Alpian: KUR Nol Persen Salah Satu Cara Berantas Rentenir!

- Redaksi

Selasa, 5 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyerahan secara simbolis penerima manfaat subsidi bunga Kredit Program Pemkot Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

Penyerahan secara simbolis penerima manfaat subsidi bunga Kredit Program Pemkot Pagar Alam. (Photo: Delta Handoko)

SUARAPUBLIK.ID, PAGAR ALAM – Saat mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan (TPKAD) di aula Villa Hotel Gunung Gare, Selasa (5/10/2021), Pemerintah Kota Pagar Alam juga malunching program lawan rentenir dan sejahterakan masyarkat.

Walikota Pagar Alam Alpian Maskoni menuturkan, bahwa  rentenir ini sangat tidak terdeteksi sama sekali keberadaanya. Modusnya pun berbeda-beda, mulai dari kredit, bahkan ada yang sampai yang menwarkan pinjaman langsung dengan perjanjian bunga pinjaman.

“Saya tau bahwa pemberantasan rentenir adalah hal yang kelihatanya sulit, namun jika semua bersatu maka bukan tidak mungkin bisa di minimalisir,” jelas Alpian.

Dan hal seperti ini, kata Wako, bisa saja bunga pinjaman dari rentenir tersebut lebih dari 100 persen, contohnya, jika pinjaman di angka 1 juta maka pengembalianya bisa di angka 1,5-2 juta.

“Di sinilah, peran pemerintah melalui program pinjaman tanpa bunga atau KUR nol persen kita berikan salah satunya untuk melawan rentenir tersebut,” ungkapnya.

Sementara berdasarkan data rekomendasi pemohon yang diterbitkan Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, respon Kredit Usaha Rakyat (KUR) tanpa bunga ini meningkat dikalangan petani dalam peningkatan sektor pertanian.

Hal ini menunjukkan masyarakat yang berprofesi sebagai petani sangat membutuhkan penguatan modal, Dan pinjaman 0 persen atau yang bunganya sudah ditanggung Pemkot Pagar Alam, menjadi solusinya untuk memacu pergerakan ekonomi petani.

Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam Gunsono Mekson mengatakan, bahwa di penghujung Agustus tahun 2021 ini saja, terekam sebanyak 221 pemohon yang mengajukan pinjaman.

“Dan jumlah pemohon ini diperkirakan akan terus terdrongkrak hingga akhir tahun. Sementara di tahun lalu terekam 135 pemohon petani yang mengajukan pinjaman,” bebernya.

Ia menyebutkan, nominal pinjaman untuk penguatan modal bercocok tanam bervariatif. Mulai dari Rp10 juta hingga Rp50 juta, sementara dari pengakuan petani yang mengajukan pinjaman, didominasi dengan nilai Rp50 juta. (ANA)

Berita Terkait

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah
Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi
Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi
Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas
Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor
Puluhan Hektar Lahan Area Bandara Atung Bungsu Jadi Santapan Si Jago Merah, Armada STN Turut Berjibaku Lakukan Pemadaman
Ratusan Pendaftar Siap Pecahkan Rekor Bentangkan 2026 Meter Sang Saka Di Atap Dempo 
Pemkot Pagar Alam Dukung Pecahkan Rekor di Atas Awan! Bentang Bendera 2026 Meter di Puncak Dempo

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:29 WIB

Momen Haru Dies Natalis Ke-26 UNILED,Hargai Pengabdian Dosen Hingga Beri Hadiah Umrah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Habis Kesabaran! Embat Kopi Tetangga Berulang Kali, Pria Dempo Tengah Diringkus Polisi

Kamis, 13 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Terungkap! Fakta Mundurnya Kadis PUTR Kota Pagar Alam, Pamit Sebelum Di Evaluasi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:09 WIB

Tolak Normalisasi LGBT di Agustusan, MUI dan NU Pagar Alam Desak Pemkot Bersikap Tegas

Senin, 10 Agustus 2026 - 09:08 WIB

Pagar Alam Tancap Gas Jadi Lumbung Bawang Putih Sumsel, Target 50 Hektare untuk Tekan Impor

Berita Terbaru

Empat Lawang

Puluhan Dram Band SD-SMP Tampil Memukau

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:09 WIB