Muara Enim Masuk Zona Merah, Total Karhutla Naik jadi 227 Kasus

- Redaksi

Sabtu, 16 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas saat memadamkan api di lahan terbakar di Kabupaten Muara Enim. (Foto: BPBD Sumsel)

Petugas saat memadamkan api di lahan terbakar di Kabupaten Muara Enim. (Foto: BPBD Sumsel)

SUARAPUBLIK.ID, MUARA ENIM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan kembali bertambah, Kabupaten Muara Enim menyusul masuk zona merah.

“Selain ogan Ilir dan Musi Banyuasin, sekarang Muara Enim juga menyusul. Tiga kabupaten ini telah dikategorikan sebagai zona merah akibat tingginya jumlah kejadian kebakaran di Sumsel,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Sudirman, Sabtu (16/8/2025).

Ia menyebut, hingga pertengahan Agustus Kabupaten Ogan Ilir tercatat sebagai kasus tertinggi dengan 89 kejadian, diikuti Musi Banyuasin sebanyak 34 kasus, dan Muara Enim dengan 31 kasus.

“Muara Enim masuk zona merah setelah jumlah kejadian karhutla di wilayah tersebut melebihi 30 kasus,” imbuhnyaz

Secara lebih rinci, Kecamatan Indralaya Utara di Ogan Ilir menjadi titik terbanyak dengan 45 kejadian. Disusul Rantau Bayur di Banyuasin dengan 17 kejadian, serta Sungai Rotan di Muara Enim yang mencatat 14 kejadian.

“Hingga kini, karhutla telah terjadi di 55 kecamatan di seluruh Sumsel,” ungkapnya.

Selain zona merah, ia menuturkan, terdapat juga sejumlah wilayah yang tergolong zona oranye (16–30 kasus), seperti Banyuasin (24 kejadian) dan Ogan Komering Ilir (OKI) sebanyak 22 kejadian. Kedua wilayah ini berpotensi meningkat ke zona merah jika tren terus naik.

Adapun zona kuning (1–15 kasus) mencakup wilayah PALI (12 kasus), Musi Rawas (5 kasus), Palembang (4 kasus), OKU Timur dan Lahat (masing-masing 2 kasus), serta Empat Lawang, Lubuklinggau, dan Prabumulih (masing-masing 1 kasus).

Sementara itu, beberapa daerah masih tercatat dalam kategori zona hijau tanpa kasus aktif, antara lain Muratara, Pagar Alam, OKU, dan OKU Selatan.

Terkait luas lahan yang terdampak, BPBD belum dapat merilis total keseluruhan. Namun, data sementara menunjukkan bahwa di Ogan Ilir saja, sekitar 148,6 hektare lahan telah terbakar.

“Secara keseluruhan, sejak 1 Januari hingga 14 Agustus 2025, Provinsi Sumsel telah mencatat 227 kejadian karhutla yang tersebar di 13 kabupaten dan kota,” kata dia.

Berita Terkait

Lengkap! Dua Pelaku Begal Alfamart Keban Agung Kini Sudah Diamankan
Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim
Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter
Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%
Luapan Sungai Birek Rendam Jembatan, Akses Jalan di Desa Gumawang Terhambat
Bank Sumsel Babel turut meriahkan HUT KABUPATEN MUARA ENIM
Pj Sekda Mewakili Pj Walikota Prabumulih Hadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Muara Enim
Menerangi Harapan di Kaki Bukit Barisan: Pertamina Hadirkan Energi Baru Terbarukan Manfaatkan Potensi Lokal

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 14:41 WIB

Lengkap! Dua Pelaku Begal Alfamart Keban Agung Kini Sudah Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:50 WIB

Fasilitas Umum Turut Terendam, BPBD Siagakan Tim TRC Antisipasi Banjir Susulan di Muara Enim

Selasa, 3 Februari 2026 - 17:58 WIB

Banjir Rendam 4 Desa di Gunung Megang, Ketinggian Air Capai 1 Meter

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:57 WIB

Danau Kemiri Pagardewa Jadi Motor Ekonomi Baru, Program CSR PGN Dongkrak Pendapatan Petani Karet Hingga 33%

Jumat, 9 Januari 2026 - 23:07 WIB

Luapan Sungai Birek Rendam Jembatan, Akses Jalan di Desa Gumawang Terhambat

Berita Terbaru