10 Februari Sumsel mulai PKG Pertama bagi Masyarakat yang Berulang Tahun

- Redaksi

Sabtu, 8 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (Foto: Tia)

Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan. (Foto: Tia)

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Dinas Kesehatan Masyarakat (Dinkes) Sumatera Selatan (Sumsel) akan memulai Program kesehatan gratis (PKG) tahap pertama secara serentak di seluruh puskesmas dan pada, Senin 10 Februari 2025 yang diperuntukkan bagi masyarakat yang berulang tahun.

“Jadi program ini akan dimulai serentak pada Senin besok di seluruh puskesmas se-Sumsel yang disiapkan. Namun, untuk tahap awal ini hanya bagi masyarakat yang ultah saja,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, Trisnawarman, Sabtu (8/2/2025).

Tris menjelaskan jika kategori pengecekan kesehatan itu dibagi sesuai umur, yakni rentang usia di bawah 5 tahun dan di atas 18 tahun. Untuk mereka yang lahir pada Januari-Maret 2025 dikecualikan dari ketentuan.

“Mereka tetap bisa cek kesehatannya hingga 30 April mendatang di fasilitas pelayanan tingkat pertama (FKTP). Jadi, yang berulang tahun di bulan Januari, Februari, dan Maret masih bisa di bulan April. Mengingat, bulan Januari sudah terlewati dan akan menghadapi bulan puasa. Setelahnya, mereka yang ingin cek kesehatan batasnya 1 bulan setelah ulang tahun,” jelasnya.

Kemudian, untuk usia 6-18 tahun masuk pada kategori PKG Sekolah, dan itu akan dimulai di tahun ajaran baru tepatnya di bulan Juli 2025.

“Program ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dengan mengidentifikasi faktor risiko, deteksi kondisi pra penyakit dan deteksi penyakit lebih awal,” jelasnya.

Ia menyebut sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan, jika kuota per hari akan dibatasi yakni hanya 30 orang saja.

“Kuota per hari 30 orang sesuai arahan kemenkes untuk sementara ini, mengingat kemampuan puskesmas dan waktunya. Karena, Puskesmas juga kan melayani warga lain yang diluar program cek kesehatan gratis,” ungkapnya.

Menurutnya, sebagian besar kasus kematian yang terjadi sebenarnya dapat dicegah, jika terdeteksi di fase awal. Kesehatan bisa dikelola dan tidak menyebabkan keparahan penyakit bahkan kematian.

“Untuk ikut program ini masyarakat bisa mengunduh aplikasi SatuSehat Mobile dan mendaftarkan diri dengan mengisi kuisioner skrining mandiri. Kemudian warga bisa datang ke puskesmas membawa KTP, kode tiket dan hasil skrining mandiri,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung
Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim
Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret
Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen
Motor Milik Irpansyah Raib Didepan Counternya Sendiri
Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang
BI Sumsel Hadirkan Layanan Penukaran Uang di Masjid Agung Palembang pada 9–12 Maret 2026
Pria di Kertapati Palembang Tewas Ditusuk, Pelaku Masih Diburu

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 18:12 WIB

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dorong Ketahanan Pangan dan Pendidikan Masyarakat melalui Program Pemberdayaan di Kemang Agung

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:57 WIB

Aksi di Kejati Sumsel, SIRA–PST Desak Usut Aliran Dana Rp400 Juta dalam Kasus PUPR Muara Enim

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:40 WIB

Urai Macet di Jalur Betung, Dishub Sumsel Berlakukan Rekayasa Arus dan Larangan Truk Mulai 13 Maret

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:37 WIB

Atasi Keluhan Jalan Bergelombang, Tol Kayu Agung Siap Sambut Mudik 2026 dengan Diskon Tarif 30 Persen

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Saksi Sebut Minyak Milik Ibrahim, Kapal Diduga Milik Habibi dalam Sidang PMH di PN Palembang

Berita Terbaru