5 Tahun Pasar Cinde Mangkrak, Pedagang Banyak Gulung Tikar

- Redaksi

Rabu, 9 November 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi Pasar Cinde yang dipindahkan dari tempat awalnya, kian hari kian sepi pembeli.

Lokasi Pasar Cinde yang dipindahkan dari tempat awalnya, kian hari kian sepi pembeli.

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pengerjaan pembangunan Pasar Cinde hingga saat ini tidak ada kemajuan. Malah terkesan mangkrak. Padahal ada banyak pedagang menggantungkan nasibnya di pasar bernilai sejarah ini.

Pantauan di lokasi, pembangunan yang ditutup
menggunakan dinding sekitar 2 meter itu, terkunci rapat.

Kosim (50) salah satu pedagang sembako di Pasar Cinde Palembang mengungkapkan, sejak dilakukan pembongkaran, kondisi pasar semakin sempit.

“Awalnya kami disuruh jualan di luar gedung pasar Cinde ini di tahun 2017 bulan Agustus, terhitung sudah lima tahun kami jualan di luar sini. Ini kan dulunya lahan parkir untuk pembeli, karena katanya akan dibangun jadi kami digeser disuruh maju,” ungkap Kosim saat ditemui di lapaknya Rabu, (9/11/2022).

Dikatakan Kosim, bahwa saat itu pemerintah
menjanjikan pembangunan Pasar Cinde yang akan disulap menjadi pasar modern yang ada di Kota Palembang.

“Katanya mau dijadikan pasar modern, jadi akan ada apartemen 12 lantai terus di lantai 1-2 akan dijadikan pasar lalu di lantai 3-4 pusat penjualan songket. Tapi sampai sekarang kami lima tahun di sini tidak ada kejelasan lagi bagaimana pembangunan pasarnya dan nasib kami yang jualan ini,” kata Kosim.

Bahkan, lanjut Kosim, sejak perpindahan tempat tersebut, daya beli masyarakat di Pasar Cinde Palembang semakin berkurang.

“Sejak pindah tempat masyarakat yang datang ke pasar Cinde sedikit, jualan kami sepi. Bahkan sering tidak laku. Sedangkan dalam sehari kami harus membayar sewa atau karcis sebesar Rp 20 ribu,” keluh Kosim.

Akibatnya, banyak para pedagang yang akhirnya memilih untuk gulung tikar karena merasa tidak mendapat keuntungan dari berdagang semenjak tempatnya berpindah.

“Mungkin orang malas ke Cinde sekarang karena lahan parkirnya yang tidak ada, makanya jadi sepi. Teman saya yang sesama pedagang di sini juga banyak yang tutup karena tidak dapat untung, sedangkan lapak mau dibayar tapi pemasukan tidak ada. Ya akhirnya mereka terpaksa tutup tidak jualan lagi,” jelas Kosim.

Untuk itu, Kosim berharap agar pemerintah bisa melanjutkan pembangunan Pasar Cinde.

“Yah harapannya pembangunan di Pasar Cinde ini bisa kembali dilanjutkan, karena kalau keadaannya seperti ini buat para pedagang dan pembeli jadi tidak nyaman,” tutup Kosim. (*)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan UMKM Binaan dan Layanan MyPertamina di Jambore Forketas Sumsel 2026
Task Force Percepatan Investasi Sumsel Diperkuat, BI dan Pemprov Fokus Tingkatkan Daya Saing Daerah
Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling
KKJ Soroti Gugatan terhadap 25 Media di Palembang: Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers
Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi
Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying
Dinkes Sebut Sumsel jadi Wilayah Tertinggi Kedua Kasus Bibir Sumbing di Indonesia
Musprov Inkindo Sumsel Dibuka, Cik Ujang Dorong Transformasi dan Profesionalisme Konsultan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:24 WIB

Task Force Percepatan Investasi Sumsel Diperkuat, BI dan Pemprov Fokus Tingkatkan Daya Saing Daerah

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:06 WIB

Motor Driver Ojol Raib Digondol Maling

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:47 WIB

KKJ Soroti Gugatan terhadap 25 Media di Palembang: Dinilai Ancam Kemerdekaan Pers

Senin, 25 Mei 2026 - 20:56 WIB

Dinkes Sumsel Perketat Pengawasan Kasus Celah Bibir pada Bayi

Senin, 25 Mei 2026 - 20:54 WIB

Jelang Iduladha Pemprov Sumsel Minta Warga Tak Panic Buying

Berita Terbaru