oleh

Unsri Bakal Terapkan Virtual Class Harvard University

0Suarapublik.id, Palembang,

 

 

Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) , Anis Saggaf mengatakan adanya pandemi COVID-19 ini memang memaksa semua manusia ini untuk berubah cepat termasuk juga di bidang pendidikan.

 

Menurutnya, Kemajuan teknologi saat ini semakin maju, apalagi ditengah pandemi covi-19 semua memaksa penggunaan teknologi pun meningkat.

 

“Covid sebagai kasalitator supaya kita disiplin,  apa yang diperintah semua patuh. Kasalitator memaksa kita, memaksa dunia untuk berubah  kehidupan mempercepatt termasukpendidikan dan rumah sakit, ” tutur dia, Jumat (18/6).

 

Saat ini, lanjut dia Unsri masih menerapkan sistem perkuliahan daring karena masih berada ditengah pandemi COVID-19

 

Oleh karena itu support IT menjadi hal yang wajib dan sangat penting dalam mengikuti perubahan jaman saat ini. Walaupun sebelum pandemi, Unsri pun juga telah melakukan penerapan IT dalam pembelajaran atau kuliah online.

 

“Nah sekarang ini lagi tren virtual kelas Harvard University. Dimana dalam pelaksaan kuliah berbasis virtual namun seperti layaknya dalam kelas,” ungkap dia.

 

Inilah yang akan dicontoh Unsri yang akan diterapkan di setiap fakultas untuk menerapkan kelas virtual seperti Harvard ini.

 

“Seperti kelas Harvard itu kan pakai tv-tv besar dan semua gambar mahasiswa bisa dilihat seperti ìdalam kelas. Dan mahasiswa bisa melihat guru seperti di dalam kelas juga. Ini yang berusaha akan kita contoh kedepannya, “bebernya.

 

Ia mengatakan untuk meniru kelas seperti ini tidaklah mahal hanya perlu sarana IT dan juga tv pelengkapnya saja. ” Kita akan buat virtual kelas Harvard ini agar Unsri juga tak tertinggalan, “ungkap dia.

 

Lanjut Anis memang saat ini tak akan ada lagi namanya mata kuliah untuk kopi darat. ” Nantinya yang perlu kopi darat seperti ini hanya kelas-kelas tertentu saja misal ke lab atau menemui pasien, ” ungkap dia.

 

Dan kita pun, lanjut dia harus merubah cara mengajar. Saat ini Indonesia masih menerapkan sistem teaching seperti mengajari anak mengaji.

 

“Nah kebiasaan ini masih lekat padahal negara-negara  maju melakukan learning dan inovation. Yakni sama-sama berdiskusi, mengajak mahasiswa terjun ke lapangan, dan lain sebagainya. Karena itu kita harus terapkan learning and inovation ini, “tegasnya.(hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed