Category: Muaraenim

  • Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim

    Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) di empat kecamatan terdampak banjir di Kabupaten Muara Enim guna mengantisipasi ancaman banjir susulan setelah dua sekolah dasar, kantor desa, dan musala dilaporkan ikut terendam luapan air.

    Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menyampaikan jika curah hujan ekstrem menjadi pemicu utama meluapnya air sungai ke pemukiman di Kecamatan Gunung Megang, Benakat, Rambang, dan Lubai Ulu. Berdasarkan pendataan terkini, ribuan rumah warga tergenang dengan ketinggian air mencapai setengah meter.

    “Iya ada empat kecamatan yang terdampak banjir di Muara Enim, di Gunung Megang, Benakat, Rambang, dan Lubai Ulu. Terdata ada sekitar 4.466 KK yang terdampak banjir,” ujar Sudirman, Rabu (4/2/2026).

    Selain melakukan evakuasi terhadap warga, petugas gabungan kini fokus melakukan kaji cepat dan mendirikan posko darurat di titik-titik krusial.

    Keberadaan fasilitas umum yang terdampak menjadi perhatian khusus agar pelayanan publik dan kegiatan belajar mengajar dapat segera dicarikan solusi sementara.

    “Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air naik dan menggenangi rumah warga. Kami bersama Tim TRC BPBD langsung melakukan evakuasi, kaji cepat, serta mendirikan posko bencana di beberapa desa terdampak,” katanya.

    Pemantauan intensif terus dilakukan mengingat cuaca di wilayah Sumatera Selatan masih menunjukkan potensi hujan tinggi.

    Pihak BPBD menegaskan bahwa seluruh personel akan tetap berada di lokasi hingga kondisi air dinyatakan benar-benar surut dan aman bagi aktivitas warga.

    “Prioritas utama kami adalah keselamatan masyarakat. Tim masih siaga di lapangan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan,” imbuhnya.

    Masyarakat diimbau untuk tetap kooperatif mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah dengan elevasi tanah rendah yang rentan terhadap genangan air cepat.

  • Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Intensitas hujan yang tinggi memicu luapan Sungai Lengi dan Sungai Lematang, menyebabkan empat desa di Kecamatan Gunung Megang, Muara Enim, terendam banjir pada Selasa (3/2/2026).

    Desa yang terdampak meliputi Gunung Megang Dalam, Gunung Megang Luar, Tanjung Muning, dan Lubuk Mumpo. Ketinggian air dilaporkan mencapai 100 cm atau setinggi dada orang dewasa.

    Kabag Ops Polres Muara Enim Kompol Herry Widodo

    mengonfirmasi peningkatan debit air yang signifikan tersebut.

    “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan memprioritaskan keselamatan selama proses evakuasi mandiri,” pesan Herry.

    Akibat dari peristiwa tersebut, akses transportasi darat di sejumlah titik terputus. “Transportasi hanya bisa dilalui menggunakan perahu,” kata Herry.

    Lanjut dikatakan Herry, pihaknya akan terus melakukan pemantauan rutin dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah evakuasi jika debit air terus meningkat.

    Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lokasi terdampak untuk membantu mobilitas warga. (ANA)

  • Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%

    Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM— PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sebagai Subholding Gas Pertamina melaksanakan serah terima sarana wisata edukatif kreatif berupa playground dan landmark wisata Danau Kemiri kepada Pemerintah Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (12/1). Fasilitas tersebut merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PGN melalui Program Inovasi Sosial Penguatan Desa Ekonomi Kreatif, Aman, dan Setara (Pendekar Dewa).

     

    Program ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan, mendorong pemerataan akses dan inklusivitas bagi kelompok rentan, serta mengembangkan nilai tambah ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Melalui Pendekar Dewa, PGN berupaya mewujudkan masyarakat Pagardewa yang berdaya, berkarya, dan inovatif.

     

    Desa Pagardewa memiliki ketergantungan tinggi pada sektor perkebunan karet, dengan sekitar 70 persen masyarakat menggantungkan penghidupan pada komoditas tersebut. Namun, fluktuasi harga karet, keterbatasan akses air bersih, serta tingginya risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau kerap menekan produktivitas dan kestabilan pendapatan masyarakat, terutama bagi kelompok rentan.

     

    Direktur Manajemen Risiko PGN, Eri Surya Kelana, menjelaskan bahwa Program Pendekar Dewa dirancang dan dijalankan secara bertahap untuk memastikan dampak yang berkelanjutan. Fase pertama pada 2021–2022 difokuskan pada pembangunan fondasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat. Fase kedua pada 2023–2024 diarahkan pada pengembangan sistem dan penguatan kemandirian, sementara fase ketiga di tahun 2025 menitikberatkan pada penguatan keberlanjutan melalui estafet pengelolaan kepada para pemangku kepentingan lokal.

     

    “Program ini tidak hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek, tetapi membangun sistem yang mampu meningkatkan ketahanan lingkungan dan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Eri, Selasa (13/1).

     

    Pendekar Dewa dijalankan melalui tiga pilar utama, yakni Aman, Setara, dan Ekonomi Kreatif. Pilar Aman berfokus pada peningkatan kepastian usaha dan pendapatan petani karet melalui Program Stasiun Lateks yang memangkas rantai penjualan dan menstabilkan harga, Sebakul Dewa sebagai sentra bibit unggul karet, serta SITEGAS melalui pengembangan budidaya madu dan UMKM keluarga petani.

     

    Melalui pilar ini, pendapatan petani karet pada 2025 tercatat mencapai Rp57,6 juta per tahun atau meningkat 33,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, optimalisasi lahan replanting mencapai nilai Rp120 juta, serta sebanyak 28 anggota keluarga petani—khususnya kaum perempuan—kini memiliki sumber penghasilan mandiri, dengan total nilai penjualan UMKM mencapai Rp11,38 juta.

     

    Sementara itu, Pilar Setara menjawab keterbatasan akses air bersih dan sanitasi yang sebelumnya mengharuskan sebagian warga berjalan hingga satu kilometer untuk mendapatkan air. PGN membangun lima fasilitas MCK bertenaga PLTS serta membentuk kelompok Pendekar Talang sebagai pengelola air. Program ini memberikan akses air bersih bagi 28 kepala keluarga sekaligus mendukung upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan.

     

    *Pusat Wisata dan Ketahanan Lingkungan*

     

    Adapun Pilar Ekonomi Kreatif diwujudkan melalui pengembangan kawasan Danau Kemiri sebagai pusat wisata edukatif dan ekonomi kreatif desa. Kawasan ini dilengkapi lima fasilitas publik, meliputi aula, booth UMKM, playground, taman lalu lintas, dan amphitheater. Selain berfungsi sebagai ruang publik, Danau Kemiri juga menjadi sumber air dengan kapasitas 22.500 meter kubik untuk mendukung ketahanan lingkungan.

     

    Danau Kemiri kini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Rumpun Kemiri. Sepanjang 2025, kawasan ini mencatat total kunjungan sebanyak 6.554 orang dan menghasilkan pendapatan wisata sebesar Rp92,48 juta, atau meningkat 191 persen dibandingkan periode sebelumnya.

     

    Eri menambahkan, keberadaan Danau Kemiri beserta sarana pendukungnya memiliki fungsi strategis yang melampaui aspek estetika dan rekreasi. Kawasan ini dirancang sebagai ruang publik terpadu yang mendukung wisata edukatif, interaksi sosial, serta menjadi sumber air alternatif dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

     

    “Danau Kemiri tidak hanya dikembangkan sebagai kawasan wisata, tetapi juga sebagai solusi berbasis kebutuhan masyarakat yang mendukung penguatan ketahanan lingkungan desa,” ujarnya.

     

    Ia berharap seluruh fasilitas dan program yang telah diserahterimakan dapat dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat agar memberikan manfaat jangka panjang dan berkelanjutan.

     

    Staf Ahli Pemerintahan, Hukum, dan Politik Kabupaten Muara Enim, Juli Jumatan Nuri, mengapresiasi pelaksanaan Program Pendekar Dewa yang dinilai komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

     

    “Program PGN dirancang dan dijalankan dari hulu hingga hilir, mulai dari pemetaan permasalahan, pemenuhan kebutuhan dasar, hingga penguatan kemandirian dan keberlanjutan pengelolaan oleh warga. Pendekatan ini mencerminkan komitmen PGN dalam menghadirkan program pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan,” tutupnya.

  • Luapan Sungai Birek Rendam Jembatan, Akses Jalan di Desa Gumawang Terhambat

    Luapan Sungai Birek Rendam Jembatan, Akses Jalan di Desa Gumawang Terhambat

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Muara Enim menyebabkan Sungai Birek meluap dan menggenangi jembatan Sungai Birek yang berada di Desa Gumawang, Kecamatan Rambang Niru, Jumat (9/1/2026).

    Akibatnya, akses jalan alternatif yang biasa digunakan masyarakat menuju Kota Muara Enim sementara tidak dapat dilalui kendaraan.

    Kapolsek Rambang Dangku Polres Muara Enim, Iptu Edward Habibi menjelaskan menindaklanjuti kejadian tersebut, dirinya bersama personel Polsek Rambang Dangku langsung ke lokasi kejadian.

    “Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, luapan air Sungai Birek menggenangi jembatan setinggi kurang lebih 30 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa, sehingga akses jalan terputus dan aktivitas transportasi masyarakat menjadi terganggu,” jelas Edward.

    Kata Edward, luapan air sungai terjadi akibat tingginya intensitas hujan yang menyebabkan debit air Sungai Birek meningkat secara signifikan. Meski demikian, lokasi banjir berada di area perkebunan yang jauh dari permukiman warga, sehingga tidak terdapat korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak.

    “Kondisi jembatan saat ini masih dalam keadaan kokoh dan dapat digunakan kembali setelah debit air sungai surut,” kata Edwar.

    Kepala Desa Gumawang Arwan Sudianto menyampaikan bahwa air diperkirakan akan surut dalam waktu 2 hingga 3 jam apabila tidak terjadi hujan lanjutan maupun kiriman air dari hulu Sungai Birek.

    Ia juga memastikan bahwa dampak banjir hanya menggenangi perkebunan sawit dan karet milik perusahaan serta masyarakat sekitar.

    Sebagai langkah antisipasi, Polsek Rambang Dangku telah memasang tanda peringatan di sekitar lokasi banjir serta melakukan koordinasi dengan pemerintah desa setempat. Masyarakat juga diimbau untuk menggunakan jalur alternatif hingga kondisi kembali normal.

    “Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi imbauan petugas di lapangan, serta menggunakan jalan alternatif lain sampai air benar-benar surut dan kondisi dinyatakan aman,” kata Arwan. (ANA)

  • Bank Sumsel Babel turut meriahkan HUT KABUPATEN MUARA ENIM

    Bank Sumsel Babel turut meriahkan HUT KABUPATEN MUARA ENIM

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 melalui penyelenggaraan Bazar Rakyat dan Pameran UMKM yang dipusatkan di Area GOR Pancasila Muara Enim. Gelaran ini tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal dengan memberikan panggung bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperluas jangkauan pasar dan menghadirkan produk terbaik mereka.

    Pada perayaan tahun ini, semarak acara semakin kuat melalui sinergi strategis bersama Bank Sumsel Babel (BSB) yang menghadirkan program digitalisasi transaksi lengkap dengan promo menarik bagi para pengunjung. Kolaborasi ini mempertegas dukungan BSB terhadap upaya pemerintah daerah dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis digital.

