PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID -Ketika sebagian besar warga masih terlelap, perjalanan menuju bandara justru sudah harus dimulai. Apalagi bagi mereka yang memiliki jadwal penerbangan subuh, ketepatan waktu dan kepastian kendaraan menjadi hal yang tidak bisa ditempuh, bagi Agus Winarto, keamanan, kenyamanan dan ketepatan waktu menjadi alasan memilih Bluebird, terutama saat harus mengejar penerbangan subuh.
Agus mengaku cukup sering menggunakan Bluebird untuk menunjang aktivitasnya, baik di Palembang maupun Jakarta. Layanan tersebut terutama digunakannya saat menuju bandara.
“Kalau pesawat subuh, biasanya saya pesan dari malam. Jadi lebih tenang karena kendaraan sudah disiapkan. Kita bisa berangkat sesuai waktu,” ujar Agus.
Menurutnya, layanan Bluebird kini semakin mudah didapat. Jika sebelumnya harus memesan melalui telepon, saat ini pelanggan cukup menggunakan aplikasi.
“Sekarang lebih gampang, tinggal pesan lewat aplikasi. Di Gojek juga ada pilihan Bluebird. Jadi kalau membutuhkan kendaraan, lebih mudah,” katanya.
Agus menilai tarif Bluebird memang tidak selalu paling murah. Namun, ia menganggap harga tersebut sebanding dengan layanan yang diterima.
“Memang ada yang lebih murah. Tapi saya lebih mempertimbangkan keamanan dan kenyamanan. Jadi bukan soal prestise, tetapi karena memang sudah percaya dengan layanan Bluebird,” ujarnya.
Ia mengatakan, kepastian waktu menjadi semakin penting ketika melakukan perjalanan menuju bandara. Terlebih jika penerbangan berlangsung pada pagi buta.
“Kalau untuk penerbangan subuh, yang paling penting kendaraan ada, aman dan tepat waktu. Itu yang membuat saya memilih Bluebird,” katanya.
Untuk perjalanan Jakarta menuju bandara, Agus menyebut tarif yang pernah digunakannya sekitar Rp180 ribu, di luar biaya tol. “Memang harga kompetitif, tapi keamanan dan kenyamanan lebih penting,” ulas dia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, mengatakan kepercayaan pelanggan dibangun melalui konsistensi dalam memberikan layanan.
“Selama 54 tahun, kami belajar bahwa kepercayaan dibangun melalui konsistensi dalam setiap perjalanan,” ujar Adrianto dalam keterangan resmi perusahaan.
Menurut Bluebird, standar layanan tersebut diwujudkan melalui filosofi ANDAL, yakni Aman, Nyaman, Mudah dan Personalised. Perusahaan juga menerapkan Standar Nyaman Indonesia (SNI), yang mencakup armada terstandardisasi, pengemudi profesional serta sistem layanan terintegrasi.
Penguatan layanan digital juga menjadi bagian dari strategi perusahaan. Bluebird mencatat pemesanan melalui aplikasi MyBluebird terus meningkat, sementara fitur Fixed Price memberikan kepastian tarif sebelum perjalanan. “Dengan kemudahan pemesanan, standar layanan dan kepastian perjalanan, Bluebird berupaya mempertahankan posisinya sebagai pilihan mobilitas masyarakat, termasuk bagi pelanggan yang membutuhkan perjalanan tepat waktu menuju bandara,” tukas dia.
Penulis : Yun
Editor : Jaks


















