi penayangan ke dalam empat sesi. Setiap sesi diikuti sekitar 50 orang, menyesuaikan kesibukan masing-masing. Pemutaran dimulai pukul 14.00 WIB, berlanjut pukul 16.20 WIB dan 18.30 WIB, hingga sesi terakhir pukul 20.30 WIB.

“Supaya semua bisa ikut, akhirnya dibagi empat sesi. Kami sendiri memilih ikut sesi pertama,” kata Citra.

Menurutnya, kekuatan utama film ini terletak pada keberaniannya menyajikan konflik keluarga secara jujur dan membumi. Tidak ada dramatisasi berlebihan, hanya potret kehidupan yang pahit, sunyi, dan sering kali membingungkan—terutama bagi anak-anak yang tumbuh di tengah retaknya keluarga.

“Ada rasa sedih, haru, dan banyak kejutan yang tidak terduga. Akhir ceritanya pun di luar ekspektasi. Film ini mengajak kita berpikir, bukan sekadar menangis,” tuturnya.

Lebih dari sekadar tontonan, Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? membuka ruang empati dan percakapan tentang isu keluarga dan kesehatan mental yang selama ini jarang dibicarakan secara terbuka.

“Kalau harus memberi nilai, kami sepakat memberi 10. Terima kasih Paragon Pictures, film ini benar-benar menyentuh,” pungkas Citra.

Berita Terkait

Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya
Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih
Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam
Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Ratu Dewa Siap Selaraskan Program Pemerintah Ke Daerah 
COD Senpi Rakitan Berujung Penangkapan, Pria Asal OKI Diciduk Polisi
Kajati Sumsel Perkuat Sinergi, Silaturahmi ke DPRD, Griya Agung dan Pengadilan Tinggi
Demi Sawit dan Kopi, Sembilan Warga di Sumsel Berurusan dengan Hukum Akibat Karhutla
PH Kholizol-Raga Bongkar Peran Harmison di Proyek Irigasi Air Lemutu
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Lima Jabatan Strategis Kejati Sumsel Berganti, Ini Daftar Pejabat Barunya

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:11 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Maxim Gratiskan Perjalanan dengan 81 Mobil Bernuansa Merah Putih

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Nenek 62 Tahun Jadi Korban KDRT, Suami Ancam Pakai Senjata Tajam

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Ratu Dewa Siap Selaraskan Program Pemerintah Ke Daerah 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:49 WIB

COD Senpi Rakitan Berujung Penangkapan, Pria Asal OKI Diciduk Polisi

Berita Terbaru