    Sebagai mitra pembangunan daerah, Bank Sumsel Babel terus berkomitmen memperluas penggunaan transaksi nontunai melalui fasilitas QRIS. Dalam rangkaian bazar HUT ke-79 ini, BSB menghadirkan program diskon langsung belanja Rp20.000 cukup bayar Rp7.900—bagi pengunjung yang bertransaksi menggunakan QRIS Bank Sumsel Babel Mobile Banking. Selain memberi keuntungan bagi pembeli, program ini turut membantu meningkatkan omzet pelaku UMKM, khususnya yang tergabung dalam Paguyuban Serasan Sekundang, mitra binaan Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim.

    Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Muara Enim, Edward Octavidy, menyampaikan bahwa dukungan ini merupakan komitmen BSB dalam memperkuat literasi dan inklusi keuangan di daerah.

    “Di momentum HUT ke-79 Muara Enim ini, kami ingin memberikan apresiasi kepada nasabah sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan omzet. Melalui kerja sama dengan Paguyuban Serasan Sekundang, kami berupaya menghadirkan pengalaman transaksi yang cepat, higienis, dan lebih hemat melalui promo QRIS khusus selama bazar berlangsung,” ujar Edward Octavidy.

    Terpisah,PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko, menegaskan pentingnya digitalisasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi daerah.

    “Kehadiran Bank Sumsel Babel di HUT ke-79 Kabupaten Muara Enim merupakan bagian dari komitmen kami untuk mendukung transformasi ekonomi daerah melalui layanan digital yang mudah, aman, dan inklusif. Melalui pemanfaatan QRIS, kami ingin memastikan pelaku UMKM dapat merasakan manfaat langsung dari ekonomi digital, sekaligus memberikan pengalaman transaksi yang lebih nyaman bagi masyarakat. Kami berharap kolaborasi seperti ini terus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian daerah,” ujar Festero Mohamad Papeko.

    Dengan kolaborasi pemerintah daerah dan BSB, gelaran bazar ini diharapkan menjadi momentum positif untuk mendorong pertumbuhan UMKM serta memperluas adopsi transaksi digital di Kabupaten Muara Enim.

  • Muara Enim Masuk Zona Merah, Total Karhutla Naik jadi 227 Kasus

    Muara Enim Masuk Zona Merah, Total Karhutla Naik jadi 227 Kasus

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan kembali bertambah, Kabupaten Muara Enim menyusul masuk zona merah.

    “Selain ogan Ilir dan Musi Banyuasin, sekarang Muara Enim juga menyusul. Tiga kabupaten ini telah dikategorikan sebagai zona merah akibat tingginya jumlah kejadian kebakaran di Sumsel,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, Sabtu (16/8/2025).

    Ia menyebut, hingga pertengahan Agustus Kabupaten Ogan Ilir tercatat sebagai kasus tertinggi dengan 89 kejadian, diikuti Musi Banyuasin sebanyak 34 kasus, dan Muara Enim dengan 31 kasus.

    “Muara Enim masuk zona merah setelah jumlah kejadian karhutla di wilayah tersebut melebihi 30 kasus,” imbuhnyaz

    Secara lebih rinci, Kecamatan Indralaya Utara di Ogan Ilir menjadi titik terbanyak dengan 45 kejadian. Disusul Rantau Bayur di Banyuasin dengan 17 kejadian, serta Sungai Rotan di Muara Enim yang mencatat 14 kejadian.

    “Hingga kini, karhutla telah terjadi di 55 kecamatan di seluruh Sumsel,” ungkapnya.

    Selain zona merah, ia menuturkan, terdapat juga sejumlah wilayah yang tergolong zona oranye (16–30 kasus), seperti Banyuasin (24 kejadian) dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 22 kejadian. Kedua wilayah ini berpotensi meningkat ke zona merah jika tren terus naik.

    Adapun zona kuning (1–15 kasus) mencakup wilayah PALI (12 kasus), Musi Rawas (5 kasus), Palembang (4 kasus), OKU Timur dan Lahat (masing-masing 2 kasus), serta Empat Lawang, Lubuklinggau, dan Prabumulih (masing-masing 1 kasus).

    Sementara itu, beberapa daerah masih tercatat dalam kategori zona hijau tanpa kasus aktif, antara lain Muratara, Pagar Alam, OKU, dan OKU Selatan.

    Terkait luas lahan yang terdampak, BPBD belum dapat merilis total keseluruhan. Namun, data sementara menunjukkan bahwa di Ogan Ilir saja, sekitar 148,6 hektare lahan telah terbakar.

    “Secara keseluruhan, sejak 1 Januari hingga 14 Agustus 2025, Provinsi Sumsel telah mencatat 227 kejadian karhutla yang tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata dia.

  • Pj Sekda Mewakili Pj Walikota Prabumulih Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muara Enim

    Pj Sekda Mewakili Pj Walikota Prabumulih Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muara Enim

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Pj. Walikota Prabumulih yang dalam hal ini diwakili oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Prabumulih, Bapak Drs. Aris Priadi, SH., M.Si, menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muara Enim.

    Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-78 Kabupaten Muara Enim. Hadir langsung dalam acara tersebut:

    1) Pj. Gubernur Sumatera Selatan, Bapak Elen Setiadi, S.H., M.SE., beserta Pj. Ketua TP PKK, Ibu Melza Elen Setiadi.

    2) Pj. Bupati Muara Enim, Bapak H. Hengki Putrawan, S.Pt., M.Si., M.M.

    3) Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Bapak Dedi Arianto.

    Acara berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Muara Enim dengan penuh khidmat dan semarak, menandai perjalanan panjang sejarah dan pembangunan Kabupaten Muara Enim selama 78 tahun.

  • Menerangi Harapan di Kaki Bukit Barisan: Pertamina Hadirkan Energi Baru Terbarukan Manfaatkan Potensi Lokal

    Menerangi Harapan di Kaki Bukit Barisan: Pertamina Hadirkan Energi Baru Terbarukan Manfaatkan Potensi Lokal

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Awan tebal dan hawa sejuk menyeruak, menyelimuti kampung pemukiman di Dusun Rantau Dedap, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim. Dengan ketinggian mencapai 1.400 MDPL, dusun ini menjadi salah satu pemukiman tertinggi di Sumatera Selatan.

    Perjalanan kesana menempuh waktu delapan jam dari Kota Palembang, ibukota Sumatera Selatan. Jalan berkelok, naik turun perbukitan, hingga jurang yang menjulang tinggi mengiringi perjalanan menuju Rantau Dedap yang melewati jalan tanah dan bebatuan, yang diakses dari Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

    Setidaknya, 630 keluarga mendiami dusun yang berada di pegunungan Bukit Barisan ini. Penduduknya adalah Suku Semende Darat, yang mendiami tanah nenek moyang yang telah berpuluh tahun diwariskan dari generasi ke generasi. Mayoritas warga memanfaatkan anugerah alam yang subur dengan bersawah, berkebun kopi dan tanaman hortikultura lainnya.

    Namun, kehidupan yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan itu, puluhan tahun tak tersentuh listrik. Pembangunan infrastruktur listrik negara terhalang kawasan hutan lindung, sehingga warga hidup sederhana hanya dengan diterangi cahaya lampu dari minyak tanah. Rumah-rumah kayu yang berdiri pun hanya gelap gulita, seperti tak ada tanda-tanda kehidupan saat malam hari.

    Begitulah cerita Markun (49), Kepala Dusun Rantau Dedap, sebelum akhirnya ia membawa listrik masuk untuk pertama kalinya kesana, setelah melihat langsung bagaimana turbin mikrohidro yang dioperasikan kerabatnya di Lampung, pada 2007 silam.

    Markun kemudian mencoba memasang instalasi turbin mikrohidro sederhana, memanfaatkan aliran air sungai yang cukup deras dari Danau Deduhuk, yang bersembunyi di balik bukit di Rantau Dedap.

    Turbin yang dipasangnya bersama warga setempat memiliki kapasitas yang bervariasi, mulai dari 1000 Watt, 5000 Watt, hingga pernah 10000 Watt. Dengan peralatan sederhana, Markun menerangi warga dengan memanfaatkan energi bersih, sekaligus baru dan terbarukan. “2007 saya lihat punya saudara saya di Lampung, mereka pakai turbin mikrohidro, jadi saya coba adopsi di dusun ini, mula-mula saya pasang 5000 Watt,” ceritanya.

    Namun, instalasi sederhana yang dibangun Markun dan warga ini ternyata belum dilengkapi dengan aspek keamanan yang memadai. Kabel yang seadanya serta ketiadaan stabilizer seringkali menyebabkan arus listrik tak stabil, yang berujung pada korsleting.

    Bahkan, pengakuan Markun, insiden kebakaran pernah menghanguskan rumah lamanya, akibat lonjakan tegangan yang tak terkendali. Hal ini menjadi tantangan serius bagi warga, yang meski telah menikmati cahaya listrik untuk pertama kalinya, masih dihadapkan pada risiko keselamatan yang belum teratasi.

    Namun Markun tak patah semangat. Beberapa tahun berlalu, ia dan warga Rantau Dedap masih setia menggunakan listrik dari turbin mikrohidro sederhana itu. Hingga pada 2022, perhatian datang dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit III Plaju. Sebagai representasi dari Pertamina, unit pengolahan migas & petrokimia yang beroperasi di Sumatera Selatan ini memegang teguh amanah untuk menjalankan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG), serta tujuan-tujuan yang tertuang dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

    Sebelumnya, Kilang Pertamina Plaju melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Desa Mandiri Energi berhasil menerangi warga Dusun Sarwan, Desa Merbau di Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) pada 2017 lalu. PLTMH ini memanfaatkan potensi debit air terjun dari aliran Danau Ranau dengan sistem crossflow.

    Kehadiran PLTMH ini menjadi jawaban dari kebutuhan warga setempat. Karena sebelumnya, warga sekitar hanya mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) sederhana dengan kapasitas listrik yang kecil. Turbin PLTMH yang dibangun Pertamina di Desa Merbau ini mampu menghasilkan daya listrik hingga 10 Kwh, sehingga mampu mengaliri listrik hingga ke 33 rumah di desa tersebut secara gratis.

    PLTMH merupakan sistem pembangkit listrik mini yang dapat mengubah potensi air dengan ketinggian dan debit tertentu menjadi tenaga listrik, dengan mengoperasikan turbin air dan generator. Sistem pengelolaan debit air ini menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik bagi warga pedesaan.

    Instalasi PLTMH di OKU Selatan itu didampingi para ahli, melibatkan engineer dari Pertamina, serta dosen dan mahasiswa dari Jurusan Teknik Elektro, Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP). Pertamina juga memberdayakan warga sekitar agar bisa mengoperasikan turbin sendiri.

    Keberhasilan program elektrifikasi menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) itu kemudian diperluas dengan menjangkau Dusun Rantau Dedap di Kabupaten Muara Enim. Setelah dilakukan riset, tim Kilang Pertamina Plaju bersama dosen UMP, Ir. Zulkifli Saleh, M.Eng, mulai memetakan kebutuhan perbaikan sistem turbin mikrohidro yang dipasang Markun dan warga secara mandiri.

    Semenjak berjalan 3 tahun terakhir, lewat program Desa Energi Berdikari (DEB), Pertamina terus menambah kapasitas serta memperbaiki sistem kelistrikan turbin mikrohidro di Rantau Dedap secara bertahap.

