50 Persen Siswa di Sumsel Terindikasi Karies Gigi, Dinkes Dorong Pencegahan Sejak Dini

- Redaksi

Rabu, 27 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah seorang siswa SDIT Royal Islamic School yang sedang diperiksa gigi saat pelaksanaan PKG, Rabu (27/8/2025). Foto: Tia

Salah seorang siswa SDIT Royal Islamic School yang sedang diperiksa gigi saat pelaksanaan PKG, Rabu (27/8/2025). Foto: Tia

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan menyebut setengah atau 50 persen anak yang diperiksa pada pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) menunjukkan tanda-tanda karies gigi (gigi berlubang).

Data tersebut diperoleh dari kegiatan pemeriksaan yang menyasar pelajar di tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA yang telah berjalan sejak awal Agustus di berbagai wilayah kabupaten/kota di Sumsel.

Setiap hari, sekitar 50 hingga 70 anak menjalani pemeriksaan mencakup kesehatan umum, termasuk gigi, mata, telinga, serta pengukuran berat dan tinggi badan.

Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, menyampaikan bahwa temuan tersebut menjadi peringatan penting akan perlunya peningkatan edukasi kesehatan gigi sejak dini.

“Anak-anak harus dibiasakan menjaga kebersihan gigi sejak kecil. Kami akan memperkuat kegiatan promotif dan preventif melalui penyuluhan langsung di sekolah-sekolah,” ujarnya saat meninjau pelaksanaan PKG bersama Wakil Gubernur dan Staf Khusus Menko Polhukam, Rabu (27/8/2025).

Ia menjelaskan karies gigi yang tidak ditangani bisa menimbulkan berbagai komplikasi kesehatan lainnya, sehingga pencegahan menjadi langkah utama yang akan ditempuh pemerintah daerah.

“Melalui program PKG dan edukasi berkelanjutan, kita berharap dapat mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di kalangan pelajar sebagai generasi masa depan,” jelasnya.

Ia mengatakan pelaksanaan program PKG di lapangan tidak sepenuhnya berjalan tanpa kendala, karena ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP) di sejumlah puskesmas terbatas dalam enam bulan terakhir.

“Kami telah mengajukan permintaan penambahan BMHP melalui rapat ASPAK bersama Kementerian Kesehatan. Harapannya, kebutuhan ini segera dipenuhi agar pelayanan tetap optimal,” kata dia.

Berita Terkait

Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang
Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian
Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama
OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN
Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum
InkuBI Sultan Muda 2026: Kolaborasi Strategis Dorong UMKM Sumsel Go Digital
OJK Dorong Inklusi Keuangan Lewat Pelepasan Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Sumsel
Telkomsel Buka Peluang Kolaborasi UMKM lewat Ekosistem Telkomsel Poin

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:15 WIB

Konsisten Dampingi Korban Perempuan dan Anak, Wadir LBH Bima Sakti Raih Penghargaan dari Pemkot Palembang

Kamis, 30 April 2026 - 14:34 WIB

Pasca Rotasi Jabatan, Tiga TP PKK Kecamatan di Pagar Alam Turut Alami Pergantian

Kamis, 30 April 2026 - 13:26 WIB

Desa Wisata Gunung Dempo Ditutup, Alfrenzi Minta Pemkot dan PTPN Cari Solusi Bersama

Rabu, 29 April 2026 - 21:22 WIB

OTT Pejabat Muratara: Kepala BKPSDM Ditangkap Terkait Dugaan Pemerasan ASN

Rabu, 29 April 2026 - 16:25 WIB

Tim PUPR Kota Palembang Sidak Lokasi Diduga Penggunaan Fasilitas Umum

Berita Terbaru