SUARAPUBLIK.ID, MUBA – Suasana khidmat menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa Sekayu, Senin (10/11/2025) pagi. Usai mengikuti upacara Peringatan Hari Pahlawan ke-80 di Lapangan Pendopoan Griya Bumi Serasan Sekate, Bupati Musi Banyuasin H M Toha Tohet SH bersama Ketua TP PKK Muba Hj Patimah Toha, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan unsur pemerintah daerah melanjutkan prosesi ziarah dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
Upacara ziarah dan tabur bunga tersebut dipimpin oleh Dandim 0401 Muba Letkol Kav Fredy Christoma PP SHub Int yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Upacara diikuti oleh perwakilan dari Kodim 0401 Muba, Polres Muba, Kejaksaan Negeri Muba, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan anggota Pramuka. Tabur bunga dilakukan secara bergantian oleh para peserta sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Bupati Muba H M Toha Tohet disela acara menyampaikan bahwa kegiatan ziarah dan tabur bunga ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata penghargaan dan rasa hormat atas jasa para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Upacara ini merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang yang telah mempertahankan kemerdekaan NKRI. Selain itu, lewat ziarah dan tabur bunga ini kita diingatkan untuk meneladani nilai-nilai kepahlawanan dan mengaplikasikannya dalam pelaksanaan tugas sesuai tupoksi masing-masing,” ujar Toha.
Ia menambahkan, Peringatan Hari Pahlawan ke-80 hendaknya menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Muba untuk merefleksikan semangat perjuangan dan pengorbanan para pahlawan.
“Hari Pahlawan ini adalah waktu yang tepat untuk merenung dan meneguhkan kembali semangat kebangsaan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan mereka, menjaga persatuan, dan bekerja keras membangun bangsa,” imbuhnya.
Pemerintah Kabupaten Muba secara rutin melaksanakan kegiatan ziarah dan tabur bunga setiap tahun sebagai bagian dari upaya menjaga nilai-nilai kepahlawanan di tengah masyarakat. Tradisi ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi penerus agar terus menghidupkan semangat juang dalam membangun daerah dan bangsa.

















