Wah… 93 Persen Orang RI Pakai LPG 3 Kg

- Redaksi

Jumat, 18 Maret 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi gas elpiji 3 kg
Foto: net

Ilustrasi gas elpiji 3 kg Foto: net

SUARAPUBLIK.ID, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Djoko Siswanto menjelaskan selama ini konsumsi tabung gas cair (LPG) 3 kg mencapai 93 persen dari total konsumsi nasional.

Hal tersebut mengindikasikan salah sasaran subsidi LPG. Pasalnya, masyarakat miskin yang layak mendapat subsidi hanya sekitar 20 persen saja. Tapi ternyata yang menikmati subsidi mencapai 93 persen.

“Ini artinya salah sasaran karena orang miskin di kita kan cuma 20 persen, tapi faktanya 93 persen masyarakat Indonesia menggunakan LPG 3 Kg. Ini perlu diatur, engga gampang, susah, dan ternyata engga pernah bisa,” tutur dia dalam diskusi Forum Energizing Indonesia bertajuk Migas & Transisi Energi, dilansir cnn indonesia, Jumat (18/3/2022).

Karena itu, ia menyebut pemerintah ingin menerapkan strategi lain dalam mengubah cara konsumsi gas rumah tangga dengan mengalihkan LPG menjadi jaringan gas (jargas).

“Kita ingin pakai skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), jadi swasta investasi, kalau rugi baru ada bantuan pemerintah,” bebernya.

Selain itu, ia menyebut skema lain yang ingin dipakai pemerintah adalah peralihan dari LPG menuju produk dimetil eter (DME), bahan bakar yang berasal dari batu bara berkalori rendah.

“Dibandingkan subsidi LPG yang puluhan triliun per tahun, kalau itu bisa digeser maka saya yakin impor LPG akan berkurang. Kita punya target di 2027 sudah tidak lagi impor LPG,” ujarnya.

Tingginya konsumsi LPG membuat APBN RI terus boncos. Maklum, 75 persen kebutuhan LPG masih dipasok dari impor.

Selain itu, konsumsi yang disubsidi juga besar. Dalam menggambarkan besarnya beban yang ditimbulkan dari subsidi LPG, Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso menyebut saat ini LPG 3 Kg hanya dibanderol Rp4.250/Kg.

Padahal, untuk LPG yang tak disubsidi (non public service obligation/PSO) harga saat ini menembus Rp15 ribu/kg. Bahkan, dengan acuan minyak mentah CP Aramco di level US$900 per metrik ton kini, mestinya LPG dibanderol Rp16 ribu per Kg.

Itu artinya, pemerintah mengeluarkan subsidi di atas Rp10 ribu setiap kilogram pembelian LPG 3 Kg.

“Konversi dari LPG ke sumber energi yang lain tentunya akan mengurangi current account defisit yang sudah berjalan bertahun-tahun,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160
Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital
Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis
Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026
Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag
Rayakan Hari Kartini dengan “Kartini Treat” di THE 1O1 Palembang Rajawali
BRI Salurkan 25 Unit Mesin Pipil Jagung untuk Gapoktan di Sumatera Selatan
BRI Region 4 Palembang Gelar Cek Kesehatan Gratis untuk Nasabah dan Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:45 WIB

Evolusi Terbaru, AHM Hadirkan Skutik Sporti New Honda Vario Evo 160

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:16 WIB

Muhammad Suryadi Resmi Pimpin Bank Sumsel Babel, Siap Perkuat Kepercayaan dan Transformasi Digital

Senin, 8 Juni 2026 - 19:14 WIB

Muhamad Suryadi Resmi Jadi Dirut BSB, Siap Percepat Transformasi dan Ekspansi Bisnis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:42 WIB

Bank Indonesia Perkuat Literasi Ekonomi Syariah melalui ToT Content Creator, ToT Dai-Daiyah, Sertifikasi Nazhir, dan Kompetisi Modest Fashion FESyar Sumatera 2026

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:46 WIB

Honda Victory Meriahkan Perusahaan dan Instansi di Palembag

Berita Terbaru