Bulog Kembali Gelontorkan SPHP Rp 12.500/Kg

- Redaksi

Minggu, 13 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID PALEMBANG – Lonjakan harga beras di pasaran mendorong pemerintah melalui Perum Bulog kembali menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Mulai Sabtu (12/7/2025), distribusi beras SPHP resmi digulirkan kembali ke pasar-pasar tradisional.

Penyaluran ini menjadi respons atas merosotnya hasil panen dan naiknya harga beras pasca panen raya beberapa bulan lalu. Bulog menyebut pendistribusian akan berlangsung hingga akhir tahun untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan beras berkualitas dengan harga terjangkau.

Pelaksana Tugas Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel, Rasiwan, mengatakan penyaluran SPHP dilakukan sesuai arahan pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional. Beras dijual ke masyarakat dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 12.500 per kilogram.

“Distribusi ini serentak di seluruh Indonesia. Untuk Sumsel dan Babel, kami mulai sejak 12 Juli 2025, dan akan terus dilakukan hingga Desember,” ujar Rasiwan saat monitoring di Pasar KM 5 Palembang.

Menurut Rasiwan, pihaknya bersama Dinas Ketahanan Pangan Sumsel, Satgas Pangan Polda Sumsel, dan TNI melakukan pemantauan langsung ke pasar guna memastikan distribusi tepat sasaran. Ia juga mengingatkan pedagang agar menjual beras sesuai HET dan tidak menimbun stok.

“Setiap pembeli maksimal boleh membeli dua kemasan, masing-masing 5 kilogram. Jadi totalnya 10 kilogram per orang dengan harga Rp 62.500 per kemasan,” katanya.

Selama tiga bulan terakhir, distribusi SPHP memang sempat dihentikan karena musim panen raya. Hal ini dilakukan agar harga gabah di tingkat petani tetap stabil. Kini, saat stok berkurang dan harga naik, Bulog kembali hadir menjaga keseimbangan pasar

Rasiwan juga memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog cukup aman. Saat ini stok mencapai 100.000 ton untuk wilayah Sumsel dan Babel, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi kelangkaan.

“Stok aman. Bahkan beras SPHP ini sebagian besar berasal dari petani Sumsel. Penyerapan tahun ini sudah 112.000 ton, atau 78 persen dari target,” jelasnya.

Berita Terkait

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan
Konser HS di Palembang Pecah, Polisi Sebut Paling Aman dan Tertib
Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati
Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel
86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang
Sidang Perdana Korupsi BPFK Jakarta dan UPF-PFK Palembang, Dua Terdakwa Didakwa Rugikan Negara Rp397 Juta
Sudah 9 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Palembang Belum Ada Penangkapan
Slank – HS Apresiasi Budak Palembang: Tetap Aman Meski Penonton Konser Membludak!

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 17:30 WIB

Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Senin, 25 Mei 2026 - 17:03 WIB

Wakajati Sumsel Lantik 11 Pejabat Baru, Rotasi Jabatan untuk Perkuat Kinerja Kejati

Senin, 25 Mei 2026 - 14:24 WIB

Jangan Asal Salahkan Gubernur, DPRD Sumsel Ungkap Fakta Kewenangan Jalan Rusak di Sumsel

Senin, 25 Mei 2026 - 14:10 WIB

86 Solution Ikut Sukseskan Konser Spektakuler Slank di Palembang

Senin, 25 Mei 2026 - 13:42 WIB

Sidang Perdana Korupsi BPFK Jakarta dan UPF-PFK Palembang, Dua Terdakwa Didakwa Rugikan Negara Rp397 Juta

Berita Terbaru

fhoto : edusksi b2sa goes to schol oleh dkpp lota pagar alam

Pagar Alam

Pagar Alam Lawan Stunting Lewat Edukasi Gizi 

Senin, 25 Mei 2026 - 17:40 WIB