    Setidaknya, 53 keluarga di Rantau Dedap telah menjadi penerima manfaat PLTMH yang dioperasikan secara aman, dengan pembangunan power house, penggantian kabel dan perbaikan sistem transmisi yang lebih aman. Tiga titik turbin yang dijadikan pembangkit secara berurutan memiliki daya 10 kW, 5 kW dan 3 kW, atau jika ditotal mencapai 18 kW.

    Besarnya potensi mikrohidro di Dusun ini membuat Pertamina ingin berkontribusi lebih banyak. Sejalan dengan agenda Pertamina untuk mendukung peta jalan menuju Net Zero Emission (NZE), program DEB pun semakin digalakkan.

    DEB merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina di pedesaan yang bertujuan mendukung ketahanan energi dengan energi baru terbarukan, sekaligus peningkatan perekonomian masyarakat desa.

    Potensi terbaru, ditemukan di aliran air di dekat Danau Deduhuk. Dengan debit air sekitar 100 Liter per detik (l/s), aliran ini diproyeksikan mampu menggerakkan turbin mikrohidro hingga menghasilkan listrik dengan daya sebesar 12 kW, dan mampu menjangkau hingga 50 keluarga penerima manfaat.

    Kabar itu membuat Markun antusias. Ia mulai mendata warga dusunnya yang sama sekali belum tersentuh listrik. Salah satunya Subhan, yang bermukim tak jauh dari rumahnya. “Saya mulai mendata warga yang belum sama sekali mendapat listrik, dan alhamdulillah warga senang sekali dapat kabar akan dipasang turbin (PLTMH) baru dan mengalirkan listrik ke rumahnya,” kata Markun.

    Power house yang tengah dibangun, ditargetkan selesai dan beroperasi pada awal 2025 mendatang. Markun berencana, listrik dari PLTMH baru ini, sebagian akan dialirkan ke warga di perkampungan di Dusun Sumber Rezeki yang terletak di atas bukit.

    “Kami sangat berterimakasih, sudah ada kepedulian Pertamina, bagi kami masyarakat yang berjuang mendapatkan listrik di sini,” tutur Markun, Jumat (8/11/2024) kepada Siti Rachmi Indahsari, Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Kilang Pertamina Internasional, usai memantau progres pembangunan power house dan turbin.

    Markun mengungkapkan harapannya bahwa dengan infrastruktur PLTMH yang lebih baik, masyarakat dusun dapat mengakses peningkatan kualitas hidup yang lebih baik. “Bagi kami, listrik tak hanya soal penerangan, tapi juga jembatan menuju peningkatan kualitas hidup,” jelas Markun.

    Sementara, Rachmi berharap, pembangunan turbin baru ini dapat mendukung misi Pertamina untuk menghadirkan dan memperluas jangkauan energi bersih di masyarakat, serta dapat dioperasikan dengan aman.

    “Mimpi kita adalah menerangi harapan masyarakat, agar dengan EBT berupa PLTMH ini, masyarakat bisa mengakses dunia yang lebih luas, dan mampu menggerakkan roda perekonomian di desa,” ujar Rachmi.

    Dengan akses listrik yang stabil, potensi kegiatan ekonomi baru pun kian terbuka, seperti pengolahan kopi lokal Semende yang namanya telah melambung di level nasional, atau usaha pengolahan produk hortikultura. “Sehingga masyarakat dapat menciptakan nilai tambah dari adanya akses listrik ini,” imbuh Rachmi.

    Tak hanya itu, program DEB ini juga memungkinkan warga untuk melakukan perawatan turbin mikrohidro secara mandiri. “Dengan memiliki keterampilan teknis ini, warga dapat secara mandiri menjaga sistem PLTMH, mengurangi risiko gangguan, serta mengoptimalkan pemanfaatan energi,” ungkap Rachmi.

    Program DEB di Dusun Rantau Dedap melalui PLTMH ini merupakan bentuk nyata komitmen Pertamina dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan penerapan prinsip-prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Melalui pemanfaatan energi baru terbarukan, Pertamina tidak hanya membantu meningkatkan akses energi bersih bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memberdayakan komunitas lokal.

    “Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menghadirkan energi berkelanjutan yang mendukung pertumbuhan ekonomi desa sekaligus menjaga alam,” ujar Rachmi. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak pihak dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, adil, dan ramah lingkungan.

  • Pj Gubernur Elen Setiadi Resmikan Jembatan Air Lematang Sepanjang 140 Meter di Muara Enim 

    Pj Gubernur Elen Setiadi Resmikan Jembatan Air Lematang Sepanjang 140 Meter di Muara Enim 

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM -Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Elen Setiadi, S.H, M. S.E, didampingi Pj Bupati Muara Enim, H. Henky Putrawan, S.Pt., M.Si., M.M meresmikan jembatan rangka baja Air Lematang Desa Ujan Mas Lama Kabupaten Muara Enim,Rabu (4/9/2024) pagi.

    Peresmian jembatan  sepanjang 140 Meter tersebut ditandai dengan pemecahan kendi dan penandatanganan prasasti oleh Pj Gubernur Sumsel Elen Setiadi.

    Dalam sambutannya Pj Gubernur Elen Setiadi mengatakan, Pembangunan jembatan ini telah lama dinantikan karena akan menjadi penghubung utama sekaligus jalur lalu lintas alternatif  bagi warga yang bermukim di Kecamatan Ujan Mas, khususnya untuk keperluan aktivitas ekonomi atau mengangkut hasil pertanian warga.

    “Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Saya mengucapkan selamat atas selesainya pembangunan Jembatan Air Lematang. Pembangunan Jembatan ini merupakan salah satu wujud nyata dari upaya pemerintah dalam meningkatkan infrastruktur untuk menunjang kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

    Elen menuturkan, Jembatan yang memiliki panjang 140 meter dengan struktur rangka baja itu dibangun menggunakan dana yang berasal dari APBD Provinsi Sumatera Selatan, APBD Kabupaten Muara Enim dan didukung hibah rangka baja dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

    “Jembatan ini dibangun secara bertahap dari tahun 2021 hingga tahun 2023,” tuturnya.

    Menurutnya, Pembangunan jembatan ini menunjukkan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat.

    Elen berharap, dengan adanya Jembatan Air Lematang yang lebih kokoh, luas dan aman diharapkan dapat memperkuat konektivitas antar desa dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

    “Jaga dan rawat keberadaan jembatan ini, sehingga dapat terus memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk masa yang akan datang,” tandasnya.

    Sementara Pj Bupati Muara Enim Henky Putrawan dalam laporannya mengungkapkan sebelumnya masyarakat sekitar mengandalkan jembatan gantung sebagai akses kegiatan sehari-hari. Sehingga dinilai perlu dibuatkan jembatan permanen rangka baja.

    “Alhamdulilah pada hari ini, jembatan permanen rangka baja di Desa Ujan Mas Lama telah selesai dan  diresmikan oleh Pj Gubernur Sumatera Selatan,” katanya.

    Hengky merinci, Jembatan Ujan Mas Lama ini terdiri dari 3 bentang dengan total panjang 140 meter dan lebar 7 meter, yang dibangun selama 4 tahun dari tahun 2021 sampai ke 2024 dengan total biaya sebesar 33 miliar rupiah.

    “Pada tahun 2024 akan dibangun bangunan pelindung (fender) pilar jembatan sebesar 3 (tiga) miliar rupiah dan lanjutan peningkatan jalan di seberang jembatan sebesar 3 (tiga) miliar rupiah melalui dana APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2024,” imbuhnya.

    Hengky berharap, dengan adanya Jembatan Air Lematang Desa Ujan Mas Lama ini dapat menunjang aktivitas masyarakat, meningkatkan kelancaran mobilitas barang dan jasa sehingga semakin efisien dan meningkatkan konektivitas ke kabupaten  tetangga. Serta mendukung pengembangan wilayah di kawasan Kecamatan Ujan Mas dan sekitarnya.

  • Tugas Berat Hengky Awasi ASN Muara Enim Agar tak Terlibat Pilkada

    Tugas Berat Hengky Awasi ASN Muara Enim Agar tak Terlibat Pilkada

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG -Mundurnya Ahmad Rizali sebagai PJ Bupati Kabupaten Muara Enim untuk mengikuti persaingan dalam Pilkada Serentak di Bumi Serasan Sekundang. Padahal sebelumnya ada mantan Sekertaris Pemerintah Provinsi Sumsel Nasrun Umar telah mencalonkan diri sebagai Bupati.

    Banyaknya kalangan Birokrat mencalonkan diri menjadi tantangan PJ Bupati Muara Enim yang baru dilantik kemarin, Hengky Putrawan punya tugas berat agar para ASN di Lingkungan pemerintahan tak terlihat dalam kampanye Calon, atau juga mengajak masyarakat untuk memilih salah satu Calon.

    “Sesuai instruksi PJ Gubernur, saya ditugaskan untuk menjaga netralitas ASN di Muara Enim, apalagi kita tahu jika ada beberapa pejabat dan mantan pejabat yang ikut maju dala Pilkada Muara Enim,” kata Hengky, Selasa (23/7/2024).

    Bahkan, diisukan juga jika mantan PJ Bupati Kabupaten OKU Teddy Meilwansyah akan ikut bertarung pada Pilkada di Muara Enim, hal ini akan mengharuskan Hengky untuk mengawasi jajarannya.

    “Sanksi sesuai UU ASN ada, jika ASN terlibat akan kita tindak tegas,” jelasnya.

    Demi menyukseskan Pilkada di Muara Enim, Hengky menjelaskan jika dirinya akan menyiapkan program dan langkah – langkah kedepan agar Zero konflik dan Harmonis.

    “Untuk itu, saya tegaskan para ASN di Muara Enim agar bisa menjaga Netralitas saat Pilkada nanti,” pungkasnya.

  • Rayakan Idul Adha Bersama, Edwin-Syuryadi Diminta Masyarakat Amanah dalam Memimpin Muara Enim

    Rayakan Idul Adha Bersama, Edwin-Syuryadi Diminta Masyarakat Amanah dalam Memimpin Muara Enim

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Tokoh yang digadang maju di Pilbup Muara Enim, Edwin Mauladi terlihat melaksanakan shalat Idul Adha di sebuah masjid kawasan Desa Lubuk Getam, Kecamatan Belida Darat, pada Senin (17/6).

    Secara kebetulan, di masjid desa tersebut juga hadir Ustad Syuryadi selaku imam dan khatib dalam shalat yang diikuti oleh ratusan jemaah. Benar saja, kehadiran keduanya membuat masyarakat desa antusias sehingga mendorong dua tokoh ini berpasangan untuk maju di Pilbup Muara Enim mendatang.

    Terlebih usai shalat ied, Edwin yang dikenal sebagai putra daerah itu memimpin pemotongan hewan kurban disaksikan oleh Ustad Syuryadi dan masyarakat. Seekor sapi berbobot sekitar satu ton disembelih dan dagingnya kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak, juga warga setempat.

    Melihat keakraban keduanya, warga mendorong Edwin untuk bergandengan dengan politisi PKS itu, bersama-sama membenahi sengkarut permasalahan Bumi Serasan Sekundang. “Visi Muara Enim Bersih ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga bersih dari segala bentuk korupsi dan birokrasi yang berbelit-belit. Ini tujuan besar yang patut didukung. Kami berharap Edwin bersama Syuryadi bisa menjadikan Muara Enim hebat kedepan,” ungkap Emil, salah satu warga.

