TPID Sumsel Perkuat Sinergi, Inflasi Agustus 2026 Hanya 0,06 Persen

- Redaksi

Rabu, 2 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALEMBANG, SUARAPUBLIK.ID – Tekanan harga di Sumatera Selatan masih terkendali meski daerah menghadapi tantangan cuaca kering akibat El Nino dan meningkatnya aktivitas masyarakat pada tahun ajaran baru. Kondisi tersebut tercermin dari inflasi Sumsel pada Agustus 2026 yang tercatat hanya 0,06 persen secara bulanan (mtm).

 

Angka tersebut sedikit meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mengalami deflasi sebesar 0,24 persen (mtm). Secara tahunan, inflasi Sumsel mencapai 2,60 persen (yoy), naik tipis dari 2,50 persen pada bulan sebelumnya.

 

Capaian tersebut juga menunjukkan stabilitas harga di Sumsel masih terjaga di tengah tren kenaikan inflasi nasional. Pada Agustus 2026, inflasi nasional tercatat 3,19 persen (yoy), meningkat dari 2,88 persen (yoy) pada Juli.

 

Kenaikan inflasi bulanan Sumsel terutama dipengaruhi sejumlah komoditas, dengan daging ayam ras menjadi penyumbang terbesar sebesar 0,33 persen. Selain itu, emas perhiasan menyumbang 0,07 persen, beras 0,02 persen, kacang panjang 0,02 persen, serta jagung manis sebesar 0,01 persen.

 

Kenaikan harga daging ayam ras dipengaruhi meningkatnya permintaan yang terjadi bersamaan dengan penurunan produktivitas. Cuaca panas membuat pertumbuhan ayam kurang optimal sehingga masa pemeliharaan menjadi lebih panjang.

 

Sementara itu, kenaikan harga emas perhiasan mengikuti penguatan harga emas global yang kemudian mendorong penyesuaian harga di pasar domestik.

 

Untuk beras, tekanan harga dipengaruhi berkurangnya pasokan dari petani. Sedangkan kenaikan harga bahan baku plastik kemasan turut terjadi di tengah meningkatnya permintaan seiring kembali beroperasinya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Antisipasi Tekanan Inflasi September

 

Memasuki September 2026, tekanan inflasi diperkirakan masih perlu diwaspadai. Kondisi kemarau yang lebih kering akibat pengaruh El Nino berpotensi mengganggu pasokan sejumlah komoditas hortikultura.

 

Curah hujan yang diprakirakan berada di bawah normal juga berpotensi memengaruhi produksi pangan. Di sisi lain, aktivitas sekolah yang telah kembali berjalan penuh sejak Agustus diperkirakan meningkatkan permintaan sejumlah komoditas pangan, terutama daging ayam ras dan telur ayam ras.

 

Pergerakan harga emas global juga menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diperhatikan karena berpotensi memberikan tekanan terhadap harga emas di dalam negeri.

 

Untuk mengantisipasi berbagai risiko tersebut, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Selatan terus memperkuat koordinasi melalui strategi pengendalian inflasi berbasis 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif.

 

Hingga akhir Agustus 2026, lebih dari 385 kegiatan operasi pasar murah (OPM), Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah dilaksanakan di berbagai wilayah Sumsel.

 

Selain itu, puluhan inspeksi mendadak (sidak) pasar juga dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok sekaligus mengawasi kepatuhan terhadap harga eceran tertinggi (HET).

 

Stabilisasi harga turut diperkuat melalui subsidi harga dan subsidi ongkos angkut. Bank Indonesia (BI) Sumsel hingga Agustus 2026 telah memfasilitasi subsidi ongkos angkut sebanyak 77 kali untuk sejumlah komoditas pangan utama.

 

Total komoditas yang diangkut melalui fasilitasi tersebut mencapai sekitar 47,92 ton untuk mendukung kegiatan operasi pasar murah di Sumatera Selatan.

