Tugboat Madelin Spirit dan Paris 22 Dilarang Berlayar Usai Tabrak Jembatan P6

- Redaksi

Kamis, 22 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUARAPUBLIK.ID, PALEMBANG – Pasca insiden robohnya jembatan P6 di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Tugboat Madelin Spirit dan Paris 22 untuk sementara dilarang berlayar.

Hal ini diungkapkan Kasi Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Palembang Capt H Bintarto M. Mar.

“Bukan pencabutan izin berlayar. Namun, saat ini Surat Persetujuan Olah Gerak Kapal (SPOGad) sebagai salah satu syarat untuk berlayar kepada kedua tugboat tersebut tidak dikeluarkan, termasuk tongkang Sentana Jaya,” ungkap Bintarto, Kamis (22/8/2024).

Bintarto pun belum bisa memastikan kapan izin berlayar kedua tugboat termasuk tongkang batu bara itu kembali diizinkan untuk berlayar maupun beraktivitas di perairan wilayah Sumatera Selatan.

Sebab, perusahaan kedua tugboat dan tongkang itu harus lebih dulu menyelesaikan permasalahan mereka dengan memperbaiki Jembatan P6 yang ditabrak hingga roboh.

“Kalau kewajiban sudah selesai bisa saja kami terbitkan SPOGad nya, untuk berapa lama (dilarang berlayar), saya tidak bisa menyampaikan lebih jelas,” kata Bintarto.

Sebelumnya, Polda Sumatera Selatan menetapkan dua orang nahkoda tugboat sebagai tersangka atas insiden robohnya Jembatan P6 di Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba, Senin (13/8/2024) malam.

Kedua tersangka tersebut adalah Khomsyah Alief selaku nahkoda tugboat Madelin Spirit dan Marlion yang merupakan nahkoda tugboat Paris 22.

Mereka ditetapkan tersangka lantaran dinilai telah melakukan kelalaian saat menarik tongkang batu bara dengan nama lambung Sentana Jaya hingga menabrak tiang jembatan sampai roboh. Tak hanya itu, akibat dari insiden tersebut lima orang tewas. (ANA)

Berita Terkait

Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT
Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme
Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan
134,31 Hektare Lahan Karhutla Masuk Penanganan Polda Sumsel, 53 Orang Jadi Tersangka
Astra Motor Sumsel Tetapkan Dua Guru Inspiratif Terbaik, Siap Melaju ke Seleksi Nasional
KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan
Dua Pelaku Penembak Anggota Satres Narkoba Palembang Ternyata Pernah Curi Motor di SU I
Bersama MUI, Warga Binaan Rutan Baturaja Tingkatkan Kemampuan Membaca Al-Quran 

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Bukan Cuma Jaminan Hari Tua, BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Punya Rumah Lewat Program MLT

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:19 WIB

Jon Heri Kembali Pimpin SMSI Sumsel Secara Aklamasi, Joncik Muhammad Tekankan Soliditas dan Profesionalisme

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pagar Alam Susun KLHS RDTR 2026! Asisten II Cholmin: Pembangunan Tak Boleh Tabrak Lingkungan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:33 WIB

134,31 Hektare Lahan Karhutla Masuk Penanganan Polda Sumsel, 53 Orang Jadi Tersangka

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:05 WIB

KY Gelar Diskusi Publik di Palembang, Bahas Penguatan Kewenangan dan Integritas Peradilan

Berita Terbaru