    Ya, Edwin Mauladi belakangan muncul dengan jargon Muara Enim Bersih yang merupakan akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah dan Hebat. Sementara sosok Ustad Syuryadi telah lebih dulu dikenal warga, termasuk ketika dirinya maju sebagai calon Wakil Bupati Muara Enim pada pemilu 2018 lalu.

    Menjawab keinginan warga terhadap dirinya dan juga Ustad Syuryadi, Edwin mengaku siap menjalankan amanah apabila memang diberikan. “Sebetulnya hari ini kami hadir untuk berbagi dengan masyarakat, sekaligus memaknai idul adha sebagai refleksi pengorbanan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Tidak ada pembicaraan lebih jauh (mengenai politik). Tapi kalau memang Allah berkehendak, warga juga menginginkan, Insha Allah yang terbaik untuk Muara Enim,” katanya.

    Kepemimpinan yang berakhlak sangat dibutuhkan oleh Muara Enim saat ini setelah pemimpin sebelumnya terjerat korupsi. Setidaknya enam kali pergantian pejabat dalam kurun waktu tersebut, mulai dari pelaksana tugas sampai penjabat bupati yang ditunjuk oleh Pemprov Sumsel.

    Sayangnya, di masa tersebut, beberapa pejabat bupati di Muara Enim ini juga sempat diterpa isu tak sedap, mulai perselingkuhan, sampai dugaan keterlibatan atas sejumlah kasus korupsi. Hal inilah yang disinyalir membuat masyarakat gerah dan membutuhkan sosok pemimpin yang mampu membawa Bumi Serasan Sekundang keluar dari jerat permasalahan moral pemimpin ini.

    Oleh sebab itu, duet teknokrat dan ustad Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidz Ibadurrohman inilah yang diharapkan menjadi jawaban. “Sosok Edwin dengan pemikirannya dapat memberikan kemajuan bagi wilayah Muara Enim. Sementara Syuryadi menjadi sosok penyeimbang sebagai seorang ulama. Duet keduanya sudah sangat pas,” kata Darsan warga lainnya.

    Usai shalat Ied dan pemotongan hewan kurban, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama seluruh warga dan sesepuh Desa Lubuk Getam. Dalam kesempatan itu, dukungan yang mengalir dari warga untuk keduanya kemudian dikerucutkan dalam kelompok relawan Esa (Edwin-Syuryadi).

    Ustad Syuryadi mengapresiasi hal ini, sebagaimana komitmen dirinya untuk umat yang dibuktikan dengan kembali terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Muara Enim untuk periode 2024-2029 mendatang. “Sebagian besar hidup kita sudah didedikasikan untuk umat. Sehingga kalau mendapat dukungan dan dorongan dari umat dan ditentukan berjodoh, Insha Allah tidak ada kata mundur,” ungkapnya.

  • Sosok Teknokrat Muda Edwin Mauladi, Siap Bawa Muara Enim ke Era Baru yang Lebih Baik

    Sosok Teknokrat Muda Edwin Mauladi, Siap Bawa Muara Enim ke Era Baru yang Lebih Baik

    SUARAPUBLIK.ID, MUARAENIM – Sosok Edwin Mauladi muncul sebagai salah satu calon Bupati Muara Enim di Pilkada mendatang.

    Hal ini terlihat dari sejumlah baliho yang dipasang di sejumlah kawasan wilayah Muara Enim, menampilkan Edwin dengan tagline Muara Enim BERSIH, sebuah akronim dari Beragama, Sejahtera, Indah, dan Hebat.

    Tagline ini mencerminkan visi dan misi Edwin dalam membawa perubahan positif bagi Muara Enim. Dalam visi dan misinya, Edwin Mauladi berkomitmen untuk membangun pemerintahan yang transparan dan bersih dari korupsi.

    Hal ini akan dilakukannya dengan mengedepankan nilai-nilai agama sebagai landasan moral, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan.

    Edwin diketahui pula fokus pada menjaga kelestarian lingkungan dan membangun infrastruktur yang indah dan ramah lingkungan.

    Dalam penelusuran, Edwin Mauladi diketahui merupakan seorang teknokrat, alumni dari Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP).

    Edwin menjadi salah satu sosok di balik realisasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di kawasan Desa Segamit, Kecamatan Semende Darat Ulu.

    PLTMH yang dibangun oleh UMP bersama para alumninya ini berhasil mengaliri listrik untuk lebih dari 300 kepala keluarga (KK) dan SD Negeri 14 Rantau Dedap.

    Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Edwin Mauladi dalam mengimplementasikan visinya untuk memanfaatkan sumber daya alam demi kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

    Dapat Apresiasi dan Dukungan Masyarakat 

    Muhamat (34), salah satu warga Desa Keranji, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim mengatakan, pembangunan di Kabupaten Muara Enim sejauh ini belum merata dirasakan oleh masyarakat.

    Permasalahan korupsi dan mental pejabat yang terjadi selama ini membuat pemerintahan di Bumi Serasan Sekundang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

    “Dari dulu yah seperti ini saja. Jalan masih minim penerangan. Ada juga yang bertahun rusak tapi belum diperbaiki. Itu yang kami rasakan,” ujar Muhamat saat dibincangi, Sabtu (15/6).

    Apalagi, wilayah Muara Enim yang cukup luas, membuat pemerintah maupun Penjabat (pj) Bupati yang ada selama ini tidak fokus menyelesaikan masalah yang ada di tengah masyarakat.

    Padahal selaku warga, dirinya memiliki impian dusunnya bisa maju seperti daerah lain. Meskipun tidak punya sumber daya alam seperti batu bara, tetapi wilayah desanya juga merupakan bagian dari Muara Enim.

    Sebagian besar warga desanya selama ini menggantungkan hidupnya dari hasil sadapan karet. Sayangnya, harga jual karet saat ini masih rendah.

    “Yang dibangun jangan hanya yang punya sumber daya alam (batu bara) saja. Tapi kami juga menginginkan pembangunan yang maju sehingga bisa membuka peluang ekonomi lainnya,” ungkap Muhamat.

    Permasalahan akhlak dalam kepemimpinan Muara Enim yang korup beberapa tahun ke belakang cukup dipertanyakan. Oleh sebab itu, jelang Pilkada Muara Enim ini, warga menginginkan pemimpin yang mampu membawa perubahan. Pemimpin yang memiliki visi perbaikan kesejahteraan bagi warga.

    “Cari pupuk masih susah. Kalaupun ada, harganya mahal. Tidak sebanding dengan harga jual karet saat ini. Kami benar-benar menginginkan pemimpin yang betul-betul memikirkan rakyatnya. Datang dan lihat sendiri kondisi kami lalu cari solusinya apa,” ucap Fauzan, warga lainnya.

    Dari sejumlah calon Bupati yang muncul, baru sosok Edwin Mauladi yang datang ke Desa Keranji, menawarkan visi dan misi serta program yang diusungnya.

    Dia menilai, sosok Edwin merupakan pribadi yang cerdas dan punya visi membangun Muara Enim. “Yang sudah punya program jelas ke arah perubahan baru pak Edwin saja. Makanya, kami warga Desa Keranji sangat antusias untuk mendukungnya,” terangnya.

    Harapannya, visi Muara Enim Bersih yang diusung Edwin dapat terwujud. Sehingga, petani karet seperti dirinya dapat terbantu melalui berbagai program yang telah diusung. “Sejauh ini baru pak Edwin yang datang dan mesosialisasikan programnya. Kami harap, kedepannya dapat membantu kemenangan pak Edwin di Pilbup Muara Enim,” ungkapnya.

  • Kompak, Bacagub Sumsel H Mawardi Yahya dan Bacawagub Hj Anita Noeringhati Hadiri Pengajian Akbar dan Halal Bihalal 

    Kompak, Bacagub Sumsel H Mawardi Yahya dan Bacawagub Hj Anita Noeringhati Hadiri Pengajian Akbar dan Halal Bihalal 

    SUARAPUBLIK.ID, MUARAENIM- Bacalon Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dan Bacalon Wagub Sumsel Hj Anita Noeringhati (Matahati) terlihat menghadiri acara pengajian akbar dalam rangka halal bihalal dan haflah akhirussanab santruwan/santriwati TK Nurul Ulum, MI An Nuut Al Musyarrof, wisuda tahfidz juz 30 MI An Nuur Al Musyarrof dan Khitmil Quran bib Nadhor 30 Juz TPQ Nurul Ulumserta sambung sanad metode pembelajarab Alquran yanbu’a tahun pelajaran 2023/2024.

    Kegiatan tersebut juga dihadiri ribuan anggota jemaah dan ribuan muslimat Nahdatul Ulama (NU), Kamis 23 Mei 2024 di Desa Sumber Rahayu Kecamatan Rambang Kabupaten Muaraenim.

    Bahkan mereka mendoakan dan memberikan dukungan bagi keduanya untuk memimpin Sumsel lebih baik lagi.

    Ribuan masyarakat tersebut antusias bersalamam menyambut kedatangan Bacalon Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya dan Bacalon Wagub Sumsel Hj Anita Noeringhati (Matahati).

    Bacalon Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya mengatakan pihaknya sangat mensuport kegiatan halal bihalal tersebut. Bersama Bacalon Wagub Sumsel Hj Anita Noeringhati dirinya memohon doa dan dukungan dari masyarakat.

    “Beliau (Anita-red) juga terkejut waktu saya agar dapat berpasangan dalam pilkada Sumsel. Akhirnya beliau mau dan kami Insya Allah akan didukung Parpol Gerindra dan Golkar serta partai lainnya. Yang jelas Gerindra dan Golkar adalah partai pemenang dalam pilres kemarin,”ujarnya.

    Sementara itu, Bacalon Wagub Sumsel Hj Anita Noeringhati mengatakan dirinya sempat saat dihubungi Bacalon Gubernur H Mawardi Yahya untuk mendampingi beliau memimpin Sumsel, apalagi belum pernah ada orang bersuku Jawa menjadi pemimpin Sumsel.

    “Saya berdoa dan meminta waktu berpikir. Kemudian istikhoroh alhamdulillah saya terima ajakan tersebut. Alhamdulillah kami berdua sudah menemui Ketum Golkar Airlanggan Hartanto. Insya Allah kami tinggal menunggu SKnya saja dan didiukung Partai Gerindra dan Golkar sebagai partai pemenang dalam pilpres beberapa waktu lalu. Mudah-mudahan partai lain juga memberikan dukungan dan usungan kepada kami. Insya Allah dengan doa dan dukungan seluruh masyarakat kami berdua dapat memimpin Sumsel, mewujudkan Sumsel Bangkit Bersama,” harap Hj Anita yang merupakan Ketua DPRD pertama untuk Sumsel ini.

    Menurutnya mendampingi H Mawardi Yahya sebagai bacalon gubernur Sumsel merupakan suatu penghormatan dan penghargaan.

    ” Insya Allah kalau kami menjadi gubernur dan wagub apa yang menjadi permintaan masyarakat harus ditunaikan, seperti pendidikan kesehatan dan infrastruktur dan sebagainya. Mohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sumsel,” ujarnya.

    Ketua Yayasan Nuural Musyarrof Kuniyadi mengatakan pihaknya akan mendoakan dan memberikan dukungan kepada H Mawardi Yahya-Hj RA Anita Noeringhati sebagai bacalon gubernur dan wagub Sumsel. “Mereka orang baik tentunya kami akan dukung untuk mensejahterakan maayarakat Sumsel,”ujarnya.

