BPBD Kebut Pemadaman Karhutla di Sumsel, 4 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

- Redaksi

Senin, 8 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Titik api di Kabupaten PALI, Sumsel. Foto: BPBD Sumsel

Titik api di Kabupaten PALI, Sumsel. Foto: BPBD Sumsel

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG — Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus dikebut melalui operasi udara.

Sebanyak empat helikopter dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah wilayah terdampak, dengan total 129 kali pengeboman air yang menjatuhkan lebih dari 516 ribu liter air ke lokasi kebakaran.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, operasi pemadaman dari udara dilakukan di wilayah-wilayah yang mengalami karhutla sejak akhir pekan lalu, yaitu di Kabupaten Ogan Ilir, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Muara Enim, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.

“Dari hasil pantauan udara pada Minggu (7/9), terdeteksi 11 titik api yang tersebar di empat kabupaten dengan total luas lahan terbakar mencapai 13 hektare,” jelas Sudirman, Senin (8/9/2025).

Ia mengatakab di Kabupaten Ogan Ilir, water bombing difokuskan ke dua wilayah yakni Muara Kuang dan Rambang Kuang.

“Sebanyak 62 kali pengeboman dilakukan di Muara Kuang, sementara 4 kali di Rambang Kuang,” katanya.

Beberapa lahan berhasil dipadamkan, namun masih ditemukan kepulan asap di sejumlah titik. Pemadaman di kawasan ini juga melibatkan satuan tugas darat.

Sementara itu, di Kabupaten PALI, helikopter melakukan 42 kali water bombing di wilayah Penukal dan Penukal Utara. Titik api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Di Muara Enim, karhutla terpantau di Kecamatan Lubai. Pemadaman dilakukan melalui 15 kali pengeboman air, meski hasil akhir masih menyisakan asap tipis.

Sedangkan di OKU Timur, titik api di wilayah Semendawai berhasil dipadamkan usai dilakukan enam kali water bombing.

Meskipun sebagian besar titik api berhasil dipadamkan, tim gabungan tetap bersiaga karena potensi kebakaran susulan masih tinggi akibat cuaca panas dan angin kencang.

“Pemantauan udara terus kami lakukan. Jika masih terdeteksi asap atau titik panas, pemadaman lanjutan akan kembali dilakukan dengan helikopter,” ungkap dia.

Berita Terkait

Sudah 9 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Palembang Belum Ada Penangkapan
Slank – HS Apresiasi Budak Palembang: Tetap Aman Meski Penonton Konser Membludak!
Bank Sumsel Babel dan Polda Sumsel Perkuat Sinergi Pengamanan Layanan Perbankan
Ketika Santri Zidny Ilma Belajar Menerjemahkan Alquran Kata demi Kata
Romantisme Owner HS Haji Suryo: HS Rokoknya Orang Sumatera
Kapolda Sumsel Ultimatum Pelaku Begal: Tak Ada Ampun bagi Pengganggu Keamanan Warga
Jalan Lingkar Selatan Jakabaring Dipenuhi Genangan dan Lubang, Warga Khawatir Timbulkan Korban
Budi Sudarsono Latih Ratusan Anak Palembang, Bumara Siapkan Lapangan Standar FIFA

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 10:50 WIB

Sudah 9 Bulan Berlalu, Kasus Dugaan Penganiayaan Anak di Palembang Belum Ada Penangkapan

Senin, 25 Mei 2026 - 08:08 WIB

Slank – HS Apresiasi Budak Palembang: Tetap Aman Meski Penonton Konser Membludak!

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:48 WIB

Ketika Santri Zidny Ilma Belajar Menerjemahkan Alquran Kata demi Kata

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:46 WIB

Romantisme Owner HS Haji Suryo: HS Rokoknya Orang Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:32 WIB

Kapolda Sumsel Ultimatum Pelaku Begal: Tak Ada Ampun bagi Pengganggu Keamanan Warga

Berita Terbaru