 

BI Sumsel juga mencatat pembelian komoditas bawang merah secara business to business (B2B) dari Sumatera Barat sebanyak 22,67 ton. Selain itu, pasokan cabai sebanyak 3,68 ton didatangkan dari Kabupaten Magelang untuk memperkuat ketersediaan komoditas di Sumsel.

 

Perkuat Kerja Sama Antardaerah

 

Penguatan kerja sama antardaerah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan pasokan pangan. Hingga Agustus 2026, telah terdapat tambahan kerja sama antardaerah dengan pemerintah daerah di Jawa Tengah berupa delapan Kesepakatan Bersama (KSB) dan 21 Perjanjian Kerja Sama (PKS) dalam skema government to government (G2G).

 

Sementara itu, kerja sama business to business (B2B) telah mencapai empat PKS.

 

Koordinasi juga dilakukan melalui berbagai forum komunikasi, termasuk Rapat Koordinasi TPIP-TPID secara rutin serta komunikasi kebijakan kepada masyarakat. Edukasi tersebut dilakukan melalui iklan layanan masyarakat mengenai bijak berbelanja hingga publikasi jadwal operasi pasar murah melalui berbagai kanal media.

 

Sinergi dengan TPID daerah lain turut diperkuat. Salah satunya melalui studi tiru TPID Sumsel bersama TPID Sulawesi Selatan kepada TPID Jawa Tengah untuk mempelajari berbagai inovasi pengendalian inflasi yang dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.

 

Di sisi lain, penguatan ketahanan pangan Sumsel terus didorong melalui program Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).

 

Tahun ini, GSMP secara resmi ditransformasikan menjadi Rantai Pasok Pangan GSMP yang diarahkan untuk mendukung Program Strategis Nasional (PSN). Program tersebut melibatkan berbagai pihak, termasuk pesantren dan koperasi sebagai bagian dari ekosistem produksi serta distribusi pangan.

 

Penguatan kapasitas produksi dilakukan melalui business matching dengan offtaker serta finance matching bersama perbankan untuk membuka akses pembiayaan usaha.

 

Pesantren dinilai memiliki potensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus salah satu pilar dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

 

Ke depan, Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan bersama pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan penguatan sinergi pengendalian inflasi. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penulis : Yun

Editor : Jaks

Berita Terkait

1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan
Rekam Bagian Intim Anak Penjual Pempek, Pemuda di Palembang Nyaris Diamuk Warga
Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kajati Sumsel Tekankan Penegakan Hukum Berintegritas dan Humanis
Kasir D’Best Didakwa Gelapkan Rp103,8 Juta, Modusnya Edit Struk DANA Pakai Canva
Semarak Gempita GasKita 2026, PGN Palembang Gelar Edukasi Gas Bumi hingga Tebus Murah Sembako
Beli Tiket LRT, Pria Ini Diduga Lontarkan Ucapan Bernuansa Seksual kepada Petugas Tiket
Sekda Palembang Sakit, Sulaiman Amin Menjadi PJ Sekda
Kapolrestabes Palembang Terima Tim Seskoad, Perkuat Sinergi Cegah Karhutla

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:08 WIB

1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan

Kamis, 3 September 2026 - 12:13 WIB

Rekam Bagian Intim Anak Penjual Pempek, Pemuda di Palembang Nyaris Diamuk Warga

Kamis, 3 September 2026 - 08:43 WIB

Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Kajati Sumsel Tekankan Penegakan Hukum Berintegritas dan Humanis

Kamis, 3 September 2026 - 08:41 WIB

Kasir D’Best Didakwa Gelapkan Rp103,8 Juta, Modusnya Edit Struk DANA Pakai Canva

Rabu, 2 September 2026 - 20:10 WIB

Semarak Gempita GasKita 2026, PGN Palembang Gelar Edukasi Gas Bumi hingga Tebus Murah Sembako

Berita Terbaru

1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan

Kota Palembang

1,55 Kg Sabu, 28 Butir Ekstasi dan 8 Pcs Etomidate Dimusnahkan

Kamis, 3 Sep 2026 - 16:08 WIB