  • Update Crane Girder Roboh, 2 Korban Wafat 

    Update Crane Girder Roboh, 2 Korban Wafat 

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Jatuhnya Crane Girder pembangunan Fly Over Bantaian di Kabupaten Muara Enim memakan korban, sejauh ini diketahui ada dua korban wafat dari 9 korban yang dilaporkan terkena jatuhnya Crane Girder tersebut.

    Foto : Tampak Atas Robohnya Crane Girder FO di Kabupaten Muara Enim. Foto : Istimewa

    Disampaikan Penjabat Bupati Muara Enim, Ahmad Rizali, kedua korban tersebut merupakan pekerja pembangunan FO. Sedangkan 7 korban lainya dinyatakan luka – luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit.

    “Duka cita mendalam kita ucapkan kepada keluarga korban,” kata Rizali, Kamis (7/3/2024).

    Dua korban tewas pertama bernama Edi Saputra beralamat di Pegayut, Kabupaten Ogam Ilir (OI)

    Serta satu lagi bernama Weston yang meninggal pukul 13.25 WIB. Jenazah Weston rencananya akan dibawa ke Makassar, Sulawesi Selatan.

    “5 korban dibawa ke AR Bunda Prabumulih, sedangkan 4 Korban termasuk yang wafat dibawa k RS Rabain Muara Enim,” terangnya.

  • PLN ULP Muara Enim Minta Warga Waspada Musim Hujan Disertai Angin Kencang

    PLN ULP Muara Enim Minta Warga Waspada Musim Hujan Disertai Angin Kencang

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Muara Enim kembali menghimbau masyarakat untuk lebih waspada disaat musim penghujan. Kondisi hujan lebat disertai angin kencang kerap kali menyebabkan pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik, sehingga menyebabkan suplai listrik ke sebagian wilayah terganggu.

    Manager PLN Unit Layanan Muara Enim, Irfan Maulana, mengatakan bahwa pihaknya tengah gencar memonitor potensi bahaya terhadap jaringan dan melakukan pemangkasan pohon untuk menjaga jarak aman pohon dengan jaringan listrik.

    “Kami berupaya mengoptimalkan kegiatan _right of way_ (ROW) jarak aman 3 meter dengan melakukan pemangkasan pohon agar potensi pohon tumbang dan mengenai jaringan listrik dapat diminimalisasi”. kata Irfan

    Irfan menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada PLN jika ada potensi bahaya pohon yang mengenai jaringan listrik.

    “Meskipun ROW ini dilakukan secara periodik, beberapa tanaman cepat sekali tumbuhnya. Kadang baru beberapa waktu petugas pangkas, sudah rimbun lagi. Oleh karena itu, kami mohon kerjasama masyarakat dalam kegiatan ROW dan tanam tumbuh. Hubungi kami di unit terdekat atau PLN Mobile jika menemukan potensi bahaya yang dapat mengganggu suplai listrik” tutur Irfan.

    Himbauan ini disampaikan Irfan lantaran sempat terjadi hujan deras yang mengakibatkan pohon tumbang dan mengenai tiang listrik pada tanggal 14 dan 24 Februari lalu, sehinggan suplai listrik ke Kelurahan Muara Enim terganggu. Ia mengatakan, saat musibah tersebut terjadi, pihaknya segera melakukan konfigurasi jaringan dan memasang unit gardu bergerak.

    “Saat bencana beberapa waktu lalu, kami segera melakukan konfigurasi jaringan, mengganti tiang beton yang tertimpa pohon tumbang, serta memasang Unit Gardu Bergerak untuk supply listrik pelanggan terdampak” terang Irfan.

    Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Lahat, Teguh Aang Rahmadi, mengatakan pada awal tahun 2024 ini PLN ULP Muara Enim telah melakukan pemampasan pohon sepanjang 20km pada jaringan yang mensupply listrik Kelurahan Muara Enim, melakukan inspeksi terhadap 108 gardu, dan memasang alat proteksi petir.

    “PLN ULP Muara Enim telah melaksanakan pemampasan pohon sepanjang 20km pada jaringan yang mensupply listrik Kelurahan Muara Enim, melakukan inspeksi terhadap 108 gardu, dan memasang alat proteksi petir. Namun kami tetap mohon support masyarakat, khususnya dalam hal tanam tumbuh dan info potensi bahaya agar tim lapangan dapat bergerak cepat” pungkas Aang.

  • Kecelakaan Kereta Api di Muara Enim Satu Orang di Larikan ke RS

    Kecelakaan Kereta Api di Muara Enim Satu Orang di Larikan ke RS

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM -Pada Rabu, 7 Februari peristiwa kecelakaan terjadi di perlintasan rel kereta api di Jl. Pemuda, Kelurahan Pasar I, Muara Enim, Sumatera Selatan. Sebuah Toyota Kijang LGX yang dikendarai oleh Diono Kaipul mengalami kecelakaan dengan Kereta Api Babaranjang Lokomotif 204 0801 dari arah Tanjung Enim menuju Palembang.

    Kapolres Muara Enim, AKBP Jhoni Eka Putra, melalui Kasat Lantas Polres Muara Enim, AKP Suwandi SH, menjelaskan kronologi kejadian. Saat mobil yang dikendarai Diono Kaipul mengalami kerusakan dan mogok di tengah perlintasan rel kereta api, saksi-saksi serta warga lain berusaha membantu mendorong mobil tersebut. Namun, saat itu juga kereta api Babaranjang menabrak mobil yang terjepit di tengah perlintasan.

    “Pengendara ini sempat keluar dari mobil, namun masuk kembali ke dalam mobil dan terjepit di pintu depan sebelah kanan. Saat ini, Diono Kaipul dirawat di IGD RS Rabain Muara Enim dan masih dalam pemeriksaan dokter,” kata Suwandi.

    Kasat Lantas menegaskan bahwa palang pintu rel kereta api di perlintasan tersebut dalam keadaan terpasang dan aktif, serta dijaga oleh dua anggota Dishub Kabupaten Muara Enim. Namun, pada saat kecelakaan terjadi, mobil Diono Kaipul menerobos melintasi perlintasan rel yang belum tertutup dengan sempurna.

    “Perkara kecelakaan ini ditangani oleh unit Pidsus Sat Reskrim Polres Muara Enim, di bawah koordinasi Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Semoga korban kecelakaan segera mendapatkan pemulihan dan penanganan yang tepat,” jelasnya.

  • Pj Gubernur Tinjau Lokasi Banjir di Muara Enim, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

    Pj Gubernur Tinjau Lokasi Banjir di Muara Enim, Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau sejumlah titik lokasi banjir di Kabupaten Muara Enim. Melalui kesempatan ini, Fatoni melihat dari dekat kondisi masyarakat terdampak banjir di Desa Danau Rata, Sungai Rotan, Sumatera Selatan, Jumat (19/1/2024).

    Di hadapan masyarakat, Fatoni menyampaikan rasa simpatinya atas bencana banjir yang merendam pemukiman warga. Selain itu, dia mengecek dan memastikan kelengkapan posko banjir serta menyerahkan sejumlah bantuan, di antaranya logistik dan obat-obatan guna meringankan beban masyarakat.

    “Jika ada bencana, Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan Kota meninjau langsung ke lapangan melakukan pendataan, kemudian juga memberikan bantuan,  memberikan pertolongan menjadi baik itu peralatan makanan, pakaian, kemudian juga tenaga medis,” kata Fatoni.

    Fatoni mengatakan Pemprov Sumsel bersama instansi lainnya, mulai dari Pemerintah Daerah, TNI/Polri, BUMN, BUMD serta masyarakat bergotong royong mengumpulkan bantuan guna membantu masyarakat terdampak bencana di Provinsi Sumsel.

    “Maka kami datang untuk bisa bersilaturahmi, hari ini kami membagikan bantuan hampir 8 ton beras, kemudian sembako 570 paket, matras ada 50 lembar, makanan siap saji 70 paket, biskuit dan  bahan medis, selimut serta  makanan siap saji yang lainnya ada 500 paket,” ucap Fatoni.

    Fatoni menyebut bantuan yang diserahkan sebagian sudah disalurkan sebelumnya merupakan bentuk kepedulian nyata dari Pemerintah. Dia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengan bencana banjir.

    “Mudah-mudahan kita semua selalu dalam lindungan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tuhan Yang Maha Kuasa, mudah-mudahan kita juga selalu sehat, jaga terus kesehatan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Bupati Muara Enim Ahmad Rizali menyebut terdapat 10 Kecamatan yang terdampak banjir di Kabupaten Muara Enim. Di antaranya Kecamatan Muara Enim, Kecamatan Ujan Mas, Kecamatan Benakat, Kecamatan Gunung Megang, Kecamatan Blimbing, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kecamatan Sungai Rotan, Kecamatan Lembak Enam, Kecamatan Gelumbang dan Kecamatan Muara Belida.

    “Dari 10 kecamatan tersebut terdiri dari  73 desa, dengan total 15.270 KK yang terdampak,” jelas Rizali.

    Selain itu lanjut Rizali, terdapat 2 kecamatan yang mengalami tanah longsor, yaitu Kecamatan Semende Darat Ulu dan Kecamatan Semende Darat Tengah dengan 4 titik longsoran. Dampak banjir tersebut mengakibatkan beberapa infrastruktur mengalami kerusakan, di antaranya tiga unit jembatan rusak, yaitu jembatan gantung putus di Kecamatan Belimbing dan di Kecamatan Empat Petulai Dangku sedangkan satu unit jembatan beton rusak parah di Kecamatan Benakat termasuk satu unit rumah roboh di Desa Pagar Dewa Kecamatan Benakat.

    Pemerintah Kabupaten Muara Enim telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya berkoordinasi bersama Forum Koordinasi Perangkat Daerah (Forkopimda) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menetapkan status tanggap darurat bencana banjir dan longsor.

    “Kita juga telah melakukan evakuasi dan mendirikan tenda pengungsi untuk  masyarakat yang terdampak banjir bersama dengan TNI,” tandasnya.

  • Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nelayan Ganjar Ajak Masyarakat Muara Enim Beramai-ramai Bikin Pempek

    Peringati Hari Sumpah Pemuda, Nelayan Ganjar Ajak Masyarakat Muara Enim Beramai-ramai Bikin Pempek

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan Dukung Ganjar Pranowo turut memperingati Hari Sumpah Pemuda dengan kegiatan yang menciptakan persatuan dan kekompakan warga.

    Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut merangkul sejumlah warga Muara Enim untuk membuat pempek di Lingkungan RT 3, RW 2, Kelurahan Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel), Sabtu (28/10).

    Koordinator Wilayah (Korwil) KNP Sumsel Heldi Bagja mengatakan dalam momen sumpah pemuda ini, pihaknya mengajak anak muda hingga tua untuk membuat pempek secara beramai-ramai.

    “Hari ini, memperingati Hari Sumpah Pemuda, kami bersama ibu-ibu, pemuda, pemudi di sini membuat pempek beramai-ramai,” ungkapnya.

    Heldi mengatakan kegiatan ini makin menjaga kekompakan warga desa tersebut. Selain itu, pembuatan pempek yang diikuti ratusan warga ini sekaligus melestarikan makanan khas wilayah Sumatera Selatan.

    “Pertama, kami menjaga kekompakan warga desa ini. Kedua, ini adalah makanan khas Palembang, pempek. Sekaligus ini melestarikan makanan khas Palembang sehingga budaya asli Palembang tidak diklaim orang luar,” ucapnya.

    KNP Dukung Ganjar berharap anak muda hingga tua di Muara Enim makin solid untuk menjaga silaturahmi.

