Wapres Beri Respons Kasus Santri asal Palembang Tewas di Gontor

- Redaksi

Rabu, 7 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Foto: net

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta proses hukum kasus tewasnya seorang santri di Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur dapat tuntas. Ia berharap kasus dugaan penganiayaan itu bisa terungkap.

“Jadi, kita berharap bahwa ini bisa segera selesai, kasus ini bisa segera terungkap, dan duduk perkaranya, semuanya terjelaskan dan terselesaikan dan proses hukumnya bisa dilanjutkan,” kata Juru Bicara Wapres Masduki Baidlowi dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (7/9).

Ma’ruf, kata Masduki, juga berharap agar kasus itu segera selesai agar proses belajar mengajar di Gontor dapat berjalan sebagaimana mestinya

Ia juga meminta agar semua lembaga pendidikan dapat mengambil pelajaran dari kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

“Pastikan bahwa proses belajar mengajar di Gontor tidak terganggu oleh kasus ini. Dan ini sedang ditangani dengan baik oleh pihak kepolisian dan pihak manajemen dari Gontor juga sangat terbuka dan cukup bekerjasama dengan baik untuk proses pemeriksaan ini, ada beberapa saksi dan seterusnya,” ujar Masduki.

Masduki membeberkan Ma’ruf telah memberikan arahan agar segala bentuk tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan, baik di sekolah maupun pondok pesantren agar dihentikan. Baginya, tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak tepat.

Masduki menuturkan pemerintah telah menerbitkan panduan dan aturan agar tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan tidak berulang.

“Jadi kalau ada kejadian seperti itu saya kira mestinya ada tindakan kedisiplinan yang (harus ditegakkan) bagaimana supaya (segala bentuk kekerasan) tidak terjadi lagi,” kata Masduki.

Diberitakan, santri di Ponpes Gontor berinisial AM (17) meninggal dunia diduga akibat penganiayaan.

Juru Bicara Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor, Noor Syahid, mengatakan pelaku penganiayaan AM adalah dua orang santri kakak kelas korban yang duduk di kelas 6 atau 12 SMA. Kedua santri itu telah dikeluarkan dari ponpes. Saat ini, polisi tengah menyelidiki kasus tersebut. (*)

Berita Terkait

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia
MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam
Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut
CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali
Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari
4 Rumah Di Lorong Bersama Silaberanti Hangus Terbakar 
Lift Mati Saat Blackout Mahasiswa FE UMP Terjebak 50 Menit di Dalam Gedung
Mayat Pria yang Hilang di Sungai Lematang Akhirnya Ditemukan Setelah 2 Pekan Pencarian

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Korban Kedua Tenggelam di Sungai Musi Ditemukan Meninggal Dunia

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:35 WIB

MIA Ditemukan Mengapung Tak Jauh dari Lokasi Awal Tenggelam

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:50 WIB

Api Karhutla Masih Membara di OKI, Petugas Perluas Pemadaman di Lahan Gambut

Senin, 27 Juli 2026 - 14:54 WIB

CR-V Terguling Usai Tabrak Dua Mobil Parkir di Depan Kejari Palembang, Sopir Diduga Hilang Kendali

Selasa, 30 Juni 2026 - 13:34 WIB

Terseret Arus Saat Menyeberang, Wili Ditemukan Meninggal Setelah Dua Hari Dicari

Berita Terbaru