500 Personil Dilibatkan Polres Bukittinggi Untuk Pengamanan Pemilu 2019

- Redaksi

Kamis, 20 September 2018

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK, Bukittinggi : Untuk mengamankan jalannya Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) yang akan dilaksanakan secara serentak pada bulan April tahun 2019 mendatang, Polres Bukittinggi siap mengamankan pesta demokrasi itu dengan menurunkan 500 personil.

Kapolres Bukittinggi AKBP Arly Jembar Jumhana, Rabu (19/9/2018), mengatakan, pengamanan pemilu 2019 di Bukittinggi juga akan melibatkan beberapa instansi lainnya seperti TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan tentunya partisipasi dari masyarakat agar pemilu bisa berjalan lancar dan aman.

“Untuk pengamanan pemilu ini akan berlangsung selama 397 hari serentak seluruh Indonesia termasuk di Kota Bukittinggi, jadi mari kita secara bersama wujudkan pemilu yang aman dan damai,” ujarnya, usai gelar pasukan operasi Mantap Brata.

Tujuan operasi Mantap Brata ini sambung Arly Jembar Jumhana, untuk meningkatkan sinergitas Polri, mewujudkan kemananan dalam negeri yang kondusif di wilayah hukum Polres Bukittinggi.

“Maka dari itu Polres Bukittinggi sepakat menyukseskan Pemilu 2019 yang aman, damai, sejuk, dan badunsanak, sekaligus hal ini di deklarasikan dan penandatanganan kesepakatan Tungku Tigo Sajarangan, dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bukittinggi, Niniak Mamak, Tokoh Adat, Tokoh Agama, serta perwakilan Partai Politik (Parpol),” jelasnya.

Disamping itu Arly Jembar Jumhana meminta pada masyarakat Bukittinggi untuk menyambut Pemilu 2019 dengan keceriaan karena pilihan boleh berbeda namun silaturahmi tetap terjalin. Disamping masyarakat harus bijak dalam bertutur kata baik dalam keseharian maupun bermedia sosial.

“Kerawanan pemilu mungkin saja terjadi, karena pilihan setiap orang pasti berbeda. Tentunya hal demikian harus disikapi dengan bijak serta harus ada kesadaran masyarakat serta pihak tertentu untuk mengamakan wilayah tersebut,” jelasnya. (YSM)

Berita Terkait

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang
Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus
Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap
Iwan Tuaji dan Alhefy Hadapi Dakwaan Suap, Kuasa Hukum Sebut Fitnah dan Murni Utang-Piutang
Sidang Perdana Iwan Tuaji dan Alhefy, Didakwa Terima Rp872,5 Juta dan Dijerat Tiga Pasal
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak Berlangsung 2021–2026, Pria 24 Tahun Diamankan Polda Sumsel
Sidang Kasus iPhone Ilegal Kembali Tertunda, Terdakwa Absen dan JPU Belum Siap
Diduga Jadi Korban KDRT Berulang, IRT di Palembang Lapor Polisi

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:05 WIB

AJI Palembang Kutuk Intimidasi dan Penganiayaan Terhadap 2 Jurnalis di Palembang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Operasi Sikat Musi I 2026 Polrestabes Palembang Berhasil Ungkap 81 Kasus

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Tiga Pelaku Pengeroyokan Berujung Maut di Palembang Ditangkap

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Iwan Tuaji dan Alhefy Hadapi Dakwaan Suap, Kuasa Hukum Sebut Fitnah dan Murni Utang-Piutang

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:28 WIB

Sidang Perdana Iwan Tuaji dan Alhefy, Didakwa Terima Rp872,5 Juta dan Dijerat Tiga Pasal

Berita Terbaru

Mulyadi korban penganiayaan saat peliputan dirawat di RS Bhayangkara.

Kota Palembang

Dua Wartawan Diduga Dianiaya saat Liput Kericuhan di Polda Sumsel

Selasa, 13 Okt 2026 - 19:06 WIB