    “Harapan kami, ibu-ibu semakin solid untuk menjaga silaturahmi sesama ibu-ibu. Ibu-ibu juga bisa mengetahui sosok Ganjar Pranowo,” tuturnya.

    KNP terinspirasi dari sosok calon presiden (capres) Ganjar Pranowo yang kerap turun ke masyarakat untuk menyapa dan mendengar aspirasi warganya.

    “Kegiatan kami ini sangat terinspirasi dari sosok Ganjar Pranowo. Pak Ganjar saat memimpin Jawa Tengah menginspirasi kami sebagai anak muda. Energinya sama dengan anak muda,” katanya.

    Dalam kegiatan itu, KNP turut menyosialisasikan program-program Ganjar Pranowo yang telah berhasil dilakukan saat menjabat gubernur Jawa Tengah.

    “Hari ini, kami mengadakan canvassing, menyosialisasikan Ganjar Pranowo, program kerja dan keberhasilan beliau saat memimpin Jawa Tengah,” ujarnya.

    Misalnya, program khusus nelayan seperti subsidi minyak solar hingga kartu nelayan.

    “Ada program-program Ganjar Pranowo ketika memimpin Jateng yang pro terhadap Nelayan. Salah satunya subsidi minyak solar ke nelayan. Lalu, dibuat kartu Nelayan. Aplikasi Siadin untuk mengetahui cuaca atau perkembangan situasi di laut,” ucapnya.

  • Nelayan Ganjar Edukasi Warga Muara Enim Cara Menangkap Ikan Ramah Lingkungan

    Nelayan Ganjar Edukasi Warga Muara Enim Cara Menangkap Ikan Ramah Lingkungan

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM- Sukarelawan Komunitas Nelayan Pesisir (KNP) Sumatera Selatan mengedukasi kelompok nelayan di Muara Enim cara menangkap ikan yang ramah lingkungan.

    Kegiatan itu berlangsung di Dusun IV Kedatun Desa Tanjung Baru, Kecamatan Belida, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada Kamis (28/9/2023).

    Koordinator Wilayah KNP Sumsel Heldi Bagja mengatakan, edukasi ini penting digelar agar nelayan tahu mana cara menangkap ikan yang ramah lingkungan dan mana yang tidak. Sehingga, ekosistem air laut atau sungai tetap terjaga meski penangkapan ikan dilakukan.

    “Kami menyosialisasikan atau edukasi pentingnya menangkap ikan ramah lingkungan sehingga ekosistem di laut atau di sungai itu terjaga. Kalau terjaga ekosistemnya, nelayan bisa menangkap ikan, populasinya terjaga,” ujar Bagja.

    Dalam pemaparannya, Bagja menyampaikan apa saja alat penangkap ikan yang ramah lingkungan dan bukan. Adapun alat penangkap ikan yang ramah lingkungan seperti menggunakan jaring, tombak, dan jala.

    Sementara alat penangkap ikan yang tidak diperbolehkan atau tidak ramah lingkungan, yaitu setrum ikan, racun bom ikan, dan pukat harimau.

    Kegiatan yang juga sebagai sosialisasi sosok Ganjar Pranowo calon presiden 2024 ini pun mendapatkan antusias yang luar biasa dari para peserta. Hal itu kemudian diungkapkan oleh Bagja.

    “Alhamdulillah tadi silaturahmi dan edukasi menangkap ikan ramah lingkungan warga-warga di sini antusias dengan kehadiran kita. Kita memberikan edukasi sehingga ada harapan dari masyarakat sini kalau Bapak Ganjar Pranowo terpilih, semoga silaturahminya terjaga dengan komunitas nelayan pesisir sini,” pungkas Bagja.

  • Semarakkan HUT RI ke 78, Warga RT 04 RW 01 BTN Air Lintang Gelar Acara Perlombaan

    Semarakkan HUT RI ke 78, Warga RT 04 RW 01 BTN Air Lintang Gelar Acara Perlombaan

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Menjelang 17 Agustus hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke – 78 semarak kemerdekaan terlihat diseluruh pelosok negeri, mulai dari tingkat RT hingga pemerintahan Kabupaten bahkan Provinsi mengadakan perlombaan untuk menyemarakkan hari kemerdekaan Indonesia.

    Salah satunya di komplek perumahan BTN Air Lintang Muara Enim RT 04 RW 01, panitia Bersama Masyarakat menggelar aktivitas 17 agustus yang di isi bermacam macam perlombaan. Acara digelar dari tanggl 13 Agustus sampai dengan acara puncak yaitu 19 Agustus 2023.

    Ketua RT 04 RW 01 BTN Air lintang AK Arisandi mengungkapkan bahwa gelaran lomba ini merupakan kegiatan yang sangat baik dan positif untuk memeriahkan kemerdekaan Republik Indonesia ke 78 Tahun 2023. Hal itu diungkapkannya pada pelaksanaan malam acara puncak Sabtu (19/08/23).

    “Saya Apresiasi untuk semua panitia yang sudah bekerja keras dalam mempersiapkan acara ini dan acara ini sangat baik dan berdampak positif bagi Masyarakat, khusunya BTN Air Lintang RT 04 RW 01 Muara Enim,” jelasnya.

    Sementara itu, ketua panitia Dirja Alsobirin S KM menyatakan bahwa keseruan perlombaan ini untuk memeriahkan HUT KE 78 RI dan dirasakan untuk semua kalangan, mulai dari anak anak hingga ibu ibu dan bapak bapak tua maupun muda namun yang terpenting menjalin silahturahmi .

    Dijelaskannya, ada 15 tangkai perlombaan untuk anak anak dan dewasa. Adapun untuk orang dewasa bapak ibu itu juga ada. “Tetapi yang di tiadakan perlombaan untuk menggendong istri karena bapak bapak nya tidak akan kuat menggendong para istrinya,”ujarnya.

    Perum BTN Air Lintang adalah perum Asri, Aman dan lingkungannya sangat nyaman, bersih dan agamis. Perumahan BTN Air Lintang adalah perumahan yang pertama kali berdiri di kabupaten muara enim di dirikan pada tanggal 1 Mei 1985, “tambah Dirja.

    “Acara puncak diadakan pada 19 Agustus 2023, Sabtu malam Minggu. diisi dengan bermacam macam acara dan yang penting pembagian hadiah bagi pemenang perlombaan. Ada 163 hadiah yang dibagikan sampai ke hadiah doorprize dari Ketua RT 04 RW 01 dan seluruh kegiatan berasal dari swadaya sebagai bentuk partisipasi dan kontribusi dari masyarakat BTN Air Lintang khusus nya di RT 04 RW 01 ini, “pungkasnya. (*)

  • Bikin Was-was, Truk Melintas di Muara Enim Sering Dilempari Batu

    Bikin Was-was, Truk Melintas di Muara Enim Sering Dilempari Batu

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Pelemparan batu dilakukan orang tak dikenal (OTK) terhadap sopir truk yang beroperasi di Muara Enim semakin marak. Terbaru, korbannya ialah Kiramin (40) warga Lampung.

    Insiden pelemparan itu terjadi saat ia tengah melintas di ruas Jalan di Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul, atau tepatnya didekat RM Tirta Kencana – Bank BRI, Selasa malam (18/7/2023) sekitar pukul 23.30 WIB.

    Akibat dari peristiwa itu, mobil truk BE 9581 AV yang dikendarai korban mengalami kerusakan pada bagian kaca depan. Tak hanya itu, Kiramin juga mengalami luka memar pada bagian dada dan dagu karena lemparan dari batu tersebut.

    Menurut Kiramin, kejadian bermula saat dirinya sedang melakukan perjalanan dari tambang PT MME menuju stockpile di KM 36 Jalan Servo Lintas Raya.

    Saat tiba di lokasi kejadian, dirinya melihat dari arah berlawanan ada 5 unit sepeda motor dari berbagai merek. Ketika mendekati truknya, salah seorang dari kawanan itu melempar batu ke arah truk.

    “Saya dilempar oleh konvoian sepeda motor tersebut yang mengenai unit truk yang saya kemudikan. Kejadiannya itu sekitar jam setengah dua belas malam,” ungkap Kiramin, usai memberikan keterangan di Mapolsek Lawang Kidul.

    Kiramin menjelaskan, bahwa lemparan batu tersebut tidak hanya merusak mobilnya. Tetapi, juga mengenai dagu dan dada bagian kanan.

    “Batu coran itu tembus dari kaca hingga mengenai dagu dan dada saya. Tadi sudah ke rumah sakit. Untungnya tidak apa-apa. Tetapi dada saya mengalami memar,” jelas Kiramin.

    Kiramin berharap, pihak kepolisian bisa segera meringkus pelaku. Pasalnya, aksi pelemparan itu sudah cukup meresahkan para sopir. Sebab, hampir setiap malam kejadian pelemparan batu ini dialami oleh para sopir.

    “Kami jadi tidak tenang bekerja. Takut dan was-was terus,” keluh Kiramin.

    Entah karena iseng ataupun ada motif tersembunyi lainnya dari kejadian ini, penyerangan tersebut telah mengganggu keamanan dan ketertiban di sepanjang jalan. Polisi didesak segera meringkus pelaku untuk mengusut aktor intelektual pelemparan.

    Tindakan tegas dengan meringkus dan memproses hukum pelaku pelemparan batu terhadap sopir angkutan batu bara diperlukan untuk menekan angka kejadian penyerangan tersebut.

    Sebab, kejadian pelemparan akan terus terjadi apabila tidak ada tindakan tegas tehadap pelaku. Kapolres Muara Enim AKBP Andi Supriadi mengatakan, kejadian pelemparan batu terhadap truk angkutan batu bara tersebut sedang dilakukan pengusutan.

    Aparat kepolisian juga terus melakukan patroli rutin. Andi mengatakan bahwa pihaknya sudah membentuk tim untuk melakukan pengejaran kepada para pelakunya, sehingga patroli tersebut digencarkan di titik-titik rawan atau wilayah yang kerap terjadi pelemparan.

    “Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk menangkap pelakunya. Pola pencegahan dan represif sudah kita lakukan,” kata Andi.

    Andi mengimbau, agar masyarakat tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum sehingga bisa merugikan banyak pihak termasuk pengguna jalan lain.

    “Sopir juga harus lebih berhati-hati dan tidak ugal-ugalan, dan kami akan mengupayakan yang terbaik agar keamanan terus terjaga,” kata Andi. (ANA)

  • PT ExxonMobil Lubricants Indonesia Kembali Selenggarakan Seminar Pertambangan di Wilayah Sumatera Selatan

    PT ExxonMobil Lubricants Indonesia Kembali Selenggarakan Seminar Pertambangan di Wilayah Sumatera Selatan

    SUARAPUBLIK.ID, MUAR ENIM – PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) melalui lini merek Mobil Lubricants untuk sektor Business to Business (B2B), bersama dengan Majalah Tambang kembali menggelar kegiatan seminar yang dikhususkan bagi para pelaku industri tambang untuk wilayah Sumatera Selatan.

    Kegiatan seminar ini rutin digelar oleh PT EMLI sejak awal tahun 2023, dan kali ini kembali diadakan di Grand Zuri Hotel, Muara Enim, Sumatera Selatan pada Selasa, 11 Juli 2023 setelah sebelumnya diadakan di Banjarmasin pada Selasa, 04 Juli 2023.

