Ajukan Penambahan Vaksin, Legislatif Minta Sumsel Bersyukur

- Redaksi

Sabtu, 18 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs Syaiful Padli meminta, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) harus bersyukur. Sebab, DPRD Sumsel meminta ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, agar ada penambahan kuota dosis vaksinasi di Sumsel.

“Kami sudah meminta ke Kemenkes agar ada penambahan kuota sesuai permintaan kita, untuk menuntaskan program vaksinasi di Sumsel hingga akhir tahun sesuai dengan instruksi Presiden,” ujarnya, Sabtu (18/9/2021).

Lebih lanjut Politisi PKS Sumsel ini menambahan, Pemprov Sumsel harus memenuhi syarat agar permintaan kuota dosis vaksin itu dikabulkan oleh Kemenkes, yakni pendistribusian vaksin ke Kabupaten/kota harus cepat.

“Harus cepat mendistribusikan vaksin tersebut ke desa-desa di Kabupaten/kota yang ada di Sumsel. Untuk mempercepat itu, makanya perlu dibentuk sentra-sentra vaksinasi,” katanya.

Sebenarnya, ditambahkan Syaiful, pemerintah pusat selama ini menunggu update data per bulan dari provinsi, karena pusat selalu update data setiap hari.

“Ini harus jadi catatan untuk Dinkes Sumsel agar selalu mengupdate data, sehingga terget vaksinasi itu dapat tercapai tanpa ada kendala khususnya karena kekosongan vaksin,” ungkapnya.

Hingga akhir tahun 2021 ini, Sumsel membutuhkan 3,2 juta dosis vaksin Covid19 setiap bulannm. Hal ini dibutuhkan untuk menuntaskan program vaksinasi Covid-19 yang harus selesai hingga akhir tahun 2021.

Namun, hingga saat ini Sumsel masih kekurangan 9,7 juta dosis vaksin Covid-19. Sedangkan setiap bulan Sumsel hanya mendapat kuota 365 ribu dosis. Jika melihat jumlah kuota yang didapatkan setiap bulannya, maka program vaksinasi di Sumsel tidak akan selesai pada akhir tahun 2021.

“Kalau liat kuota yang kita dapat sekarang, proses vaksinasi untuk seluruh masyarakat Sumsel ini bisa selesai tahun 2022. Sedangkan Presiden menginstruksikan program vaksinasi harus selesai pada akhir tahun 2021 ini,” ungkap Syaiful. (Nat)

Berita Terkait

Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Polsek Buay Madang Timur Gelar KRYD dan Patroli Subuh
Cegah Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi dan Sebar Maklumat Kapolda Sumsel
Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan
Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim
Antar Pesanan Driver Ojol di Palembang Jadi Korban Pengeroyokan
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
SS Diamankan Security Usai Diduga Bobol Gudang di IB II Palembang
Kejari Palembang Geledah Kantor Dishub dan Rumah Saksi Terkait Dugaan Korupsi Pemeliharaan Lampu Jalan APBD-P 2025

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:04 WIB

Jaga Kondusifitas Kamtibmas, Polsek Buay Madang Timur Gelar KRYD dan Patroli Subuh

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:00 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Buay Madang Timur Gencarkan Sosialisasi dan Sebar Maklumat Kapolda Sumsel

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:57 WIB

Kejati Sumsel Pastikan Tak Ada Perkara Korupsi yang Mangkrak, Ketut Sumedana: Semua Diproses hingga Persidangan

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:40 WIB

Eksepsi: Dakwaan Diklaim Kabur, Terdakwa Bongkar Peran Harmizon dalam Kasus Irigasi Muara Enim

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru