Wamentan: Target Lahan Cetak Sawah Baru di Sumsel 150 Ribu Hektare

- Redaksi

Selasa, 3 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Kementerian Pertanian RI menargetkan sebanyak 150 ribu hektare lahan cetak sawah baru di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) pada tahun 2025 mendatang.

“Hari ini kita lakukan rapat koordinasi optimalisasi lahan sawah dan cetak sawah untuk anggaran tahun 2024-2025. Sumsel ditargetkan optimalisasi lahan rawa 106 ribu hektare dan cetak sawah 150 ribu hektare,” ujar Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono dalam kunjungan kerjanya di Palembang pada, Selasa (3/12/2024).

Sudaryono menyebutkan ada 6 Provinsi yang terpilih menjadi lahan untuk program cetak sawah baru, yakni Sumatera Selatan, Kalimatan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Barat.

“Kalau dibandingkan provinsi lain, Sumsel termasuk yang terbesar. Jadi, kami meyakini kultur masyarakatnya yang sudah biasa bertani dan kemudian memiliki lahan rawa yang besar. Itu artinya ketersediaan air bukan menjadi suatu masalah di Sumsel,” imbuhnya.

Ia mengatakan di Sumsel ada 5 Kabupaten yang siap untuk cetak sawah baru yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) seluas 60.895 hektare, Ogan Ilir (OI) seluar 22.684 hektare, Musi Banyuasin (Muba) seluas 31.754 hektare, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 24.238 hektare, dan PALI 10.428 hektare.

“Program itu untuk meningkatkan produksi padi dan menyokong swasembada pangan nasional. Dan program cetak sawah akan melibatkan bulog, yang mana nantinya bulog akan difungsikan untuk menyerap langsung gabah dari petani,” katanya.

Kemudian, ia meyakini Provinsi Sumsel dalam waktu cepat akan menjadi salah satu lumbung pangan utama di negara Indonesia.

“Potensinya itu besar dan itu sedang kita ubah, kita realisasikan potensi itu jadi suatu yang nyata. Jadi, bukan bicara soal potensi lagi tetapi bicara realistisnya,” jelasnya.

Menurutnya, semua pihak harus bekerjasama untuk memanfaatkan lahan kosong dengan baik termasuk untuk membantu swasembada pangan.

“Intinya jangan biarkan lahan itu tidur, karena lahan itu kosong. Semuanya harus kita manfaatkan, kebutuhan pangan kita besar. Tapi ini bukan hanya padi, ada juga kebutuhan jagung, ada kebutuhan kedelai dan lainnya,” ucap dia. (Tia)

Berita Terkait

Terpergok Curi Motor AM Babak Belur Dihajar Warga 
Pelaku Pembacokan Ditangkap saat Berobat di RS Siti Fatimah
Teguran Berujung Maut, Lansia di Palembang Tewas Dibacok Tetangga
Oknum Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Jalani Tahap II Kasus Dugaan Suap Proyek Irigasi
Kejati Sumsel Tahan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel di OKU Timur, 41 Saksi Sudah Diperiksa
Hampir Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Penipuan FF Masuk Tahap Penyidikan, Kembali Diperiksa
Aliansi Mahasiswa Beri Kartu Merah ke Presiden saat Demo di DPRD Sumsel
PST dan SIRA Gelar Nazar Potong Sapi, Apresiasi KPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Bupati Muara Enim

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 11:18 WIB

Terpergok Curi Motor AM Babak Belur Dihajar Warga 

Senin, 15 Juni 2026 - 20:42 WIB

Teguran Berujung Maut, Lansia di Palembang Tewas Dibacok Tetangga

Senin, 15 Juni 2026 - 20:38 WIB

Oknum Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Jalani Tahap II Kasus Dugaan Suap Proyek Irigasi

Senin, 15 Juni 2026 - 20:37 WIB

Kejati Sumsel Tahan Tersangka Korupsi KUR Bank Sumsel Babel di OKU Timur, 41 Saksi Sudah Diperiksa

Senin, 15 Juni 2026 - 20:36 WIB

Hampir Setahun Bergulir, Kasus Dugaan Penipuan FF Masuk Tahap Penyidikan, Kembali Diperiksa

Berita Terbaru

Pelaku saat Berada di RSMH

Kota Palembang

Terpergok Curi Motor AM Babak Belur Dihajar Warga 

Selasa, 16 Jun 2026 - 11:18 WIB