    Kegiatan seminar yang mengundang para pelaku industri di wilayah Sumatera Selatan ini mengangkat tema mengenai Menjawab Tantangan Implementasi dan Pengembangan Biodiesel di Sektor Pertambangan, dengan tujuan memberikan informasi terkini terkait perkembangan biodiesel yang saat ini telah memberikan kontribusi yang cukup baik terhadap konsumsi energi tanah air. PT EMLI dan Majalah Tambang juga menghadirkan narasumber yang ahli dan berkompeten dalam memberikan pemaparan dan edukasi dalam memperkuat kolaborasi untuk mendukung mandatori penggunaan biodiesel di sektor pertambangan.

    Syah Reza selaku President Director PT EMLI mengucapkan terima kasih kepada Majalah Tambang serta seluruh peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada kegiatan seminar yang mengangkat tema menarik, relevan, dan diharapkan dapat bermanfaat bagi pelaku industri. Karena seminar ini juga sangat berhubungan dengan perubahan iklim saat ini, dimana biodisesel merupakan salah satu solusi dalam menghadapi perubahan iklim tersebut.

    “Kami berharap kegiatan ini juga dapat memberikan manfaat dan dampak positif bagi para peserta yang hadir, dalam hal ini mengenai pengoperasian alat-alat berat yang dimiliki, sehingga menghasilkan efisiensi yang terbaik dalam menjalankan produktivitas yang tinggi. Kami tentunya akan senantiasa memberikan solusi pelumasan yang terbaik guna mendukung kehandalan kinerja para pelaku industri pertambangan di Indonesia”, tutup Syah Reza.

    Pelaksanaan kegiatan seminar ini merupakan salah satu komitmen dari PT EMLI dalam mendukung dan memberikan kontribusi dalam hal pengalaman di bidang pelumasan yang telah lebih dari 100 tahun bekerja sama dengan berbagai manufaktur di berbagai sektor, seperti pertambangan, otomotif, dan manufaktur lainnya, untuk mengembangkan pelumas yang berkualitas tinggi yang didukung juga dengan tenaga teknis yang yang terlatih dan berpengalaman dalam memberikan solusi pelumasan yang terbaik dan tepat kepada para penggunanya.

  • Siapa yang Bakal Jadi Pendampingnya, Plt Bupati Ahmad Usmarwi Serahkan ke DPRD

    Siapa yang Bakal Jadi Pendampingnya, Plt Bupati Ahmad Usmarwi Serahkan ke DPRD

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Plt Bupati Muara Enim Ahmad Usmarwi Kaffah menilai, diperlukan sosok Wakil Bupati (Wabup) pendamping dirinya untuk Kabupaten Muara Enim.

    Lantaran kondisi wilayah Muara Enim yang luas serta untuk membantu dirinya bersama-sama dalam membangun Muara Enim ke depannya.

    “Wilayah Muara Enim ini luas dan seyogyanya posisi Wabup itu perlu kalau mau gesit dan cepat untuk pembangunan di Muara Enim,” kata Ahmad saat diwawancarai usai pelantikan, Rabu (25/1/2023).

    Kendati demikian, Ahmad menyerahkan keputusan itu kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Selain itu, Ahmad juga menyerahkan kepada DPRD Muara Enim terkait nama-nama yang cocok untuk mengisi kekosongan orang nomor dua di Bumi Serasan Sekundang tersebut.

    “Untuk nama-namanya diserahkan kepada DPRD Muara Enim. Tapi untuk mekanisme petunjuknya ada di Kemendagri,” katanya.

    Gubernur Sumsel Herman Deru juga
    menyatakan hal yang sama bahwa Plt Bupati Ahmad Usmarwi Kaffah tidak bisa bekerja sendirian untuk membangun Muara Enim.

    Baik itu dari segi aspek Plt Bupati, Wabup, dan jajaran forkopimda Muara Enim harus kompak bersama-sama demi kesejahteraan masyarakat Muara Enim.

    “Pemerintahan ibarat sebuah orkestra yang dimainkan bersama agar menghasilkan nada yang indah. Tapi di luar itu, ada sound sistem, kalau soundnya kurang bagus, maka lagu pun tidak enak didengar,” pungkasnya. (*)

  • Ahmad Usmarwi Kaffah Ingin Jadi ‘Bunga Desa’ di Muara Enim

    Ahmad Usmarwi Kaffah Ingin Jadi ‘Bunga Desa’ di Muara Enim

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Ahmad Usmarwi Kaffah, telah dilantik menjadi Wakil Bupati Muara Enim sekaligus Plt Bupati Muara Enim oleh Gubernur Sumsel, Herman Deru, di Griya Agung Palembang, Rabu (25/1/2023).

    Usai pelantikan itu, Herman Deru, memberikan sedikit wejangan untuk pejabat yang baru dilantik. Dia mengatakan, kepala daerah harus lebih aktif mempertimbangkan setiap keputusan, terlebih berkaitan dengan masyarakat.

    “Saya minta Kaffa nantinya bisa memimpin pemerintahan  sekaligus menjadi penanggungjawab kesejahteraan kepada masyarakat di Muara Enim,” ujarnya.

    Herman menuturkan, dengan segala sumber daya alam yang dimiliki oleh Kabupaten Muara Enim, Ahmad Usmarwi Kaffah bisa mengambil regulasi yang dinamis. Menurutnya, ada keterbatasan yang tak dimiliki pimpinan terhadap kekayaan yang diberikan Sang Pencipta.

    Untuk itu, diperlukan sinergitas antara pimpinan dan seluruh dinas terkait. Termasuk masyarakat yang utama harus diajak bersinergi membangun daerah.

    “Sinergitas antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus berjalan dengan baik. Jangan sampai ada kekeliruan antar OPD dan pemerintah sehingga mengakibatkan terhambatnya pembangunan dan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

    Usai dilantik, Ahmad Usmarwi Kaffah langsung menggelar syukuran dikediaman pribadinya. Hadir pada acara syukuran tersebut Forkompinda dari Muara Enim, keluarga, para OPD dilingkungan Muara Enim dan sahabat.

    Ahmad Usmarwi Kaffah mengatakan, dia sangat bangga dan bersyukur atas doa dari seluruh pihak, sehingga dilantik menjadi Wakil Bupati Muara Enim.

    “Waktu 8 bulan ini sangat singkat. Sehingga saya harus teliti, cermat dan melakukan yang terbaik untuk bangsa dan masyarakat Muara Enim. Saya siap mewujudkan masa depan cerah dan gemilang untuk masyarakat,” katanya.

    Suami dari Nurul Vita Utami ini  mengucapkan terimakasih atas dukungan istri tercinta. “Terima kasih atas dukungannya,” ucapnya.

    “Untuk kedua orang tua saya, terima kasih sudah mendoakan saya terjun ke dunia politik. Saya menyadari di dunia politik ini ada yang senang dan ada yang tidak senang. Saya selalu minta doa dari kedua orang tua saya agar saya dapat menjalankan amanah ini dengan lancar,” terangnya.

    Setelah dilantik, sambung Ahmad Usmarwi Kaffah, dia akan melanjutkan program Bupati terdahulu. “Karena bertugas sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW), saya akan melanjutkan Program Bupati Ngantor Desa (Bunga Desa) dan lainnya, harus kita galakkan dan digerakkan,” katanya.

    “Untuk pembangunan infrastruktur tentu menjadi prioritas di akhir tahun. Karena saya bisa merencanakan untuk di akhir tahun, karena untuk di tahun ini sudah di sahkan tahun lalu. Sehingga saya hanya melaksanakan untuk program tahun ini,” bebernya.

    Dalam melaksanakan program tersebut, Ahmad Usmarwi Kaffah mengungkapkan, dia akan berkoordinasi dengan Forkompinda, dan OPD serta DPRD Muara Enim.

    “Kita harus bekerjasama, dan kooperatif. Kita harus selaras dan harmonis dalam menjalankan program yang ada. Kita satu nafas satu semangat dan satu tujuan memanjakan masyarakat Muara Enim,” bebernya.

    Pria kelahiran Palembang, 26 Januari 1989 ini menuturkan, koordinasi dengan Pemprov Sumsel sudah sangat baik.

    “Kita bersama Bapak Gubernur sudah terjalin komunikasi dengan baik. Saya dilantik beliau dan pihak Pemprov Sumsel memfasilitasi dengan sangat baik. Saya sangat bersyukur untuk itu,” paparnya.

    Ketika ditanya untuk Pilkada 2024, Ahmad Usmarwi Kaffah mengungkapkan, belum terpikir ke arah sana.

    “Saya fokus 8 bulan ini bekerja untuk masyarakat Muar Enim. Karena kalau sudah ada niat berpikir ke arah sana mungkin tujuan saya jadinya beda. Setiap kunjungan ada niat yang lain, dan pasti saya membuang itu jauh-jauh dari pikiran saya. Karena saya fokus saya sekarang untuk bekerja,” jelasnya. (ANA)

  • Bulan Januari Ini, Ahmad Usmarwi Kaffah Dilantik Wabup Muara Enim

    Bulan Januari Ini, Ahmad Usmarwi Kaffah Dilantik Wabup Muara Enim

    SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan waktu tanggal dan tempat pelantikan Ahmad Usmarwi Kaffah sebagai Wakil Bupati (Wabup) Muara Enim kepada DPRD Muara Enim.

    Hal ini diungkapkan Herman Deru usai rapat bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Griya Agung Palembang, Sabtu (14/1/2023) malam.

    “Hasil rapat malam ini intinya saya sebagai Gubernur akan melantik (Ahmad Usmarwi Kaffah jadi Wabup Muara Enim). Meski saat ini masih dalam gugatan di PTUN Palembang, saya akan melantiknya meski apapun hasil PTUN nanti,” kata Hermab Deru.

    Herman Deru pun menyerahkan waktu dan tempat pelantikan Wabup Muara Enim ini kepada DPRD Muara Enim.

    “DPRD tinggal atur saja kapan pelantikan. Mau di Palembang atau Muara Enim saya siap hadir untuk melantik,” jelasnya.

    Sementara itu, Ketua DPRD Muara Enim Liono Basuki, mengatakan pihaknya menargetkan pelantikan Ahmad Usmarwi Kaffah sebagai Wabup Muara Enim bisa dilakukan di Bulan Januari 2023 ini.

    Pihaknya pun akan mengatur jadwal pelantikan usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala Daerah dan Forkopimda se-Indonesia di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Selasa (17/1/2022) mendatang.

    “Setelah Rakornas di Bogor tanggal 17 itu kita akan memanggil semua pihak untuk menentukan tanggal pelantikan Wabup Muara Enim. Target kita pelantikan Januari ini,” pungkasnya. (*)

  • Kapolsek Gunung Megang Tertibkan Musik Hiburan OT Macho di Desa Tanjung

    Kapolsek Gunung Megang Tertibkan Musik Hiburan OT Macho di Desa Tanjung

    SUARAPUBLIK.ID MUARA ENIM – Kapolsek Gunung Megang AKP Alpian SE, MM, beserta personil menggelar giat penertiban dalam rangka acara hajatan, yang dimeriahkan musik hiburan Orgen Tunggal Macho, di desa Tanjung Kec. Belimbing Kab, Muara Enim, Provinsi Sumsel.

    AKP Alpian SE, MM, Kapolsek Gunung Megang, mengatakan, giat ini untuk mengantisipasi/ menghindari dampak hal negatif. Seperti musik remix, musik DJ, perdagangan miras yang berujung mabuk, transaksi narkoba serta kemungkinan terjadi keributan.

    Namun tanpa diimbau, tuan rumah hajatan sudah menyadari bahwa pelaksanaan acara seperti itu dilarang, sesuai dengan imbauan dari personil Polsek Gununh Megang. Dalam hal ini Bhabinkamtibmas yang sudah terlebih dahulu menjelaskan kepada warga yang akan melaksanakan hajatan dengan orgen tunggal hiburan malam.

    Salah seorang Tokoh Agama Desa Tanjung H. Agusdi, pada Rabu Malam 11 Januari 2023 mengatakan, dirinya berterimakasih kepada pihak kepolisan yang sudah melakukan pembinaan kepada warga desanya. ” Orgen Tunggal dengan musik erotis sangat berdampak negatif buat warga masyarakat kami,” sebut dia.

    Lanjutnya, biasanya setelah mendengar informasi bahwa ada musik remix dan sejenisnya, akan banyak mendatangkan warga dari luar desa. Mereka sengaja datang untuk hiburan, bahkan sampai mabuk dan mengonsumsi obat-obatan terlarang lainnya.

    “Serta mempertontonkan hal yang tidak baik kepada generasi penerus yang ada di desa kami. Kami berharap pada pihak kepolisan, ke depan giat seperti ini tetap digalakkan demi ketertiban dan ketentraman di desa,” ujar Agusdi.

    Sebelumnya diberitakan, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. A Rachmad Wibowo SIK, melarang musik remix demi menciptakan keamanan dan ketertiban, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba.

    Ia menyebut, berdasarkan analisis kepolisian, acara organ tunggal yang menyajikan musik remix rentan dijadikan tempat tindak penyalahgunaan narkoba, dan kerap berujung keributan hingga menelan korban jiwa.

    Contohnya, kejadian pembunuhan terhadap remaja berinisial ND (18), warga 24 ilir Palembang pada awal Oktober 2022. (*)

  • Pendemo Tolak Pelantikan Wabup Muara Enim Diduga Pakai Bus Pemda 

    Pendemo Tolak Pelantikan Wabup Muara Enim Diduga Pakai Bus Pemda 

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM- Aksi demo puluhan massa di Kantor Gubernur Sumsel meminta penundaan pelantikan Wakil Bupati Muara Enim terpilih Ahmad Usmarwi Kaffah menjadi sorotan publik.

     

    Pasalnya, para peserta aksi demo tersebut diduga menggunakan fasilitas kendaraan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim.

     

    Hal itu pun sudah dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Muara Enim, Junaidi saat diwawancarai, Senin (9/1/2023).

     

    Junaidi membenarkan beberapa hari yang lalu ada sekelompok masyarakat akan menyewa kendaraan milik dinas perhubungan Muara Enim sebanyak 5 unit kendaraan.

     

    “Nah kalau untuk perihal Demo aku dak tahu itu, memang waktu itu ada sejumlah mayarakat ingin menyewa kendaraan Bis Dishub, tapi aku dak tahu kalau untuk di gunakan aksi demo di kantor Gubernur ,” bebernya.

     

    Lanjutnya, Ia menjelaskan, terkait penyewaan kendaraan mini bus tersebut pihaknya mematok harga senilai Rp. 250 ribu per unit kendaraannya.

     

    ” Kalau untuk di gunakan untuk aksi Demo aku idak tahu itu, kalau pun tahu untuk digunakan untuk aksi tersebut, pastinya tidak akan di sewakan. Dan untuk penyewaan tersebut memang benar ada masyarakat ingin menyewa kendaraan bus tersebut ,” tukasnya.

     

    Sementara itu, Pengamat Politik Hukum Tata Negara Universitas Sriwijaya, Dr Febrian, menilai sebuah aksi demo itu wajar dilakukan karena ada pro dan kontra sesuai dengan demokrasi.

     

    “Yang jadi pertanyaan itu demo tadi mewakilini rakyat Muara Enim seluruhnya atau tidak? Yang menilainya bisa masyarakat,” kata Dr Febrian, Senin (9/1/2023).

     

    Namun dia menyayangkan aksi peserta demo di Kantor Gubernur Sumsel tersebut yang menggunakan kendaraan milik Pemkab Muara Enim.

     

    “Kalau fasilitas negara digunakan untuk demo itu tidak boleh. Berarti demo itu ada yang menungganginya, ada yang membiayainya,” tegasnya.

     

    Febrian menilai Pemkab Muara Enim telah kecolongan terkait penggunaan fasilitas negara yang dipakai oleh kelompok masyarakat yang melakukan aksi demo.

  • Langkah PTBA Persiapkan Tanjung Enim Jadi Kota Wisata

    Langkah PTBA Persiapkan Tanjung Enim Jadi Kota Wisata

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Muara Enim, sejak 2016 telah mencanangkan Program Tanjung Enim Kota Wisata. Tujuannya agar Tanjung Enim sebagai kawasan tambang batu bara, dapat menjadi destinasi wisata dan mandiri di masa mendatang.

    PTBA telah memulai pembangunan berbagai sarana dan infrastruktur untuk pengembangan pariwisata di Tanjung Enim.

    Di antaranya adalah Museum Batu Bara, Pusat Kuliner, Taman Sriwijaya, Mini Zoo & Jogging Track Tanjung Enim, Plaza Saringan dengan ikon Tombak Kujur yang merupakan senjata pusaka peninggalan leluhur Dusun Tanjung Enim.

    Area-area bekas tambang lainnya pun akan dijadikan kawasan hijau untuk ekowisata, misalnya Botanical Garden, danau buatan, Orchard Park (Taman Buah), RTH Berangau Park, Agroforestry, dan lainnya.

    “Dalam perencanaan, pembangunan, hingga pengelolaan kota wisata ini, PTBA bekerja sama dengan masyarakat dan pemerintah daerah setempat. Dibutuhkan proses panjang, kerja sama, dan kerja keras semua pihak untuk mewujudkan cita-cita Tanjung Enim Kota Wisata,” kata General Manager PTBA Unit Pertambangan Tanjung Enim, Venpri Sagara, yang juga Ketua Tim Tanjung Enim Kota Wisata.

    PTBA juga melakukan perbaikan infrastruktur guna mendukung Tanjung Enim Kota Wisata, seperti pembangunan pedestrian di beberapa jalan utama, perbaikan jalan berupa pengaspalan jalan-jalan di kawasan sekitar Tanjung Enim.

    “Tak hanya membangun objek wisata baru, PTBA melibatkan masyarakat setempat untuk mengembangkan dan mengemas budaya lokal. Identitas kebudayaan lokal diperkuat agar dapat menjadi daya tarik untuk pariwisata. Di antaranya adalah pengembangan Batik Kujur, Songket, kesenian gitar tunggal, Tari Sambut, bela diri Kuntau, hingga kuliner khas di Tanjung Enim,” Venpri menuturkan.

    Promosi pariwisata dilakukan melalui berbagai event dan pameran. Misalnya ajang pemilihan Bujang Gadis Serasan yang mengangkat kearifan lokal Muara Enim. Seminar, diskusi, hingga festival kuliner juga digelar untuk promosi sekaligus melestarikan budaya lokal.

    Pembinaan masyarakat dalam hal peningkatan kompetensi agar masyarakat setempat siap terjun di sektor wisata, baik secara budaya maupun kewirausahaan, juga akan dilakukan PTBA bersama-sama pemerintah daerah.

    “Dengan adanya Tol Trans Sumatera, ke depan akses ke Tanjung Enim pun akan semakin mudah sehingga dapat dijangkau oleh wisatawan-wisatawan dari luar,” ujar Venpri.

    Program Tanjung Enim Kota Wisata merupakan wujud komitmen PTBA dalam hal visi sustainability, khususnya pengelolaan masyarakat dan lingkungan yang berkelanjutan. Diharapkan program ini dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari sektor pariwisata. (ANA)

  • PT Kirana Permata dan Pirelli Berikan Beasiswa 80 Anak Petani

    PT Kirana Permata dan Pirelli Berikan Beasiswa 80 Anak Petani

    SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – PT Kirana Permata (KPT), anak perusahaan PT Kirana Megatara Tbk (KMG) bekerjasama bersama produsen ban dunia, Pirelli, pada Kamis, 29 Desember 2022 menyelenggarakan kegiatan CSR.

    Kali ini, berupa bantuan beasiswa 80 anak petani karet (tingkat SD, SMP dan SMA) di sekitar Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

    Tidak hanya itu, kegiatan turut didukung Kecamatan Lubai ini juga menyuguhkan berbagai perlombaan petani karet dan penyuluhan tentang budidaya karet dan program karet alam berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani karet.

    Hal ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen PT Kirana Permata dan Pirelli senantiasa dekat dan mendukung petani-petani kecil.

    Kegiatan dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Lubai ini, turut dihadiri Chief Sustainabiliy Officer Kirana Megatara Widyantoko Sumarlin, Perwakilan dari Pirelli Singapore Jocelyn Cheng, Direktur Operasional PT Kirana Permata Cong Chia beserta jajarannya.

    Camat Lubai M Faisal Al Akhmed SSTP MSI, Kapolsek Rambang Lubai AKP Hendrinad SH MH, Danramil Rambang Lubai Kapten Inf Sugiyanto, dan beberapa perwakilan kepala desa setempat. Tercatat sebanyak lebih dari 200 orang turut serta dalam acara ini.

    Widyantoko Sumarlin mengatakan, Kirana Megatara sangat focus terus dekat bersama petani kecil, termasuk membantu dalam meningkatkan kesejahteraan mereka baik melalui pemberian beasiswa anak petani meringankan beban hidup petani.

    “Juga melalui peningkatan kapasitas petani agar hasil karetnya bisa lebih baik secara kuantitas maupun kualitas,” kata Widyanyoko.

    Pada kesempatan yang sama, Jocelyn Cheng dalam sambutannya mengatakan, Pirelli dan Kirana berkomitmen terhadap karet alam berkelanjutan dan berkontribusi kemajuan pemangku kepentingan, terlebih petani kecil.

    “Kami juga berharap anak-anak petani dapat mengenyam pendidikan dan merencanakan masa depan  lebih cerah,” akunya.

    Tak lupa Jocelyn Cheng menyampaikan, rasa terima kasih kepada petani selama ini telah memasok karet alam. “Terima kasih atas bantuannya, telah memasok petani kepada PT Kirana Permata dan Pirelli,” kata dia.

    Tak hanya itu, M Faisal Al Akhmed menambahkan, selama ini Kirana Permata dan Pirelli dinilai sangat peduli dan terus berkontribusi masyarakat di sekitar pabrik.

    “Kita berharap peningkatan harga karet, sehingga petani dapat lebih bersemangat dalam menyadap kebunnya,” jelasnya.

    Dalam acara tersebut, sebanyak 30 kelompok tani berpartisipasi dalam lomba sadap, lomba cerdas cermat dan lomba tebak kualitas bokar. Salah satu petani, Darminson, mengatakan, acara ini sangat menghibur dan mampu meningkatkan pengetahuan petani kecil.

    “Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya,” tambahnya.

    Tak lupa, salah satu orang tua penerima beasiswa, Hamami, menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas bantuan beasiswa diberikan.

    “Alhamdulillah, diterima beasiswa ini sangat membantu biaya pendidikannya,” bebernya.

    Jumlah beasiswa diberikan adalah Rp2,5 juta bagi SD, Rp3 juta bagi SMP dan Rp3,5 juta bagi SMA. Bantuan ini akan diperuntukkan membeli kebutuhan anak-anak sekolah seperti sepatu, baju, buku, dan sebagainya. (ANA)